Pangkalpinang, inewsnusantara.com — Wali Kota Pangkalpinang Prof. Udin menghadiri acara Pelantikan Pengurus Pemuda Muhammadiyah Kota Pangkalpinang di Balai Besar Bethason kantor Walikota Pangkalpinang, Sabtu, (01/10/2025).
Prof. Udin menyampaikan pesan tajam dan penuh semangat, ia mengingatkan bahwa pemuda adalah motor utama perubahan, bukan sekadar pelengkap pembangunan.
“Saya itu kalau sudah lihat pemuda mulai bergerak, saya merasa ngeri sekaligus bangga. Bung Karno bilang: berikan aku sepuluh pemuda, akan kuguncangkan dunia. Kalau pemuda Muhammadiyah bersatu, saya yakin kota ini akan berubah besar,” tegasnya.
Prof. Udin menyinggung momentum Hari Sumpah Pemuda yang baru diperingati, sebagai simbol kuatnya semangat persatuan di Indonesia. Ia bahkan membandingkan dengan Papua Nugini yang hingga kini tidak memiliki bahasa pemersatu.
“Bayangkan, Papua Nugini sampai sekarang tidak punya bahasa persatuan. Tapi pemuda Indonesia di tahun 1928 sudah bersumpah untuk satu tanah air, satu bangsa, satu bahasa. Itu kekuatan besar,” ujarnya.
Menurutnya, visi Smart City Pangkalpinang bukan hanya tentang teknologi, tetapi soal pembangunan peradaban dan kesadaran hidup warga kota.
“Kota cerdas bukan cuma urusan digital, tapi tentang kesadaran sosial, kesadaran beragama, dan kesadaran budaya. Itulah kota cerdas sesungguhnya,” jelas Prof. Udin.
Ia juga menyinggung tantangan nyata yang dihadapi pemerintah kota, mulai dari sampah, banjir, hingga kondisi pasar tradisional. Bahkan, saat pertama menjabat, ia langsung menerima surat dari Menteri Lingkungan Hidup yang menyatakan Pangkalpinang masuk kategori darurat sampah.
“Begitu saya duduk, langsung disodorkan surat dari Menteri LH: Pangkalpinang darurat sampah. Ini bukan main-main. Kita harus bereskan bersama,” ungkapnya.
Prof. Udin pun mendorong Pemuda Muhammadiyah agar aktif berinisiatif dan membuat program konkret, terutama dalam pengelolaan lingkungan seperti TPS3R (Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle) yang kini menjadi fokus pemerintah pusat.
Banyak peluang dari kementerian yang bisa kita raih pemerintah pusat menunggu daerah yang kreatif. Jadi ayo Pemuda Muhammadiyah, ajukan gagasan! Pemerintah kota siap fasilitasi,” tegasnya.
Prof. Udin, juga mengapresiasi gelombang baru anak muda Pangkalpinang yang mulai turun langsung menyusun proposal dan mempresentasikan ide ke kementerian.
“Sekarang anak muda datang ke dinas, bukan dinas yang nunggu. Mereka bawa ide, bawa data, minta dukungan. Ini perubahan luar biasa,” katanya.
Prof. Udin menambahkan, pentingnya sinergi antara pemerintah dan pemuda untuk membangun Pangkalpinang yang lebih maju, bersih, dan berperadaban.
”Silahkan bawalah gagasan kalian, pemerintah siap mendukung. Pemuda adalah harapan masa depan Pangkalpinang,” tandasnya.













