Bakar Sampah Sembarangan Bisa Picu Karhutla, Ketua BECAK Babel Ingatkan 350 Pelajar

- Redaksi

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bangka, INC,. – Bahaya membakar sampah sembarangan, menjadi salah satu perhatian dalam kegiatan edukasi lingkungan kepada para pelajar SMK Negeri 1 Sungailiat. Ketua Umum Komunitas Peduli Lingkungan dan Kehutanan BECAK Babel, Arinda Unigraha, mengingatkan para pelajar agar tidak menjadikan pembakaran sampah sebagai solusi dalam menangani sampah rumah tangga maupun lingkungan sekolah.

Pesan tersebut disampaikan Arinda, saat memberikan edukasi dalam agenda MPLS Ramah dan ASRI di SMK Negeri 1 Sungailiat, Rabu (12/8/2026). Kegiatan itu diikuti lebih dari 350 pelajar yang baru memasuki jenjang pendidikan SLTA.

Di hadapan para pelajar, Arinda menjelaskan bahwa membakar sampah sembarangan dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, mulai dari gangguan kesehatan, pencemaran udara, risiko kebakaran hingga kerugian yang lebih besar apabila api merembet ke kawasan hutan dan lahan.

“Apalagi membakar sampah sembarangan di musim seperti ini. Kita sebentar lagi memasuki musim kering, curah hujan sedikit bahkan tidak turun hujan. Membakar sampah sembarangan dapat memicu kebakaran hutan dan lahan,” ujarnya.

Baca Juga :  Ratusan Drone Menari Di Atas Sungai Musi, Perayaan Malam Tahun Baru Yang Spektakuler di Palembang

Menurutnya, tidak sedikit kasus kebakaran hutan dan lahan yang bermula dari aktivitas sederhana, termasuk pembakaran sampah yang tidak diawasi. Karena itu, ia meminta para pelajar tidak membakar sampah, terutama di sekitar kawasan hutan maupun lahan yang mudah terbakar.

“Jangan sekali-kali membakar sampah, apalagi dekat hutan,” tegasnya.

Arinda juga mendorong para pelajar, mulai mengelola sampah sejak dari rumah dan sekolah. Sampah organik, kata dia, dapat dimanfaatkan menjadi kompos, dimasukkan ke lubang resapan biopori, diolah menjadi pakan ternak, maupun ditimbun dengan cara yang tepat.

Sementara sampah anorganik dapat disalurkan ke bank sampah, gerakan sedekah sampah atau diberikan kepada pemulung agar memiliki nilai guna dan tidak berakhir menjadi sampah yang mencemari lingkungan.

“Kalau tidak mau mengelola sampah, ya sebisa mungkin mengurangi menghasilkan sampah setiap harinya. Yang penting memilah dan memilih sampah,” katanya.

Ia menilai, edukasi mengenai pengelolaan sampah perlu terus ditanamkan kepada pelajar karena mereka memiliki peran penting dalam menerapkan kebiasaan tersebut, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.

Baca Juga :  Minimnya Tindakan Hukum, Ketua PWI Banyuasin Sumbang Saran Dengan Kejari Banyuasin

Dalam kegiatan tersebut, para pelajar juga mendapatkan wawasan mengenai jenis-jenis sampah, metode pengolahan sampah rumah tangga, gerakan peduli sampah di kalangan pelajar, hingga mitigasi bencana alam dan bencana sosial yang dapat muncul akibat buruknya pengelolaan sampah.

Selain persoalan sampah, Arinda yang menyandang Duta Kurangi Risiko Bencana Nasional PetaBencana.id turut menekankan pentingnya membangun kesiapsiagaan bencana di lingkungan sekolah.

Menurutnya, sekolah dapat menjadi wadah penting dalam membangun kesadaran siswa mengenai pencegahan, mitigasi hingga penanggulangan bencana apabila sewaktu-waktu terjadi kondisi darurat.

Arinda berharap, pihak sekolah terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak untuk membangun ekosistem ketahanan bencana. Aktivasi gerakan pengelolaan sampah di sekolah juga dinilai penting sebagai langkah preventif untuk mencegah bencana sekaligus mengurangi dampak yang ditimbulkannya.

“Gerakan peduli lingkungan tidak cukup hanya menjadi teori. Harus dibiasakan dan diterapkan mulai dari sekolah, rumah, hingga lingkungan masyarakat,” pungkasnya.

Berita Terkait

Gebyar Pajak Kota Pangkalpinang, Prof Saparudin Siapkan 4 Motor untuk Wajib Pajak
Peninjauan Karhutla di Area Konsesi PBPH PT TPJ, FKPKMB Cek Langsung Kondisi Lapangan
Mantan Direktur PDAM Tirta Betuah Banyuasin dan 3 Lainnya Jadi Tersangka Korupsi Rp3,94 Miliar
Reses di Baturusa, dr. Zarril Serap Aspirasi PJU dan Pelebaran Jalan
Didit: DPRD Babel Kawal Plasma Hingga Tuntas
Tim SLOG Polri Back Up Pemadaman Karhutla di Kab. OKI, Sumsel
Mifta Swalayan Dibobol Tengah Malam, 46 Tabung Gas Raib, Polisi Buru Pelaku
Bangun Komunikasi Yang Baik Dengan Mitra Karib, Babinsa Patroli dan Komsos di Wilayah Binaan

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:12 WIB

Gebyar Pajak Kota Pangkalpinang, Prof Saparudin Siapkan 4 Motor untuk Wajib Pajak

Kamis, 8 Oktober 2026 - 06:55 WIB

Peninjauan Karhutla di Area Konsesi PBPH PT TPJ, FKPKMB Cek Langsung Kondisi Lapangan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:40 WIB

Mantan Direktur PDAM Tirta Betuah Banyuasin dan 3 Lainnya Jadi Tersangka Korupsi Rp3,94 Miliar

Senin, 5 Oktober 2026 - 21:47 WIB

Reses di Baturusa, dr. Zarril Serap Aspirasi PJU dan Pelebaran Jalan

Selasa, 29 September 2026 - 21:36 WIB

Didit: DPRD Babel Kawal Plasma Hingga Tuntas

Berita Terbaru