Bangka, INC,. – Di tengah keterbatasan anggaran daerah, dua anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dari fraksi berbeda turun langsung menyerap aspirasi masyarakat Kecamatan Riau Silip, Kabupaten Bangka, Sabtu (17/1/2026).
Anggota DPRD Babel Imam Wahyudi, S.IP., M.H. dari Fraksi PDI Perjuangan bersama Nuralita dari Fraksi Partai Gerindra menggelar kegiatan reses masa sidang I tahun sidang II 2026 di Gedung Serba Guna Kecamatan Riau Silip.
Reses tersebut, dihadiri ratusan warga dari sembilan desa se-Kecamatan Riau Silip. Kegiatan berlangsung hangat dan interaktif, sekaligus menjadi ruang terbuka bagi masyarakat menyampaikan berbagai persoalan yang selama ini dirasakan.
Dalam kegiatan itu, kedua wakil rakyat turut membawa tim teknis dari Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, di antaranya Dinas Pertanian, Dinas Perhubungan, serta Dinas PUPR, guna memastikan aspirasi warga dapat ditindaklanjuti secara langsung.
Imam Wahyudi menegaskan kehadiran dirinya bersama Nuralita merupakan bentuk tanggung jawab sebagai pelayan rakyat, terlebih keduanya sama-sama berada di Badan Anggaran DPRD Babel.
“Kami hadir untuk mendengar, menyerap dan memperjuangkan aspirasi masyarakat. Kebetulan kami sama-sama di Banggar, tentu akan lebih mudah dalam pengawalan, meski semua tetap bergantung pada kemampuan anggaran daerah,” ujar Imam dalam sambutannya.
Sementara itu, Nuralita yang duduk di Komisi IV DPRD Babel menekankan pentingnya penyerapan aspirasi di sektor pendidikan, khususnya terkait sarana dan prasarana sekolah.
“Bidang pendidikan masih banyak persoalan, terutama soal sarpras. Karena itu reses ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin agar benar-benar membawa manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Sejumlah kepala desa yang hadir, di antaranya dari Desa Deniang, Barbura, dan Riau Silip, turut menyampaikan berbagai aspirasi. Mulai dari kebutuhan lampu jalan, persoalan pertanahan, rehabilitasi sekolah, pembangunan jembatan, pengaspalan jalan, irigasi, hingga normalisasi saluran pembuang.
Tak hanya itu, persoalan peternakan, bantuan bibit pertanian, serta dukungan sektor ekonomi masyarakat juga menjadi sorotan warga. Tim teknis Pemprov Babel secara bergantian memberikan penjelasan langsung terhadap setiap aspirasi yang disampaikan.
Para kepala desa berharap aspirasi yang telah disampaikan dapat benar-benar direalisasikan, meski secara bertahap.
“Tidak harus semuanya, sedikit pun tidak apa-apa, yang penting ada realisasi,” ujar Kepala Desa Deniang.
Imam Wahyudi menyampaikan bahwa keterbatasan anggaran memang menjadi tantangan, namun tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti memperjuangkan kebutuhan masyarakat.
“Tugas kami adalah bekerja dan mencari jalan keluar, bagaimana keterbatasan bisa diubah menjadi peluang agar aspirasi tetap berjalan,” tegasnya.
Sekretaris Camat Riau Silip, Fajri Ramadhana, mengapresiasi antusiasme warga yang hadir dalam reses tersebut. Ia berharap hasil reses dapat dikawal hingga terealisasi pada tahun anggaran berikutnya.
“Kami berharap aspirasi masyarakat ini benar-benar ditindaklanjuti dan dikawal sampai terealisasi pada 2027,” pungkasnya.













