OKI, inewsnusantara. Com-Oknum Kepala Sekolah SDN 1 Kijang Ulu, Kecamatan Kayu Agung Kab. OKI, Sumsel, Fatmawati, dikeluhkan pasalnya sejak dirinya menjabat sebagai sekolah dianggap tidak memberikan dampak positif.
Salah satunya adanya dugaan pungli dana KIP dan PIP siswa.
Mirisnya menurut keterangan wali murid setiap siswa yang mendapatkan bantuan KIP maupun PIP pada saat pencairan dipungut senilai Rp. 25 ribu per siswa.
Jika mereka para orang tua telat menyetor maupun menyerahkan uang tersebut makan orang tuanya akan dihubungi via telepone.
Tak hanya itu saja, bagi siswa kelas enam pun diminta uang sumbangan setiap minggunya dengan dalih uang kas.
Para orang tua wali murid mengaku keberatan apalagi mengingat saat ini lagi pancakelik, dimana ekonomi lagi sulit.
Parahnya lagi dijelaskan orang tua wali murid ini, jika ada siswa yang tidak memberikan sumbangan maka akan dimarahi sehingga terkadang ada diantara siswa yang memilih tidak masuk sekolah karena takut dimarahi jika tidak menyumbang uang yang dimaksud.
Memang diakuinya, jika kepala sekolah yang menjabat saat ini baru menjabat karena belum ada pengganti sehingga dirinya ditunjuk untuk menjadi kepala sekolah sementara yang sebelumnya hanya guru biasa.
Yang tak kalah mencengangkan, lanjut sumber, sejak dirinya menjabat kepala sekolah kegiatan belajar mengajar disekolah dinilai tidak aktip dan disiplin lagi.
Jam masuk sekolah lebih siang dari biasanya, begitu juga jam pulang sekolah juga lebih cepat dari biasanya sehingga anak-anak berkeliaran di luar sekolah disaat jam sekolah berlangsung.
Tak hanya itu saja, barang-barang sekolah pun diketahui ada yang diangkut dan dibawa pulang seperti matras dan besi.
Kemudian, pedagang yang menjajahkan dagangannya di sekolah juga dinilai semaunya saja sejak kepala sekolah Fatmawati menjabat.
Mengingat Kepala Sekolah tersebut diketahui merupakan besannya sehingga ia berdagang pun merajalela hingga ke teras sekolah.
Dan saat malam jualannya pun disimpan di dalam kelas ruangan sekolah.
Fasilitas listrik untuk berjualan pun diketahui juga menggunakan milik sekolah, dan jika malam tiba, lampu sekolah tidak dihidupkan dengan alasan penghematan listrik sehingga sekolah gelap gulita.
Baik masyarakat maupun orang tua wali murid meminta kepada dinas terkait untuk menindaklanjuti persoalan yang terjadi demi mutu dunia pendidikan yang lebih baik.
Sementara itu, Ka SDN 1 Kijang Ulu, Fatmawati ketika dikonfirmasi via whatsapp, Sabtu (15/08), mengatakan, dirinya tidak merasa benar tetapi juga tidak mau dikatakan salah.
Ia pun meminta kepada awak media ini jangan sampai mempublish pemberitaan sekolahnya sebelum uji kebenarannya.
“Kami juga baru di sini , sekali lagi terimakasih, kami kira mungkin ada benarnya dan juga ada salah nya, sebelumnya kami mohon maaf, semenjak kami mnginjakkan kaki di SD N 1 Kijang Ulu rasanya kami menjalankan tugas dengan benar. Tapi jika memagg ada yang tidak senang dengan kami Alhmdulillah, itu hal yang wajar, kami juga tidak merasa benar, mungkin juga ada salah sebagai makhluk Allah yang lemah” ujar Fatmawati sedih.












