OKI, inewsnusantara. Com-Menyikapi adanya pemberitaan sebelumnya terkait kinerja oknum Kepala SDN 1 Kijang Ulu Kec. Kayu Agung Kab. OKI, Sumsel maka Dinas Pendidikan Kab. OKI akan segera cek ke lapangan dan melakukan klarifikasi kepada yang bersangkutan.
Hal itu disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kab. OKI, M. Refli, melalui Kabid GTK, Herianto, via whatsapp, Kamis (17/09).
Dalam waktu dekat pihaknya akan turun dan mengecek langsung ke lapangan guna mengklarifikasi sejauh mana kebenaran yang dimaksud.

Jika memang terbukti dan tidak sesuai aturan yang berlaku maka pihaknya tidak segan-segan memberikan sanksi tegas kepada oknum Ka SDN 1 Kijang Ulu.
Untuk itu, diminta kepada semua pihak kiranya bersabar dan memberikan waktu kepada dinas pendidikan untuk bekerja dalam menindaklanjuti persoalan yang terjadi.
Dan bagaimana hasilnya nanti juga akan dibuka secara transfaran kepada publik.
Dalam kesempatan itu, dirinya juga dengan tegas mengingatkan para kepala sekolah yang ada kiranya jangan coba-coba “nakal” jika tidak ingin menerima sanksi tegas akibat ulah yang diperbuat.
Dimana diberitakan sebelumnya jika oknum Kepala Sekolah SDN 1 Kijang Ulu, Kecamatan Kayu Agung Kab. OKI, Sumsel, Fatmawati, dikeluhkan pasalnya sejak dirinya menjabat sebagai sekolah dianggap tidak memberikan dampak positif.
Salah satunya adanya dugaan pungli dana KIP dan PIP siswa.
Mirisnya menurut keterangan wali murid setiap siswa yang mendapatkan bantuan KIP maupun PIP pada saat pencairan dipungut senilai Rp. 25 ribu per siswa.
Jika mereka para orang tua telat menyetor maupun menyerahkan uang tersebut makan orang tuanya akan dihubungi via telepone.
Tak hanya itu saja, bagi siswa kelas enam pun diminta uang sumbangan setiap mingguanya dengan dalih uang kas.
Para orang tua wali murid mengaku keberatan apalagi mengingat saat ini lagi pancakelik, dimana ekonomi lagi sulit.
Parahnya lagi dijelaskan orang tua wali murid ini, jika ada siswa yang tidak memberikan sumbangan maka akan dimarahi sehingga terkadang ada diantara siswa yang memilih tidak masuk sekolah karena takut dimarahi jika tidak menyumbang uang yang dimaksud.












