Bangka Belitung, INC,. – Proses rekrutmen tenaga kerja yang dilaksanakan oleh PT ISS Indonesia untuk penempatan di unit kerja PT Timah Tbk kini menjadi sorotan tajam. Sejumlah pelamar mengungkap adanya indikasi ketidakadilan yang dinilai mencederai prinsip transparansi dan profesionalisme.
Proses seleksi yang awalnya berjalan ketat diikuti oleh 15 peserta pada tahap pertama (wawancara), kemudian disaring menjadi 11 orang usai melewati tahap kedua berupa tes jasmani/samapta. Para peserta yang lolos mengaku telah melalui proses yang cukup menguras tenaga dan mental.
Namun, kejanggalan muncul secara tiba-tiba pada tahap lanjutan. Di tengah 11 peserta yang tersisa, muncul dua nama baru yang langsung mengikuti tahap ketiga tanpa pernah terlihat mengikuti tahap pertama maupun kedua.
Fakta ini langsung memicu reaksi keras dari para pelamar. Mereka mempertanyakan integritas proses rekrutmen yang dinilai tidak lagi berjalan secara adil.
“Ini bukan sekadar janggal, tapi sudah seperti ada perlakuan khusus. Kami ikut dari awal, diseleksi ketat, tapi ada yang bisa langsung lompat ke tahap akhir,” ungkap salah satu peserta dengan nada kecewa.
Kondisi tersebut memunculkan dugaan adanya “jalur khusus” dalam proses rekrutmen. Jika benar, hal ini berpotensi menjadi bentuk pelanggaran etika dalam dunia kerja dan mencoreng nama baik perusahaan penyedia jasa tenaga kerja seperti PT ISS Indonesia.
Lebih jauh, keterlibatan unit kerja PT Timah Tbk juga ikut disorot. Publik menilai, sebagai perusahaan besar, seharusnya memastikan seluruh proses perekrutan berjalan transparan, akuntabel, dan bebas dari praktik yang merugikan pencari kerja.
Berita ini disampaikan sebagai bentuk kepedulian terhadap terciptanya iklim ketenagakerjaan yang adil, transparan, dan berintegritas.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak PT ISS Indonesia maupun PT Timah Tbk terkait munculnya dua peserta yang diduga langsung masuk ke tahap akhir tersebut. (I20)













