951 Sekolah OKI Beralih ke Digital, Smart Board dan Internet Satelit Jangkau Pelosok

- Redaksi

Sabtu, 14 Februari 2026 - 14:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

OKI, inewsnusantara.com-Pemerintah Kabupaten Kabupaten Ogan Komering Ilir mulai menjalankan program digitalisasi pembelajaran di sekolah-sekolah. Sebanyak 951 satuan pendidikan kini dilengkapi papan interaktif digital atau Interactive Flat Panel(IFP), laptop, serta dukungan internet satelit bagi wilayah dengan keterbatasan jaringan.

Program ini bagian dari upaya pemerataan kualitas pendidikan berbasis teknologi yang didorong Presiden Prabowo dan diimplementasikan pemerintah daerah.

Kepala Dinas Pendidikan OKI, M. Refly, merinci perangkat telah disalurkan ke 479 sekolah dasar negeri dan swasta serta 150 sekolah menengah pertama. Tujuh sekolah di daerah dengan sinyal lemah juga memperoleh akses internet melalui layanan Starlink.

Untuk jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD), dari total 560 lembaga di OKI, baru 256 yang menerima perangkat. Sisanya, sekitar 304 lembaga, ditargetkan menyusul pada tahun ini.

“Sekolah dasar dan menengah pertama sudah menerima dan kini memasuki tahap optimalisasi pemanfaatan. PAUD akan menerima secara bertahap,” kata Refly saat peluncuran program dan pelatihan pemanfaatan perangkat digital di SMPN 6 Kayuagung, Sabtu, 14 Februari 2025.

Menurut Refly, perangkat baru bisa digunakan setelah terpasang di ruang kelas dan guru memperoleh pelatihan teknis. Sejumlah guru yang sebelumnya mengikuti pelatihan di Jakarta dilibatkan sebagai narasumber untuk berbagi pengalaman penggunaan smart board dan integrasi materi ajar berbasis digital.

Baca Juga :  Satlantas Polres OKI Kandangkan Ratusan Kendaraan Over Kapasitas

 

Sejalan Agenda Nasional

Bupati OKI, H. Muchendi, mengatakan digitalisasi sekolah merupakan bagian dari agenda prioritas Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam mendorong transformasi pendidikan nasional.

“Program ini adalah lompatan kemajuan. Tapi jangan sampai perangkat hanya menjadi pajangan. Kuncinya ada pada kesiapan dan kompetensi guru,” ujar Muchendi.

Ia menekankan, teknologi harus digunakan untuk memperkuat literasi, meningkatkan keterampilan digital siswa, serta mendorong metode pembelajaran yang lebih partisipatif dan kontekstual.

“Anak-anak kita hidup di era digital. Kalau sekolah tidak beradaptasi, kita akan tertinggal. Digitalisasi ini bukan pilihan, melainkan kebutuhan,” katanya.

Muchendi juga menyoroti pentingnya keberlanjutan program, terutama dalam aspek pemeliharaan perangkat agar program tidak berhenti pada tahap distribusi alat.

 

Soroti Kesejahteraan dan Manajemen Talenta

Selain perangkat, Muchendi menyinggung persoalan kesejahteraan guru. Ia menjelaskan bahwa pembayaran gaji guru non-PNS yang sebelumnya melalui dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) kini dialihkan menjadi tanggung jawab pemerintah daerah melalui APBD.

Baca Juga :  Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Perkuat Peran Habar Jumputan dalam Melestarikan Kain Khas Sumatera Selatan

“Ada penyesuaian gaji PPPK, khususnya PPPK Paruh waktu yang menyesuaikan kemampuan fiskal daerah. Namun kami berupaya memberi kepastian status, termasuk pengangkatan guru PPPK dan PPPK Paruh Waktu serta peningkatan kesejahteraan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan para guru agar tidak mudah percaya pada oknum yang menjanjikan jabatan, terutama dalam proses pengisian kepala sekolah. Pemerintah daerah, kata dia, menerapkan manajemen talenta berbasis kinerja dan prestasi.

“Tunjukkan kinerja dan dedikasi. Jangan mencari jalan pintas,” kata Muchendi.

 

Dampak di Lapangan

Sejumlah guru mengaku perubahan mulai terasa. Sebelumnya, sebagian tenaga pendidik mengandalkan paket data pribadi dengan kecepatan terbatas untuk mengakses materi daring.

Novi, guru SDN 1 Desa Jermun Pampangan, mengatakan pembelajaran kini lebih interaktif.

“Kami bisa menampilkan video, gambar, dan materi secara langsung. Siswa lebih tertarik dan aktif,” ujarnya.

Ratna, Kepala SMPN 7 Sungai Menang, menyebut akses internet satelit membantu sekolah di wilayah terpencil menjalankan pembelajaran daring dan mengakses referensi digital tanpa kendala jaringan.

“Kami yang berada di pelosok sekarang punya kesempatan yang sama untuk mengakses sumber belajar digital,” katanya.

Berita Terkait

Tingkatkan Kewaspadaan Kamtibmas, Peltu Sunarko Rutin Patroli Desa
Puluhan Kepsek Plesiran Ke Pantai, Gaya Hedon Gelak Tawa, ini Kata Sekda
Warga Mangsang Desak Mabes Polri
Masyarakat Desa Baturaja EPD Keluhkan Penyaluran Bansos Tak Tepat Sasaran
Kurang Dari 24 Jam, Polres OKI Tangkap Pelaku Penganiayaan Maut di Air Sugihan
Bio Solar Langka, SPBU Palem Raya Diduga Sarang Mafia BBM Subsidi
Galang Kekuatan Pertahanan Rakyat, Babinsa Aktifkan Linmas Desa
Pantau Keamanan Wilayah, Babinsa Koptu Harisun Rutin Sambangi Poskamling

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 20:14 WIB

Tingkatkan Kewaspadaan Kamtibmas, Peltu Sunarko Rutin Patroli Desa

Selasa, 28 Juli 2026 - 19:51 WIB

Puluhan Kepsek Plesiran Ke Pantai, Gaya Hedon Gelak Tawa, ini Kata Sekda

Senin, 27 Juli 2026 - 18:38 WIB

Warga Mangsang Desak Mabes Polri

Minggu, 26 Juli 2026 - 14:24 WIB

Masyarakat Desa Baturaja EPD Keluhkan Penyaluran Bansos Tak Tepat Sasaran

Sabtu, 25 Juli 2026 - 11:07 WIB

Kurang Dari 24 Jam, Polres OKI Tangkap Pelaku Penganiayaan Maut di Air Sugihan

Berita Terbaru

Palembang

Warga Mangsang Desak Mabes Polri

Senin, 27 Jul 2026 - 18:38 WIB