Bangka Belitung, INC,.– Densus 88 Anti Teror Polri memberikan penguatan wawasan kebangsaan kepada ratusan mahasiswa dalam Pekan Olahraga Mahasiswa (POM) 2026 di IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik (SAS) Bangka Belitung. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan generasi muda terhadap ancaman intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme (IRET) yang kini banyak berkembang di ruang digital.
Dalam sosialisasi tersebut, mahasiswa diberikan pemahaman mengenai berbagai bentuk propaganda yang beredar melalui media sosial, mulai dari penyebaran narasi kebencian, glorifikasi pelaku kekerasan, hingga upaya perekrutan melalui komunitas digital.
Densus 88 menyampaikan, bahwa Indonesia berhasil mempertahankan kondisi zero attack atau nihil serangan teror dalam beberapa tahun terakhir. Capaian tersebut merupakan hasil sinergi antara aparat keamanan, pemerintah, lembaga pendidikan, tokoh masyarakat, dan partisipasi aktif masyarakat.
Meski demikian, ancaman radikalisasi masih menjadi perhatian serius karena terus bertransformasi mengikuti perkembangan teknologi informasi. Generasi muda dinilai menjadi kelompok yang rentan terpapar apabila tidak memiliki literasi digital dan wawasan kebangsaan yang kuat.
Selain memaparkan ancaman IRET, Densus 88 juga memberikan penguatan nilai-nilai Pancasila, toleransi, persatuan, serta semangat kebangsaan sebagai benteng menghadapi berbagai pengaruh ideologi yang bertentangan dengan konstitusi negara.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa IAIN SAS Bangka Belitung diharapkan mampu menjadi generasi yang kritis, menjunjung tinggi toleransi, serta berperan aktif menjaga persatuan dan keamanan bangsa di era digital.













