Limbah Cetak Sawah Pedamaran Masih Dikeluhkan Warga

- Redaksi

Rabu, 1 April 2026 - 11:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

OKI, inewsnusantara. Com-Dampak adanya program cetak sawah di Kecamatan Pedamaran Kab. OKI hingga kini masih menuai keluhan masyarakat sekitar lokasi kegiatan.

Dimana lokasi kegiatan cetak sawwh itu tepatnya di desa Cintajaya Kecamatan Pedamaran.

Namun ironis, dijelaskan Arpandi, salah satu nelayan setempat, Rabu (01/04), sejak kegiatan itu berlangsung sejak itu pula masyarakat mulai merasakan dampak yang dinilai cukup merugikan.

Diantaranya masyarakat kesulitan melintasi sungai Air Itam karena sungai tersebut dipenuhi oleh limbah kotoran cetak sawah berupa rerumputan kumpai serta bekas kayu-kayu kecil berserakan membusuk.

Masyarakat kini tidak bisa lagi beraktivitas di sungai yang ada tersebut padahal diakui masyarakat Sungai Air Itam menjadi salah satu pusat ekonomi masyarakat dalam mencari nafkah memenuhi kebutuhan hidup.

Baca Juga :  Pimpin Apel Pagi, Kapolsek Pulau Rimau Tekankan Disiplin dan Kesiapsiagaan

Nyatanya saat ini para nelayan yang kerap menangkap ikan di Sungai itu sudah tidak bisa lagi mencari ikan karena kondisi sungai yang tertutup oleh rerumputan.

Begitu juga aktivitas lainnya tidak bisa dilakukan karena masyarakat kesulitan melintasi sungai sebagai jalur penghubung lalu lintas.

Padahal diakuinya sebelum program cetak sawah itu ada semuanya baik-baik saja.

Meski sebelumnya masyarakat sempat melakukan protes bahkan meminta awak media untuk mempublish permasalahan tersebut namun tidak ada tindaklanjut yang lebih nyata.

Baca Juga :  DPRD Prov.Sumsel gelar Rapat Paripurna Hari jadi Prov.Sumsel ke-79 bertema “Bersama Membangun Sumsel, Mari Bersinergi Mewujudkan Sumsel Maju Terus untuk Semua

Senada diungkapkan Rita Sugiarto dan Wili, yang merasa heran mengapa seakan-akan pemerintah memilih diam dan tutup mata ketimbang mendengarkan jeritan hati rakyat kecil.

“Bukankah cetak sawah itu untuk mensejaterahkan masyarakat bukan justru membuat masyarakat menjadi terpuruk”, ujar masyarakat sedih.

Untuk itu diminta kepada pihak yang berkompeten untuk dapat turun langsung ke lokasi guna mengecek limbah serta membersihkan sungai Air Itam agar masyarakat kembali bisa beraktivitas dan ekonomi menjadi stabil.

Berita Terkait

Peradi Palembang Adakan Pelantikan Pengacara Baru
Rekrutmen Tuai Sorotan, Dugaan Prosedur Tak Transparan PT ISS Indonesia di Lingkungan PT Timah Tbk
Rekrutmen PT ISS di Disorot, Dua Peserta Tembus Tahap Akhir Tanpa Seleksi Awal
GESID Babel konsolidasikan budaya Belinyu, pagelaran Titang Tue Doa Sekampung segera digelar
Andika Saputra: Pemkot Pangkalpinang Gencarkan Bersih Pasar, Harga Bahan Pokok Relatif Stabil
Wali Kota Pangkalpinang Dorong Sekolah Advent Cetak Generasi Unggul dan Tangguh di Era Digital
Wali Kota Saparudin: Sampah Bukan Sekadar Fasilitas, Tapi Soal Kesadaran Warga
Gotong Royong Lintas OPD di Kemang Permata, Camat Gerunggang: Aksi Nyata Pangkalpinang Bersih Bukan Sekadar Wacana

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 13:28 WIB

Peradi Palembang Adakan Pelantikan Pengacara Baru

Jumat, 17 April 2026 - 19:38 WIB

Rekrutmen Tuai Sorotan, Dugaan Prosedur Tak Transparan PT ISS Indonesia di Lingkungan PT Timah Tbk

Jumat, 17 April 2026 - 19:36 WIB

Rekrutmen PT ISS di Disorot, Dua Peserta Tembus Tahap Akhir Tanpa Seleksi Awal

Jumat, 17 April 2026 - 18:06 WIB

GESID Babel konsolidasikan budaya Belinyu, pagelaran Titang Tue Doa Sekampung segera digelar

Jumat, 17 April 2026 - 18:05 WIB

Andika Saputra: Pemkot Pangkalpinang Gencarkan Bersih Pasar, Harga Bahan Pokok Relatif Stabil

Berita Terbaru

Hukum

Peradi Palembang Adakan Pelantikan Pengacara Baru

Sabtu, 18 Apr 2026 - 13:28 WIB