Jakarta, INC. – Bawaslu Kota Pangkalpinang, kembali mengukir prestasi di tingkat nasional. Di tengah ketatnya persaingan pengawasan pemilu, Bawaslu Pangkalpinang berhasil menyingkirkan 511 dari total 514 Bawaslu kabupaten/kota se-Indonesia dan meraih peringkat ketiga nasional dalam kategori aktivitas pencegahan terbaik pada Pemilu dan Pilkada 2024–2025.
Penghargaan tersebut diserahkan, dalam malam penganugerahan Apresiasi Pencegahan dan Partisipasi Masyarakat yang digelar Bawaslu RI pada Kamis, 19 Desember 2025, di Jakarta. Capaian ini dinilai sebagai bukti kuat keberhasilan Bawaslu Kota Pangkalpinang dalam meminimalisir potensi pelanggaran, sengketa administratif, hingga dugaan tindak pidana pemilu.
Anggota Bawaslu RI, Totok Hariono, menegaskan bahwa penilaian pencegahan tidak diukur dari nihilnya laporan pelanggaran, melainkan dari sejauh mana upaya pencegahan dijalankan secara sistematis dan sesuai indikator yang telah ditetapkan.
“Bukan berarti tidak ada laporan yang masuk, tetapi bagaimana proses pencegahan itu dilakukan secara optimal dan terukur,” ujar Totok Hariono, didampingi Anggota Bawaslu RI Loly Suhenti.
Ia menambahkan, penganugerahan ini merupakan bentuk apresiasi atas kerja nyata jajaran Bawaslu di daerah yang telah menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga kualitas demokrasi. Menurutnya, Bawaslu tidak hanya berperan sebagai penyelenggara teknis pemilu, tetapi juga sebagai garda terdepan penjaga demokrasi.
Di tempat terpisah, Ketua Bawaslu Kota Pangkalpinang, Imam Ghozali, menyampaikan rasa syukur atas pencapaian tersebut. Ia menilai penghargaan ini bukan sekadar prestasi, melainkan pengingat sekaligus pemantik untuk terus meningkatkan kinerja pengawasan ke depan.
“Alhamdulillah, dengan segala dinamika dan ikhtiar yang dilakukan, Bawaslu Kota Pangkalpinang dapat meraih penghargaan ini. Ini menjadi trigger bagi kami untuk terus berbenah dan bekerja lebih maksimal dalam mengawal proses kepemiluan di Kota Pangkalpinang,” ungkap Imam.
Sementara itu, Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Parmas, dan Humas Bawaslu Kota Pangkalpinang, Wahyu Saputra, menegaskan bahwa keberhasilan ini bukan hanya milik lembaganya semata.
“Penghargaan ini kami maknai sebagai hasil kerja bersama. Bukan hanya Bawaslu, tetapi juga para stakeholder dan seluruh masyarakat Kota Pangkalpinang yang peduli terhadap integritas pemilu dan pilkada,” pungkas Wahyu.
Prestasi ini sekaligus menegaskan posisi Bawaslu Kota Pangkalpinang sebagai salah satu daerah dengan praktik pengawasan pemilu terbaik di Indonesia.













