Pangkalpinang, INC, – Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Komisi II, Elvi Diana, menyampaikan apresiasi terhadap dipilihnya Pulau Bangka sebagai lokasi syuting film “Suamiku Lukaku”.
Hal itu disampaikan Elvi usai, menghadiri nonton bareng (nobar) bersama pemain film dan para penggemar di Transmart Pangkalpinang, Selasa malam (27/05/2026).
Menurut Elvi, film tersebut bukan hanya menjadi tontonan hiburan semata, namun juga membawa pesan penting terkait edukasi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) sekaligus promosi wisata Bangka Belitung kepada masyarakat luas.
“Film ini sebenarnya bisa saja dibuat di daerah lain, tetapi Alhamdulillah dipilih syuting di Pulau Bangka. Ini menjadi berkah dan kebanggaan bagi kita semua,” ujar Elvi.
Ia juga mengapresiasi peran, Ayu Azhari yang turut merekomendasikan Pulau Bangka sebagai lokasi pengambilan gambar film tersebut.
Elvi menegaskan, dirinya mendukung penuh produksi film tersebut karena memiliki tujuan yang sejalan dengan upaya memperkenalkan potensi pariwisata Bangka Belitung.
“Selama ini pendapatan daerah kita masih didominasi sektor tambang dan sawit, tetapi cepat atau lambat Bangka Belitung harus siap menjadi daerah pariwisata. Karena itu promosi melalui film seperti ini sangat bagus,” katanya.
Dalam film “Suamiku Lukaku”, sejumlah lokasi wisata dan kawasan bersejarah di Bangka turut ditampilkan, mulai dari Mentok, Sungailiat, Pangkalpinang hingga Koba. Beberapa lokasi yang disebut Elvi di antaranya Desa Pura, Kolong Biru, Kampung Tanjung, Masjid Jami tertua di Mentok serta rumah-rumah heritage yang menjadi daya tarik budaya daerah.
Harapannya, kehadiran film tersebut mampu memberikan dampak positif bagi dunia pariwisata sekaligus menginspirasi hadirnya produksi film-film berikutnya di Bangka Belitung.
“Saya berharap akan ada film-film berikutnya yang syuting di Pulau Bangka. Mudah-mudahan para investor, pelaku usaha dan diaspora Bangka Belitung di Jakarta bisa ikut terinspirasi memproduksi film sekaligus mempromosikan pariwisata daerah,” ungkapnya.
Selain mengangkat sisi pariwisata, Elvi menilai film “Suamiku Lukaku” juga membawa pesan sosial yang kuat terkait kekerasan terhadap perempuan dalam rumah tangga.
Ia berharap, perempuan yang mengalami KDRT tidak takut untuk melapor dan berani mencari perlindungan hukum.
“Stop kekerasan dalam rumah tangga. Perempuan harus berani terbuka dan melapor jika mengalami KDRT. Dan kepada para pelaku, bertobatlah serta muliakan istri, karena istri adalah sosok yang sangat besar perannya dalam kehidupan keluarga,” tegasnya.
Elvi turut menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung proses produksi film tersebut, mulai dari pemerintah daerah hingga masyarakat yang ikut berpartisipasi sehingga film “Suamiku Lukaku” dapat terlaksana dengan baik di Bangka Belitung. (I20)












