OKI, inewsnusantara.com–Titik Api atau yang lebih dikenal dengan istilah HOTSPOT di Kabupaten OKI per hari ini, Selasa (15/09) mencapai 570 titik.
Sedangkan luasan lahan yang sudah terbakar hingga saat ini sudah mencapai 1.682 Hektar.
Titik tersebut tersebar dibeberapa wilayah yang memang sebelumnya terdapat titik api diantaranya di dominasi di Kecamatan Cengal, Sungai Menang, dan Air Sugihan.

Dimana Air Sugihan ini merupakan Kecamatan yang berbatasan Kab. OKI dengan Kab. Banyu Asin dan merupakan Konservasi hewan Gajah.
Dijelaskan PLT Ka BPBD Kab. OKI, Nova Triyussanto, kepada awak media ini disela-sela kesibukannya memantau hotspot, mengaku jika titik api yang ada mengalami peningkatan dari dua hari sebelumnya meski tiga hari yang lalu sempat mengalami penurunan.
Terjadinya peningkatan hotspot inj, lanjug Nova disebabkan adanya penumpukan hotspot didalam satu titik di satu Kecamatan.

Adapun daerah-daerah rawan Karhutla di Kab. OKI yakni Kecamatan Sungai Menang, Cengal, Tulung Selapan, Air Sugihan, Jejawi, Pampangan, Tanjung Lubuk, Pedamaran Timur dan Kayu Agung.
Daerah tersebut memiliki lahan yang belum produktif pemanfaatannya sehingga masyarakat masih banyak yang membuka lahan baik untuk pertanian, perikanan dan perkebunan dengan cara membakar.
Dan untuk saat ini, belum ada ditemukan penyebab kebakaran itu oleh faktor alam, semuanya karena faktor ulah manusia.
Untuk luasan lahan yang terbakar sendiri, lebih lanjut dijelaskannya, hingga saat ini tercatat mencapai 1.682 hektar terhitung dari bulan Maret hingga 15 September 2026.
BPBD OKI sudah mensiagakan personil dalam menangani karhutla yang mengancam dibantu dari personil gabungan lainnya seperti TNI/Polri, Manggala Agni dan pemerintah setempat serta masyarakat.
Namun jauhnya jarak tempuh serta sulitnya medan karhutla menjadi tantangan bagi mereka dalam menangani karhutla tapi hal itu tidak menyurutkan personil dalam membasmi api.
Karena mereka sendiri memiliki semboyan pantang pulang sebelum padam.
Untuk itu, tak henti-henti dirinya menghimbau sekaligus mengajak seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali kiranya jangan sampai membuka lahan dengan membakar karena bahaya yang dikeluarkan akan membahayakan banyak orang termasuk keluarga sendiri seperti asap dampak karhutla.
“Karhutla adalah tanggungjawab bersama, peranan kami tidak akan berhasil jika masyarakat tidak mau menggubris maupun tidak memperhitungkan keselamatan orang lain, yang hanya mementingkan diri sendiri”, ujarnya serius.












