Bangka, INC,. – Upaya mencegah meningkatnya kasus diabetes melitus terus dilakukan melalui edukasi kepada masyarakat. Salah satunya dilakukan Program Studi DIII Keperawatan Poltekkes Kemenkes Pangkal Pinang yang menggelar penyuluhan tentang pemanfaatan tanaman stevia sebagai pemanis alami pengganti gula pasir di Kantor Desa Penagan, Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka, Kamis (9/7/2026).
Kegiatan yang diikuti para kader Posyandu Desa Penagan tersebut, dibuka langsung oleh Kepala Desa Penagan, Ruslan Efendi.

Dalam sambutannya, ia menyampaikan dukungan penuh terhadap kegiatan tersebut karena dinilai memberikan manfaat besar bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya pola hidup sehat dan pencegahan diabetes.
Ketua Tim Pengabdi, Ashar Abilowo, S.ST., M.Kes, mengatakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diharapkan menjadi awal terjalinnya kerja sama dan silaturahmi yang berkelanjutan antara Poltekkes Kemenkes Pangkal Pinang dengan Pemerintah Desa Penagan.
Tim pengabdi turut diperkuat oleh Ns. Dudella Desnaini Firman Yasin, M.Kep., Ns. Arif Rahman Aceh, M.Kep., Yuliansyah Saputra, S.Gz., S.Pd., Berliana Indah Putri, dan Ela Saputri.
Dalam penyuluhan tersebut, peserta diperkenalkan dengan tanaman stevia (Stevia rebaudiana Bertoni), yaitu tanaman yang berasal dari Paraguay, Amerika Selatan, dan dikenal sebagai pemanis alami dengan tingkat kemanisan mencapai 200 hingga 300 kali lebih tinggi dibandingkan gula tebu.
Meski memiliki rasa manis yang khas dengan sedikit sensasi pahit alami, stevia dinilai lebih aman karena tidak meningkatkan kadar gula darah sehingga dapat menjadi alternatif bagi penderita diabetes maupun masyarakat yang ingin mengurangi konsumsi gula.
Selain menyampaikan materi, tim pengabdi juga memberikan praktik langsung pemanfaatan daun stevia kering sebagai pemanis teh. Minuman tersebut, kemudian dibagikan kepada seluruh kader Posyandu yang hadir untuk dicicipi.
Para peserta mengaku, mendapatkan pengalaman baru karena cita rasa stevia berbeda dari gula pasir, namun tetap memberikan rasa manis alami yang cukup nikmat.
Tidak hanya itu, peserta juga diajarkan cara membudidayakan stevia melalui proses perkecambahan biji.
Tim menjelaskan bahwa, tanaman ini memiliki daya regenerasi yang baik, namun untuk dikembangkan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung diperlukan perlakuan khusus berupa penggunaan naungan paranet mengingat kondisi geografis wilayah yang didominasi dataran rendah dengan suhu yang relatif tinggi.
Melalui penyuluhan ini, Poltekkes Kemenkes Pangkal Pinang berharap masyarakat tidak hanya mengenal stevia sebagai pemanis alami yang lebih sehat, tetapi juga melihat peluang budidayanya sebagai tanaman bernilai ekonomi.
Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup sehat, stevia berpotensi menjadi salah satu komoditas yang mampu mendukung program pengurangan konsumsi gula sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sebagai bentuk tindak lanjut, tim pengabdi menutup kegiatan dengan membagikan daun stevia kering siap pakai kepada setiap Posyandu di Desa Penagan.
Diharapkan, langkah sederhana tersebut dapat menjadi awal perubahan pola konsumsi masyarakat menuju kehidupan yang lebih sehat serta memperkuat upaya pencegahan diabetes sejak tingkat desa.












