Komunikasi Publik dan Kepanikan BBM

- Redaksi

Kamis, 12 Maret 2026 - 16:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pangkalpinang, INC,. -Bulan Ramadan seharusnya menjadi waktu untuk menahan lapar dan menjaga kesabaran. Namun tahun ini masyarakat juga dihadapkan pada ujian lain, yaitu pernyataan pejabat publik yang justru menimbulkan kekhawatiran.

Ketegangan geopolitik antara Iran dan Israel kembali memanas dan berpotensi memengaruhi stabilitas energi global. Sebagai negara yang masih bergantung pada impor energi, Indonesia tentu tidak sepenuhnya lepas dari dampaknya.

Dalam situasi seperti ini, masyarakat sebenarnya berharap mendapatkan informasi yang menenangkan. Namun pernyataan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia yang menyebut cadangan BBM nasional sekitar 20 hari justru memicu kekhawatiran. Bagi masyarakat awam, pernyataan tersebut dapat menimbulkan kesan bahwa negara sedang menghadapi ancaman krisis energi.

Baca Juga :  915 Warga Gerunggang Terima Bantuan Pangan, Setiap KPM Dapat 20 Kg Beras dan 4 Liter Minyak Goreng

Akibatnya, fenomena panic buying terjadi di berbagai daerah. Antrean panjang terlihat di sejumlah SPBU milik Pertamina karena masyarakat khawatir pasokan BBM akan langka. Kepanikan ini kemudian dimanfaatkan oleh oknum yang menimbun BBM dan menjualnya dengan harga lebih tinggi.

Di Kepulauan Bangka Belitung, kondisi ini terasa semakin ironis. Daerah yang dikenal sebagai negeri timah dengan sumber daya alam besar justru kerap menghadapi berbagai kelangkaan, mulai dari gas elpiji 3 kilogram hingga BBM. Situasi tersebut tidak hanya soal distribusi, tetapi juga menyangkut tata kelola dan stabilitas ekonomi daerah.

Masyarakat tentu berharap pemerintah lebih berhati-hati dalam menyampaikan informasi ke ruang publik. Komunikasi yang tidak utuh dapat menimbulkan spekulasi dan kepanikan. Di sisi lain, aparat penegak hukum juga perlu bertindak tegas terhadap praktik penimbunan yang merugikan masyarakat.

Baca Juga :  Personel PAM Lalan Cek Kesehatan Kawal Pilkada

Pada akhirnya, masyarakat hanya membutuhkan dua hal dari pemerintah: komunikasi yang bijak dan kebijakan yang berpihak pada rakyat. Tanpa itu, kepanikan akan terus berulang setiap kali muncul isu terkait kebutuhan dasar.

Di negeri timah ini, kelangkaan seolah datang silih berganti. Sebuah ironi yang menjadi pengingat bahwa kekayaan sumber daya seharusnya mampu menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakatnya.

Berita Terkait

Densus 88 Perkuat Benteng Pelajar Babel, 1020 Siswa SMPN 1 Rangkui Dibekali Pencegahan Radikalisme Digital
PWI Bateng Perkuat Kemitraan dengan Kapolres Baru, AKBP Samuel Siap Lanjutkan Program Positif
Pemkab Bangka Targetkan Ekonomi Tumbuh 4,69 Persen pada 2027, Fokus APBD untuk Kesejahteraan Rakyat
Respon Cepat BPBD dan Damkar, Padamkan Kebakaran Lahan di Belakang Perumahan Damai Lestari 6
Imam Wahyudi, Desak Pelindo Dorong Pengembangan Pelabuhan Pangkalbalam Masuk PSN
Imam Wahyudi Desak Pelindo Dorong Pengembangan Pelabuhan Pangkalpinang Masuk PSN
Imam Wahyudi, Desak PT Timah Tuntaskan RKAB dan Konflik Lahan Warga di Dalam IUP
Usai Paripurna, H. Hendra Yunus Dikejutkan Staf di Hari Ulang Tahun ke-50

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 12:48 WIB

Densus 88 Perkuat Benteng Pelajar Babel, 1020 Siswa SMPN 1 Rangkui Dibekali Pencegahan Radikalisme Digital

Rabu, 15 Juli 2026 - 21:40 WIB

PWI Bateng Perkuat Kemitraan dengan Kapolres Baru, AKBP Samuel Siap Lanjutkan Program Positif

Rabu, 15 Juli 2026 - 09:39 WIB

Pemkab Bangka Targetkan Ekonomi Tumbuh 4,69 Persen pada 2027, Fokus APBD untuk Kesejahteraan Rakyat

Selasa, 14 Juli 2026 - 16:01 WIB

Respon Cepat BPBD dan Damkar, Padamkan Kebakaran Lahan di Belakang Perumahan Damai Lestari 6

Selasa, 14 Juli 2026 - 14:42 WIB

Imam Wahyudi, Desak Pelindo Dorong Pengembangan Pelabuhan Pangkalbalam Masuk PSN

Berita Terbaru

Palembang

Warga Mangsang Desak Mabes Polri

Senin, 27 Jul 2026 - 18:38 WIB

Banyuasin

Galang Kekuatan Pertahanan Rakyat, Babinsa Aktifkan Linmas Desa

Kamis, 23 Jul 2026 - 12:50 WIB