Geram Harga Anjlok di Bawah HPP, Wamentan Sudaryono : 2 Hari Lagi Bulog Harus Serap Gabah Petani

- Redaksi

Senin, 13 Januari 2025 - 21:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

OGAN ILIR, inewsnusantara.com– Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) RI, Sudaryono meminta Badan Urusan Logistik (Bulog) segera menyerap gabah dari petani yang telah memasuki puncak musim panen padi di tahun ini.

Sudaryono mengatakan, hal ini seusai dengan harga pokok penjualan atau HPP yang telah ditetapkan pemerintah yaitu sebesar Rp 6.500 per kilogram.

“Penyerapan gabah petani harus segera dilakukan agar mampu menjaga harga beras tetap tinggi dan para petani menerima keuntungan,” kata Sudaryono saat meninjau panen raya petani di Desa Pelabuhan Dalam, Kecamatan Pemulutan, Ogan Ilir, Senin (13/1/2025).

Sebab menurut Sudaryono saat ini masih ditemukan fakta di Sumatera Selatan bahwa harga gabah petani dijual dibawah Rp 5.400 per kilogram, sangat jauh di bawah HPP yang telah ditetapkan pemerintah.

“Jangan ada lagi harga gabah di bawah Rp 5.400 di tingkat petani. Saya minta tolong tengkulak jangan untung sendiri, kasihan petani. Karena itu dua hari lagi Bulog juga harus siap serap gabah sesuai dengan HPP,” pinta Sudaryono

Baca Juga :  Polres OKI Gelar Silaturahmi Bareng Organisasi Pemuda dan Mahasiswa Se Kab. OKI

Pria yang akrab disapa Mas Dar ini melanjutkan, harga gabah sesuai HPP yang telah diputuskan Presiden Prabowo Subianto adalah sebesar Rp 6.500 per kilogram.

Dia menjelaskan, kebijakan HPP gabah ini bertujuan untuk menjaga dan melindungi harga dasar gabah dan beras di tingkat petani.

Menurutnya, kebijakan ini juga menjadi instrumen untuk mengoptimalkan penyerapan hasil panen petani dalam negeri.

“Pembelian sesuai HPP itu perlu dilakukan agar petaninya sejahtera dan supaya petaninya untung. Kalau untung, mereka semangat dan kalau semangat, menanamnya juga semangat, maka panenya banyak,” jelas Sudaryono.

“Kalau panenya banyak, tidak perlu impor lagi. Kalau tidak impor, makin semangat menanamnya lagi,” imbuhnya.

Masih kata Sudaryono, Presiden Prabowo Subianto telah memberi perhatian khusus kepada para petani agar semakin bersemangat dalam memproduksi produk pertanian.

Dan nantinya, tugas negara yang akan menyerap hasil panen para petani.

Baca Juga :  Terdakwa Kasus Dugaan Korupsi lahan tol Betung-Tempino, Yudi Herzandi Keberatan dan Tolak Dakwaan Jaksa Penuntut Umum Kejari Muba.

“Dan saya sampaikan di sini, sekarang tanggal 13 Januari. Tanggal 15 Januari, itu Bulog sudah dikirim surat perintah untuk mulai menyerap gabah rakyat. Harganya Rp 6.500,” tegas Sudaryono.

“Tapi jangan juga jadi kompeni baru, ya. Atau tengkulak-tengkulak baru, jangan jadi kompeni baru dengan memeras rakyat. Presidenya sudah Pak Prabowo, tidak boleh lagi rakyat susah, itu tidak boleh lagi,” pintanya.

Mengenai hal ini, Sudaryono menyayangkan harga gabah di Sumatera Selatan merupakan yang paling anjlok jika dibandingkan provinsi lain.

Untuk itu, diharapkan Bulog segera turun tangan membantu para petani yang sudah berjuang meningkatkan produksi.

“Harus diteliti kenapa harga turun, harus ada respon. Kenapa, karena kalau turun Rp 5 ribu per kilogram kan sayang kita sudah kerja, tentara sudah turun, polisi sudah turun. Masa harganya Rp 5 ribu per kilogram,” tandasnya. (Mat)

Berita Terkait

Masyarakat Desa Baturaja EPD Keluhkan Penyaluran Bansos Tak Tepat Sasaran
Kurang Dari 24 Jam, Polres OKI Tangkap Pelaku Penganiayaan Maut di Air Sugihan
Bio Solar Langka, SPBU Palem Raya Diduga Sarang Mafia BBM Subsidi
Galang Kekuatan Pertahanan Rakyat, Babinsa Aktifkan Linmas Desa
Pantau Keamanan Wilayah, Babinsa Koptu Harisun Rutin Sambangi Poskamling
Densus 88 Perkuat Benteng Pelajar Babel, 1020 Siswa SMPN 1 Rangkui Dibekali Pencegahan Radikalisme Digital
PWI Bateng Perkuat Kemitraan dengan Kapolres Baru, AKBP Samuel Siap Lanjutkan Program Positif
Berikan Materi Bela Negara Serta Wawasan Kebangsaan, Babinsa Bentuk Karakter Siswa Melalui MPLS

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 14:24 WIB

Masyarakat Desa Baturaja EPD Keluhkan Penyaluran Bansos Tak Tepat Sasaran

Sabtu, 25 Juli 2026 - 11:07 WIB

Kurang Dari 24 Jam, Polres OKI Tangkap Pelaku Penganiayaan Maut di Air Sugihan

Kamis, 23 Juli 2026 - 20:15 WIB

Bio Solar Langka, SPBU Palem Raya Diduga Sarang Mafia BBM Subsidi

Kamis, 23 Juli 2026 - 12:50 WIB

Galang Kekuatan Pertahanan Rakyat, Babinsa Aktifkan Linmas Desa

Sabtu, 18 Juli 2026 - 14:49 WIB

Pantau Keamanan Wilayah, Babinsa Koptu Harisun Rutin Sambangi Poskamling

Berita Terbaru

Banyuasin

Galang Kekuatan Pertahanan Rakyat, Babinsa Aktifkan Linmas Desa

Kamis, 23 Jul 2026 - 12:50 WIB