Pangkalpinang, INC,. – Di sudut-sudut permukiman Kecamatan Gerunggang, masih ada pemandangan yang seharusnya tak lagi terlihat di era wajib belajar 12 tahun: anak-anak usia sekolah yang menghabiskan hari tanpa seragam, tanpa buku, tanpa arah yang jelas menuju masa depan.
Bukan karena mereka tak ingin belajar, bukan pula karena tak tahu pentingnya pendidikan. Namun realitas berkata lain biaya, keterbatasan akses, hingga persoalan data bantuan yang tak tepat sasaran, menjadi tembok besar yang memisahkan mereka dari ruang kelas.
Fenomena ini bukan sekadar angka dalam laporan. Ia nyata, terlihat, dan terasa. Anak-anak yang seharusnya duduk di bangku sekolah justru “sliweran” di sekitar rumah, bermain tanpa pendampingan pendidikan yang memadai. Sebagian bahkan sudah menerima keadaan, seolah sekolah bukan lagi bagian dari hidup mereka.
Kondisi inilah yang mengetuk hati jajaran Polsek Gerunggang.
Berangkat dari keprihatinan tersebut, Kapolsek Gerunggang, Iptu Pol Ivan, bersama anggotanya menggagas sebuah gerakan sederhana namun penuh makna: Program Ayo Sekolah. Sebuah upaya nyata untuk menarik kembali anak-anak ke jalur pendidikan—tempat di mana masa depan mereka seharusnya dibangun.
“Awalnya dari pengamatan kami di lapangan. Masih ada anak-anak usia sekolah yang tidak bersekolah. Ketika ditanya, jawabannya sederhana tidak ada biaya,” ungkap Ivan.
Jawaban polos itu menjadi tamparan sekaligus pengingat, bahwa masih ada celah yang belum terisi dalam sistem pendidikan. Dan kali ini, aparat kepolisian memilih untuk tidak hanya menjadi saksi.
Program ini bukan sekadar memberi bantuan. Lebih dari itu, ia menjadi bentuk kehadiran negara di tengah masyarakat—menyentuh langsung kebutuhan paling mendasar: pendidikan.
Polsek Gerunggang tak hanya membantu biaya sekolah, tetapi juga menyediakan perlengkapan alat tulis hingga layanan antar jemput bagi anak-anak yang kesulitan akses. Sebuah pendekatan yang menyentuh akar masalah, bukan sekadar permukaan.
Langkah ini, mendapat sambutan positif dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pangkalpinang. Kabid TK, Pendidikan Non Formal dan Paket, Effendi, menyebut inisiatif ini sebagai sesuatu yang baru dan patut diapresiasi.
“Ini pertama kalinya di Pangkalpinang pihak kepolisian begitu peduli dan terlibat langsung dalam dunia pendidikan. Ini langkah yang sangat positif,” ujarnya.
Sinergi antara kepolisian dan dinas pendidikan ini menjadi harapan baru. Bahwa persoalan pendidikan bukan hanya tanggung jawab satu pihak, melainkan kerja bersama.
Di tengah berbagai keterbatasan, Program Ayo Sekolah hadir sebagai pengingat bahwa perubahan bisa dimulai dari kepedulian. Dari langkah kecil, dari keberanian untuk tidak tinggal diam.
Kini, harapannya sederhana namun mendalam: tak ada lagi anak di Gerunggang yang harus memilih antara mimpi dan kenyataan. Karena setiap anak berhak atas masa depan dan masa depan itu dimulai dari sekolah.













