213 Inovasi Dikerahkan, Bupati Bateng Bidik Status Daerah Paling Inovatif Nasional

- Redaksi

Minggu, 7 Juni 2026 - 17:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANGKATENGAH, inewsnusantara. Com-Bupati Bangka Tengah (Bateng), Algafry Rahman, tancap gas mempersiapkan Kabupaten Bangka Tengah menjadi salah satu daerah paling inovatif di Indonesia. Melalui penyusunan Rencana Induk dan Peta Jalan Pemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Daerah (RIPJPID) Tahun 2025–2029 serta Penguatan Inovasi Daerah Tahun 2026, Pemkab Bateng mengonsolidasikan sedikitnya 213 inovasi daerah yang telah lahir dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kecamatan, puskesmas, sekolah hingga desa.

Langkah strategis tersebut ditegaskan Algafry saat membuka Rapat Koordinasi Penguatan Inovasi Daerah yang digelar Badan Perencanaan Pembangunan dan Penelitian Pengembangan Daerah (Bapperida) belum lama ini.

Menurut Orang Nomor Satu di Kabupaten Bateng yang berjuluk Bumi Selawang Segantang ini, inovasi bukan lagi sekadar pelengkap administrasi pemerintahan, melainkan instrumen utama untuk mempercepat pelayanan publik, meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta memperkuat daya saing daerah di tingkat nasional.

“Kita ingin inovasi menjadi budaya kerja. Bukan sekadar mengejar penghargaan, tetapi bagaimana masyarakat benar-benar merasakan manfaat dari setiap program yang kita hadirkan,” tegas Ayi sapaan akrab Bupati Algafry.

Bateng, saat ini memiliki 213 inovasi yang mencakup hampir seluruh sektor pembangunan. Pada sektor tata kelola pemerintahan dan digitalisasi misalnya, hadir berbagai inovasi seperti Si Cerdas, Aurora Bateng, Lugas Bateng, Pusui, SI ABANG GANTENG, E-Raport, E-Serasi, SIP Koba, Fosil Indah, Bengkel Inovasi, Kelas Bengkel, Natak Inovasi, LIVID, SAJADAH, Sikaolin, Sipelawan, SiSadap, SiMangkol, Siketawai, SIPATEN, SIPADAT, E-PBB, Sibin Tukar, Sion-Kon, Pelaporan Hitung Cepat Pilkada, Open Talangan Namedig, SI MEICAN, SITARU, Silakso, SEPAKAT, SILEPED, SI Album Desa, SILANCAR, Serasi Bateng, Sikok Data, Halo Aptika, Call Center PPID, Buku Tamu Elektronik, e-Arsip Beriman, SI-PERETAS, Paten, Madu Lubuk, KIPING, SUPEL, Natak Wisata, Koin Emas dan berbagai inovasi digital lainnya.

Di sektor pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia, Pemkab Bangka Tengah mengembangkan Getas Itulah, Kelas Dua, SIPERADIK, ASIK GTK, Prawira Sebateng, Karisma, SIPAS, Gaharu, Poksis, Mana Bu Suryani, Kanti Bekisah Ku Ade untuk Ka serta berbagai program peningkatan mutu pendidikan lainnya.

Baca Juga :  Dengan Meneladani Akhlak Rasulullah, Polres OKI Wujudkan Polri Presisi

Untuk bidang kesehatan, jumlah inovasi bahkan menjadi salah satu yang terbanyak. Di antaranya LA SIAP, FANTASTIS, SINANDA, SIPERINTIS, LA SIHAT, JUARA, AGER KESORGA, AMALIA, Bunda Posyandu, GETA JATI, SI KEBABS, AOK, Chating Sikamila, Bronis Abah, Taman Baca Rumah Sakit, Sikaolin Konsultasi Online, Daftar Pasien Online Via WA, Si Mantap Rasa, SIPP-IBS, Anjelin, Gesit Kepung, Gema Berok, Halo Sobat Koba, Pesan Singkat, Koba Interaktif, Seseran Koba, Dokter Cerdik Bertamu, Gerai Sehati, Merdeka, Kantong Dorami, Inovasi Pendekar, Inovasi Jumset, Ketok Lawang, Posiba, Datuk Berdasi, Gempita, Pekan Ceting, Geligi, Pelanduk Lansia, Puspa Melati, Duhai Terindu, Datuk Bedincak, Genting, SAMBAT, PEGI PEGI, JEMAAH SEHAT, Bu Siska, PENYU RAJA SIHAT, Pandora Bateng, Ketok Pintu Sekaput, Terasi Lapog, Keritek Sungaiselan, Jampian, Rusip Pedas, Sigemuk, Hidropenting, Si Menantu, Posyandu Hambor Natak, Buku Resep Masakan BU Eva, Sihati Ciqar dan Cehati.

Pada sektor sosial, kependudukan, perlindungan perempuan dan anak, terdapat inovasi Batik Cual, Amoy Noni Siperawan, Dukcapil Goes To Schools, SI PADING, Dokter Sari Cantik, Penantian, HE For SHE and KIDS, KISANAK, Si Pelindung, SIWA KENCANA, KURAU, ULAT DAUN, PERISAI BANGSA, Permata Pena dan berbagai inovasi perlindungan sosial lainnya.

Di bidang lingkungan hidup dan pengelolaan kawasan berkelanjutan, Bangka Tengah memiliki Mangrove, BASLING, KUMUH PATROL, ICOVER, MENAKSIR, SIFITRI, Bank Sampah BERTAMBAH, Bank Sampah Besauh Maju, Gelasa, KURAU, SIP Koba, Serasi Bateng serta berbagai inovasi pengelolaan lingkungan lainnya.

Sektor ekonomi kreatif, UMKM dan pariwisata juga berkembang pesat melalui inovasi Pesan Abang, BEKECAK, Bangka Tengah Berqurban, Bangka Tengah Travelpedia, Sipandan, Infasol, Festival NgabubuArt, Fab City Bangka Tengah, KU-BEGAYA, Ranting Emas, SI-KEMBANG MERAH, Natak Wisata, Agrowisata Durian Bukit Nek Ayam, Lagu Mars Bangka Tengah, KIOS Maritim, Laku Banget, Kawan Yo Gi Pelesir dan Teman Chatting.

Baca Juga :  Pemdes Bengkuang Kembali Salurkan BLT DD Tahun 2025

Sementara itu sektor kelautan dan perikanan diperkuat melalui inovasi DAYANG MESRA, Fishcare, PAKAN RAKYAT, SI ABANG TAMPAN, SIDOLPIN, SIPELIKAN, Jempol Ikan, AKURAT, ARUMI, Bang Ayi, PNS KEREN, Pembenihan, KAWAN YO GI PELESIR, KIOS MARITIM dan TEMAN CHATTING.

Pada sektor pertanian, perkebunan, peternakan dan ketahanan pangan, hadir inovasi TAMPAH DUWIT, UBI MENTEGA, SIBABE, PELANDUK, GETAS RASA ASIN, OCTOPUS, SIPADING GAWIT, SIPPAHIT, PELANGI, PAGAR RUMAH, SAMBALADA ASIN, NGETEM PADI BAE, MENGALO DISANTAN, SIMAS GANTENG, ASAM KANDIS, DAPUR PASTA, PENITI SOLOK, MASANG MUDEL GULE BIAR MANTEP, MI’AK HEBAT, SIBERAS, Unicorn Madu, KERIPIK CRISPY PEPAYA dan berbagai inovasi pangan lainnya.

Selain itu terdapat pula inovasi lintas sektor seperti ADE PERAN, GADIS NAMANG, PRAJA MENIJAK SIRAH, Praja Bina Desa, PATROLI MALGUMIS, PASTIKAN KOBA, Operasi Kenakalan Remaja (ONAR), LIDI KABUNG, Dipeletik, Rusip Enak dan sejumlah inovasi pelayanan masyarakat lainnya.

Algafry menegaskan, seluruh inovasi tersebut akan menjadi modal besar Bangka Tengah dalam menghadapi penilaian Innovative Government Award (IGA) Tahun 2026.

Menurutnya, tren inovasi Bangka Tengah terus meningkat sejak tahun 2021 hingga 2025. Karena itu, pemerintah daerah menargetkan status Kabupaten Sangat Inovatif bahkan masuk jajaran daerah terbaik tingkat nasional.

“Kita ingin Bangka Tengah dikenal bukan hanya karena pembangunan fisiknya, tetapi juga karena kemampuan melahirkan solusi-solusi kreatif yang menjawab kebutuhan masyarakat,” ujar Algafry.

Ia menambahkan bahwa penyusunan RIPJPID menjadi fondasi penting agar seluruh inovasi yang telah lahir dapat berjalan terarah, terukur, memiliki dasar regulasi yang kuat dan berkelanjutan.

Dengan dukungan 213 inovasi yang mencakup sektor pemerintahan, pendidikan, kesehatan, sosial, ekonomi, pertanian, perikanan, lingkungan hidup hingga teknologi digital, Bangka Tengah kini bersiap menatap IGA Award 2026 dengan optimisme tinggi.

Bagi Algafry, penghargaan hanyalah bonus. Yang paling utama adalah memastikan setiap inovasi benar-benar menghadirkan pelayanan yang lebih cepat, lebih mudah dan lebih bermanfaat bagi masyarakat Bangka Tengah. (RI)

Berita Terkait

SMAN 2 Unggulan Talang Ubi Terapkan Program Teman SMA
RSUD PALI Ajak Warga Terapkan Pola Hidup Sehat
SDN 17 Talang Ubi Terapkan Guru Tamu
SMAN 1 Talang Ubi Pali Butuh Support Pemerintah
HAMASS Minta Kejati Sumsel Usut Dugaan KKN Cetak Sawah PALI
HAMASS Minta APH Periksa Kadimtan Kota Palembang
Kapolres OKI Sambut 14 Personel Seskoad, Edukasi Warga Cegah Karhutla
Tiga Pegawai BRI Jadi Tersangka Dugaan Korupsi KUR di Pampangan OKI, Dua Langsung Ditahan

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 22:53 WIB

SMAN 2 Unggulan Talang Ubi Terapkan Program Teman SMA

Selasa, 8 September 2026 - 17:54 WIB

SDN 17 Talang Ubi Terapkan Guru Tamu

Senin, 7 September 2026 - 13:13 WIB

SMAN 1 Talang Ubi Pali Butuh Support Pemerintah

Kamis, 3 September 2026 - 20:19 WIB

HAMASS Minta Kejati Sumsel Usut Dugaan KKN Cetak Sawah PALI

Kamis, 3 September 2026 - 20:15 WIB

HAMASS Minta APH Periksa Kadimtan Kota Palembang

Berita Terbaru

Daerah

SMAN 2 Unggulan Talang Ubi Terapkan Program Teman SMA

Kamis, 10 Sep 2026 - 22:53 WIB