OGAN ILIR,Inewsnusantara.com – Tiga remaja diamankan oleh Tim Patroli Perintis Presisi Sat Samapta Polres Ogan Ilir dalam Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) 2025.
Ketiga remaja itu diamankan karena kedapatan mengadakan balap liar di wilayah Indralaya, Ogan Ilir.
Kasat Samapta Polres Ogan Ilir AKP Sutopo, didampingi Kanit Patroli Aipda Beni Harmoko mengatakan, mereka yang diamankan kini dibawa ke Mapolres Ogan Ilir.
“Iya, yang ikutan balap liar sama kendaraan sepeda motornya kami amankan tadi malam,” kata Sutopo kepada wartawan di Indralaya, Rabu (26/2/2025).
Ketiganya yakni berinisial KP (16 tahun), IA (18 tahun) dan RA (17 tahun), semuanya warga Indralaya.
Penindakan balap liar di Indralaya berdasarkan laporan masyarakat yang resah.
Selain suara knalpot kendaraan yang bising, aktivitas balap liar sangat membahayakan keselamatan jiwa.
“Makanya kami tindak. Jadi bukan saat Operasi Pekat saja, melainkan setiap saat,” ujar Sutopo.
Lewat penindakan balap liar ini juga, polisi berupaya menelusuri keberadaan motor bodong diduga hasil curian.
“Seperti yang ditangkap karena balap liar semalam. Tidak ada STNK dan plat nomor, mesti ditelusuri,” kata Sutopo.
Terhadap ketiga remaja yang diamankan, polisi melakukan pendataan dan pembinaan agar tak mengulangi perbuatan serupa.
Pihak kepolisian juga berkoordinasi dengan orang tua dan guru para remaja tersebut.
“Kami mengimbau kepada masyarakat, khususnya para remaja, agar tidak melakukan aksi balap liar yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain. Kami akan terus melakukan patroli rutin dan menindak tegas pelanggaran seperti ini demi menjaga keamanan dan ketertiban,” kata Sutopo menegaskan.
Diketahui, aksi balap liar di Indralaya telah memakan tiga korban jiwa.
Kasi Humas Polres Ogan Ilir AKP Herman Ansori menuturkan, kecelakaan maut karena balap liar hendaknya dapat menjadi pelajaran bagi masyarakat.
“Pada Desember 2023 lalu ada tiga orang meninggal karena balap liar. Dua orang yang balapan itu warga Ulak Bedil (Indralaya) dan Segayam (Pemulutan Selatan). Terus satu lagi penonton yang jadi korban itu orang Palembang,” kata Herman dihubungi terpisah.
Polisi akan terus meningkatkan intensitas patroli guna mencegah aksi balap liar di wilayah hukum Polres Ogan Ilir.
“Kita tidak ingin ada lagi korban jiwa akibat kecelakaan apalagi karena balap liar. Maka upaya preemtif dan preventif gencar dilakukan,” kata Herman.(Mat)













