Imam Wahyudi, Desak PT Timah Tuntaskan RKAB dan Konflik Lahan Warga di Dalam IUP

- Redaksi

Selasa, 14 Juli 2026 - 14:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, INC,. – Anggota Komisi III DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Imam Wahyudi, menegaskan dua persoalan yang selama ini membelit sektor pertambangan timah harus segera diselesaikan, yakni keterlambatan penerbitan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) serta tumpang tindih lahan masyarakat di dalam wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Timah.

Penegasan itu, disampaikan Imam Wahyudi saat Komisi III DPRD Babel melakukan kunjungan kerja ke Kantor PT Timah di Jakarta, Selasa (14/7/2026), dalam rangka pengayaan materi pembahasan Rancangan Peraturan Daerah tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025.

Baca Juga :  Budaya Midang Tetap Lestari, Gubernur HD Bangga Warga OKI Teguh Jaga Tradisi

Menurut Imam Wahyudi, pembahasan berlangsung dinamis karena menyangkut langsung kepentingan masyarakat Bangka Belitung dan keberlangsungan sektor pertambangan timah di daerah.

“Pembahasan cukup alot, karena persoalan RKAB dan tumpang tindih lahan menjadi keluhan yang terus disampaikan masyarakat. Kami ingin ada kepastian solusi agar tidak terus berlarut,” kata Imam.

Dalam pertemuan tersebut, Anggota Komisi III DPRD Babel Johan turut mempertanyakan minimnya kuota RKAB di Belitung meski stok bijih timah disebut telah menumpuk.

“Kami meminta penjelasan, mengapa kuota RKAB di Belitung masih sangat terbatas, sementara stok bijih timah sudah banyak tersedia,” ujarnya.

Baca Juga :  Oknum DPRD OKI Diduga Terlibat "Main Pokir"

Sementara itu, Anggota Komisi III, Syarifah, menyoroti masih banyaknya fasilitas umum dan permukiman warga yang berada di dalam kawasan IUP PT Timah. Ia meminta adanya kejelasan mekanisme pelepasan lahan agar tidak terus memicu konflik di tengah masyarakat.

Komisi III DPRD Babel menegaskan, akan terus mengawal penyelesaian kedua persoalan tersebut agar aktivitas pertambangan tetap berjalan, namun tidak mengabaikan kepastian hukum dan hak-hak masyarakat di Bangka Belitung.

Berita Terkait

Cegah Kemacetan Pagi, Kapolsek Gerunggang Kerahkan Personel di Dua Titik Strategis
102 Pelaku Ekraf Pangkalpinang Dilatih Bikin Konten Digital, Prof Udin Apresiasi Kementerian Ekraf
Pangkalpinang Siapkan Gema Ekraf 2027, Yan Rizana Dorong UMKM Naik Kelas
Targetkan 800 Pasien, Rudianto Tjen Buka Peluang Warga Babel Ikuti Operasi Katarak Gratis
Keaktifan Posyandu Capai 100 Persen, Wali Kota Pangkalpinang Fokus Benahi Sarpras
Wali Kota Pangkalpinang Hadiri Hari Santri 2026, PCNU Santuni 64 Kaum Dhuafa
Dari Air Bersih hingga Paket Gizi, Lazismu Babel Perkuat Program Cegah Stunting di Bangka Barat
Sinergi dan Amanah Baru, Al Imran Diharapkan Perkuat Kinerja DPRD Bangka

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:25 WIB

Cegah Kemacetan Pagi, Kapolsek Gerunggang Kerahkan Personel di Dua Titik Strategis

Selasa, 27 Oktober 2026 - 12:44 WIB

102 Pelaku Ekraf Pangkalpinang Dilatih Bikin Konten Digital, Prof Udin Apresiasi Kementerian Ekraf

Selasa, 27 Oktober 2026 - 12:28 WIB

Pangkalpinang Siapkan Gema Ekraf 2027, Yan Rizana Dorong UMKM Naik Kelas

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:10 WIB

Keaktifan Posyandu Capai 100 Persen, Wali Kota Pangkalpinang Fokus Benahi Sarpras

Minggu, 25 Oktober 2026 - 12:22 WIB

Wali Kota Pangkalpinang Hadiri Hari Santri 2026, PCNU Santuni 64 Kaum Dhuafa

Berita Terbaru

Daerah

HAMASS Akan Kembali Demo Oknum Sekretaris Dinkes OKl

Senin, 26 Okt 2026 - 20:27 WIB