OKI, inewsnusantara. Com-Dampak adanya program cetak sawah di Kecamatan Pedamaran Kab. OKI hingga kini masih menuai keluhan masyarakat sekitar lokasi kegiatan.
Dimana lokasi kegiatan cetak sawwh itu tepatnya di desa Cintajaya Kecamatan Pedamaran.
Namun ironis, dijelaskan Arpandi, salah satu nelayan setempat, Rabu (01/04), sejak kegiatan itu berlangsung sejak itu pula masyarakat mulai merasakan dampak yang dinilai cukup merugikan.
Diantaranya masyarakat kesulitan melintasi sungai Air Itam karena sungai tersebut dipenuhi oleh limbah kotoran cetak sawah berupa rerumputan kumpai serta bekas kayu-kayu kecil berserakan membusuk.
Masyarakat kini tidak bisa lagi beraktivitas di sungai yang ada tersebut padahal diakui masyarakat Sungai Air Itam menjadi salah satu pusat ekonomi masyarakat dalam mencari nafkah memenuhi kebutuhan hidup.
Nyatanya saat ini para nelayan yang kerap menangkap ikan di Sungai itu sudah tidak bisa lagi mencari ikan karena kondisi sungai yang tertutup oleh rerumputan.
Begitu juga aktivitas lainnya tidak bisa dilakukan karena masyarakat kesulitan melintasi sungai sebagai jalur penghubung lalu lintas.
Padahal diakuinya sebelum program cetak sawah itu ada semuanya baik-baik saja.
Meski sebelumnya masyarakat sempat melakukan protes bahkan meminta awak media untuk mempublish permasalahan tersebut namun tidak ada tindaklanjut yang lebih nyata.
Senada diungkapkan Rita Sugiarto dan Wili, yang merasa heran mengapa seakan-akan pemerintah memilih diam dan tutup mata ketimbang mendengarkan jeritan hati rakyat kecil.
“Bukankah cetak sawah itu untuk mensejaterahkan masyarakat bukan justru membuat masyarakat menjadi terpuruk”, ujar masyarakat sedih.
Untuk itu diminta kepada pihak yang berkompeten untuk dapat turun langsung ke lokasi guna mengecek limbah serta membersihkan sungai Air Itam agar masyarakat kembali bisa beraktivitas dan ekonomi menjadi stabil.













