Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Perkuat Peran Habar Jumputan dalam Melestarikan Kain Khas Sumatera Selatan

- Redaksi

Senin, 12 Januari 2026 - 08:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Palembang,INC,-11 Januari 2026 – Di sebuah sudut Palembang, kain-kain jumputan berwarna cerah tersusun rapi. Setiap motifnya menyimpan cerita, bukan hanya tentang budaya Sumatera Selatan, tetapi juga tentang keberanian seorang perempuan mengambil keputusan besar dalam hidupnya.

Adalah Devi Hermayani, sosok di balik Habar Jumputan, yang memilih meninggalkan kenyamanan bekerja di perusahaan swasta demi merawat dua peran sekaligus yaitu, sebagai ibu dan pelestari warisan budaya. Keputusan itu ia ambil pada 2018, usai kelahiran anak keduanya. Di tengah masa transisi tersebut, sebuah dorongan sederhana dari sang saudara, Nova, justru mengubah arah hidupnya.

Devi mulai menengok kembali kain jumputan, wastra khas Sumatera Selatan yang dahulu akrab dikenakan, namun perlahan tergeser oleh arus produk modern dan impor. Baginya, jumputan bukan sekadar kain, melainkan identitas daerah yang tak boleh hilang. Dengan modal terbatas dan keyakinan besar, ia mendirikan Habar Jumputan pada Januari 2019.

Langkah awal tidak selalu mudah. Devi mendatangi satu per satu pengrajin jumputan di Palembang. Banyak di antara mereka yang sudah berhenti berproduksi karena sepinya permintaan. Namun perlahan, pesanan kembali berdatangan.

“Waktu saya mulai memesan kain, mereka sangat senang. Ada yang bilang sudah lama tidak mendapat order. Dari situ saya sadar, usaha kecil ini bisa memberi harapan,” kenang Devi.

Baca Juga :  Begal Sepeda Motor Bawa Sajam Ancam Sejoli di Tanjung Senai Ogan Ilir

Kain jumputan handmade hasil karya pengrajin Palembang kemudian diolah menjadi busana bernuansa modern. Proses penjahitan melibatkan penjahit lokal di Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Setiap helai pakaian tak hanya membawa nilai estetika, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi di tingkat akar rumput.

Seiring waktu, Habar Jumputan tumbuh. Produk-produknya melewati proses quality control sebelum dipasarkan, baik secara offline maupun online. Berbasis di Palembang, Habar Jumputan kini telah membuka cabang di salah satu pusat perbelanjaan, merambah usaha kuliner khas Palembang, hingga membuka cabang baru di kawasan Tol Kayuagung–Kertapati pada 2025.

Tahun 2025 menjadi tonggak penting lainnya ketika Habar Jumputan resmi menjadi UMKM binaan Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) melalui Program Pertamina UMK Academy. Dukungan ini membuka ruang pembinaan, penguatan usaha, serta perluasan pasar yang semakin memperkokoh keberlanjutan bisnis Devi.

“Kain jumputan adalah warisan budaya yang harus dijaga. Saya ingin mengemasnya menjadi busana kekinian agar kembali diminati, terutama oleh generasi muda. Pembinaan dari Pertamina Patra Niaga memberi kami semangat dan peluang untuk terus berkembang,” tutur Devi.

Hari ini, Habar Jumputan mempekerjakan belasan tenaga kerja dengan omzet berkisar Rp75 juta hingga Rp100 juta per bulan. Dari usaha yang bermula dari pinjaman sederhana, Devi kini memiliki aset produk untuk beberapa cabang. Bahkan, dari hasil jerih payahnya, ia mampu memberangkatkan keluarga untuk umrah serta mendaftarkan ibunya menunaikan ibadah haji.

Baca Juga :  Pemkot Palembang Siap Ambil Bagian dalam Pengelolaan Wisata Alam Punti Kayu

Di tangan Devi Hermayani, sehelai kain jumputan bukan hanya menjadi busana. Ia menjelma menjadi jembatan antara masa lalu dan masa depan, tentang budaya yang terus hidup, dan tentang harapan yang dirajut dari benang-benang ketekunan.

Bagi Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, kisah Habar Jumputan adalah potret nyata bagaimana pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan ekonomi.

“Habar Jumputan menunjukkan bahwa UMKM tidak hanya menjaga warisan budaya, tetapi juga menciptakan lapangan kerja dan menggerakkan ekonomi lokal. Dengan inovasi dan pendampingan yang tepat, kain jumputan tetap relevan di tengah perkembangan zaman,” ujar Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi.

Sebagai bagian dari implementasi Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), pemberdayaan Habar Jumputan turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya Tujuan 1 (Tanpa Kemiskinan), Tujuan 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), serta Tujuan 11 (Kota dan Komunitas Berkelanjutan). Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel berkomitmen untuk terus mendukung UMKM yang melestarikan kearifan lokal dan budaya daerah.

 

Berita Terkait

Inspektur Inspektorat OKI Diduga Kuasai Randis, Staf Diancam Mutasi
HAMASS Kembali Desak Kejati Sumsel Usut Oknum Sekdin Dinkes OKI
Kapolres OKI Tegaskan Larangan Penggunaan Vape, Personel Diminta Patuhi Surat Edaran Kapolri*
Kapolres OKI Dampingi Menteri LH dan Pejabat Mabes Polri Tinjau Penanganan Karhutla di Tulung Selapan*
Polres OKI Bongkar Sembilan Pondok Diduga Sarang Narkoba di Serigeni Lama
Kapolres OKI Sambangi Warga Cokro, Perkuat Kedekatan dengan Masyarakat
Polres OKI Tanamkan Kepedulian Lingkungan, Siswa TK Belajar Bahaya Karhutla
Dinkes OKI Sepakati MoU RSUD Kayu Agung Dengan Puskesmas

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 23:19 WIB

Inspektur Inspektorat OKI Diduga Kuasai Randis, Staf Diancam Mutasi

Senin, 2 November 2026 - 14:32 WIB

Kapolres OKI Tegaskan Larangan Penggunaan Vape, Personel Diminta Patuhi Surat Edaran Kapolri*

Minggu, 1 November 2026 - 15:01 WIB

Kapolres OKI Dampingi Menteri LH dan Pejabat Mabes Polri Tinjau Penanganan Karhutla di Tulung Selapan*

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 17:57 WIB

Polres OKI Bongkar Sembilan Pondok Diduga Sarang Narkoba di Serigeni Lama

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:36 WIB

Kapolres OKI Sambangi Warga Cokro, Perkuat Kedekatan dengan Masyarakat

Berita Terbaru