Hotspot OKI Capai 570 dan Karhutla Capai 1.682 Ha

- Redaksi

Selasa, 15 September 2026 - 15:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

OKI, inewsnusantara.com–Titik Api atau yang lebih dikenal dengan istilah HOTSPOT di Kabupaten OKI per hari ini, Selasa (15/09) mencapai 570 titik.

Sedangkan luasan lahan yang sudah terbakar hingga saat ini sudah mencapai 1.682 Hektar.

Titik tersebut tersebar dibeberapa wilayah yang memang sebelumnya terdapat titik api diantaranya di dominasi di Kecamatan Cengal, Sungai Menang, dan Air Sugihan.

Dimana Air Sugihan ini merupakan Kecamatan yang berbatasan Kab. OKI dengan Kab. Banyu Asin dan merupakan Konservasi hewan Gajah.

Dijelaskan PLT Ka BPBD Kab. OKI, Nova Triyussanto, kepada awak media ini disela-sela kesibukannya memantau hotspot, mengaku jika titik api yang ada mengalami peningkatan dari dua hari sebelumnya meski tiga hari yang lalu sempat mengalami penurunan.

Terjadinya peningkatan hotspot inj, lanjug Nova disebabkan adanya penumpukan hotspot didalam satu titik di satu Kecamatan.

Baca Juga :  Brigjen Anang Sumpena Tegaskan: Brimob & Intelijen Babel Satu Suara Jaga Kamtibmas

Adapun daerah-daerah rawan Karhutla di Kab. OKI yakni Kecamatan Sungai Menang, Cengal, Tulung Selapan, Air Sugihan, Jejawi, Pampangan, Tanjung Lubuk, Pedamaran Timur dan Kayu Agung.

Daerah tersebut memiliki lahan yang belum produktif pemanfaatannya sehingga masyarakat masih banyak yang membuka lahan baik untuk pertanian, perikanan dan perkebunan dengan cara membakar.

Dan untuk saat ini, belum ada ditemukan penyebab kebakaran itu oleh faktor alam, semuanya karena faktor ulah manusia.

Untuk luasan lahan yang terbakar sendiri, lebih lanjut dijelaskannya, hingga saat ini tercatat mencapai 1.682 hektar terhitung dari bulan Maret hingga 15 September 2026.

BPBD OKI sudah mensiagakan personil dalam menangani karhutla yang mengancam dibantu dari personil gabungan lainnya seperti TNI/Polri, Manggala Agni dan pemerintah setempat serta masyarakat.

Baca Juga :  Diduga Gelapkan Uang Toko Puluhan Juta M-B Dimeja Hijaukan

Namun jauhnya jarak tempuh serta sulitnya medan karhutla menjadi tantangan bagi mereka dalam menangani karhutla tapi hal itu tidak menyurutkan personil dalam membasmi api.

Karena mereka sendiri memiliki semboyan pantang pulang sebelum padam.

Untuk itu, tak henti-henti dirinya menghimbau sekaligus mengajak seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali kiranya jangan sampai membuka lahan dengan membakar karena bahaya yang dikeluarkan akan membahayakan banyak orang termasuk keluarga sendiri seperti asap dampak karhutla.

“Karhutla adalah tanggungjawab bersama, peranan kami tidak akan berhasil jika masyarakat tidak mau menggubris maupun tidak memperhitungkan keselamatan orang lain, yang hanya mementingkan diri sendiri”, ujarnya serius.

Berita Terkait

Gebyar Pajak Kota Pangkalpinang, Prof Saparudin Siapkan 4 Motor untuk Wajib Pajak
Kapolres Ogan Ilir Akan Lakukan Penyelidikan Gudang BBM Ilegal Desa Parit
Peninjauan Karhutla di Area Konsesi PBPH PT TPJ, FKPKMB Cek Langsung Kondisi Lapangan
Mantan Direktur PDAM Tirta Betuah Banyuasin dan 3 Lainnya Jadi Tersangka Korupsi Rp3,94 Miliar
Reses di Baturusa, dr. Zarril Serap Aspirasi PJU dan Pelebaran Jalan
Komisi IV DPRD OKI Bersinergi dengan Pemda Bahas APBD Perubahan 2026
Didit: DPRD Babel Kawal Plasma Hingga Tuntas
Tim SLOG Polri Back Up Pemadaman Karhutla di Kab. OKI, Sumsel

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:12 WIB

Gebyar Pajak Kota Pangkalpinang, Prof Saparudin Siapkan 4 Motor untuk Wajib Pajak

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:04 WIB

Kapolres Ogan Ilir Akan Lakukan Penyelidikan Gudang BBM Ilegal Desa Parit

Kamis, 8 Oktober 2026 - 06:55 WIB

Peninjauan Karhutla di Area Konsesi PBPH PT TPJ, FKPKMB Cek Langsung Kondisi Lapangan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:40 WIB

Mantan Direktur PDAM Tirta Betuah Banyuasin dan 3 Lainnya Jadi Tersangka Korupsi Rp3,94 Miliar

Senin, 5 Oktober 2026 - 21:47 WIB

Reses di Baturusa, dr. Zarril Serap Aspirasi PJU dan Pelebaran Jalan

Berita Terbaru