Imam Wahyudi Bongkar Minimnya Transparansi Ekspor Timah Soroti Dominasi JFX dan Data Yang Tertutup

- Redaksi

Jumat, 10 April 2026 - 20:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta Pusat, INC, – Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Imam Wahyudi, melontarkan sorotan tajam dalam kunjungan Panitia Khusus (Pansus) ke Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX), Jumat (10/04/2026).

Ia menekankan, pentingnya transparansi data ekspor timah yang hingga kini dinilai masih sulit diakses daerah.

Dalam forum tersebut, Imam secara tegas mempertanyakan sejumlah hal krusial, mulai dari volume ekspor, nilai transaksi, hingga besaran royalti yang diterima daerah.

“Kami butuh data yang jelas. Berapa volume ekspor sebenarnya, berapa nilai transaksinya, dan berapa royalti yang kembali ke daerah? Ini penting untuk memastikan kontribusi terhadap PAD Babel,” tegas Imam.

Ia juga menyoroti, ketimpangan distribusi transaksi bursa timah, di mana ICDX disebut hanya menguasai sekitar 10 persen, sementara mayoritas ekspor masih melalui Jakarta Futures Exchange (JFX).

Baca Juga :  1 Tahun Menghilang, Y-E Eks Pegawai Bank BRI Ditangkap Tim Tabur Kejati Sumsel.

Menurut Imam, kondisi ini berimplikasi pada keterbatasan akses data yang berdampak langsung pada perhitungan potensi pendapatan daerah.

“Kalau data ekspor tidak terbuka, bagaimana daerah bisa menghitung potensi penerimaan secara akurat? Ini harus jadi perhatian serius,” ujarnya.

Selain itu, Imam turut mempertanyakan prosedur dan mekanisme pendaftaran pelaku usaha ke ICDX, termasuk bagaimana sistem perdagangan di bursa dapat menjamin transparansi dan akuntabilitas.

Tak kalah penting, ia juga menyoroti mekanisme penghitungan royalti yang hingga kini belum sepenuhnya dipahami oleh daerah.

“Kami ingin tahu bagaimana skema penghitungan royalti itu berjalan. Jangan sampai daerah hanya menerima tanpa tahu dasar perhitungannya,” tambahnya.

Baca Juga :  DPRD Babel Bahas Anggaran Rp 1,6 Miliar Stafsus Gubernur, Usul Dialihkan untuk Kepentingan Masyarakat

Sementara itu, Direktur Utama ICDX, Nur Salam, mengakui masih adanya tantangan dalam keterbukaan data, terutama terkait ekspor yang terjadi di luar ICDX. Ia juga menegaskan bahwa bursa tidak memiliki kewenangan menentukan harga, melainkan hanya sebagai sarana pembentukan harga berdasarkan mekanisme pasar.

Nur Salam menyebutkan, ICDX mengacu pada regulasi terbaru Kementerian Perdagangan, termasuk Permendag Nomor 5 Tahun 2026, serta berperan dalam sentralisasi data transaksi.

Meski demikian, Imam Wahyudi menegaskan bahwa ke depan diperlukan sistem yang lebih terintegrasi agar data ekspor, transaksi, dan royalti dapat diakses secara transparan oleh daerah.

“Intinya, transparansi adalah kunci. Tanpa itu, daerah akan selalu kesulitan mengoptimalkan PAD dari sektor timah,” pungkasnya. (I20)

Berita Terkait

Densus 88 Perkuat Mahasiswa IAIN SAS Babel Tangkal Radikalisme Digital
915 Warga Gerunggang Terima Bantuan Pangan, Setiap KPM Dapat 20 Kg Beras dan 4 Liter Minyak Goreng
915 Warga Gerunggang Terima Bantuan Pangan, Setiap KPM Dapat 20 Kg Beras dan 4 Liter Minyak Goreng
Belajar Dari DKI, DPRD Babel Bidik Reformasi Parkir Cegah Kebocoran PAD
Didit Srigusjaya Beri Ultimatum PT GML, Tuntutan Masyarakat 9 Desa Harus Diselesaikan dalam Sebulan
Melalui Patroli Poskamling, Babinsa Bina Silaturahmi Dengan Warga
Pansus Perkebunan DPRD Sumsel Dorong BPK RI Prioritaskan Audit Komprehensif Dana Replanting Perkebunan
Salurkan 2 Sapi dan 33 Ekor Kambing Kurban tiap Tahun, ADR Agro Wajib Dicontoh

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 22:28 WIB

Densus 88 Perkuat Mahasiswa IAIN SAS Babel Tangkal Radikalisme Digital

Jumat, 5 Juni 2026 - 20:01 WIB

915 Warga Gerunggang Terima Bantuan Pangan, Setiap KPM Dapat 20 Kg Beras dan 4 Liter Minyak Goreng

Jumat, 5 Juni 2026 - 18:53 WIB

915 Warga Gerunggang Terima Bantuan Pangan, Setiap KPM Dapat 20 Kg Beras dan 4 Liter Minyak Goreng

Kamis, 4 Juni 2026 - 11:13 WIB

Belajar Dari DKI, DPRD Babel Bidik Reformasi Parkir Cegah Kebocoran PAD

Rabu, 3 Juni 2026 - 20:31 WIB

Didit Srigusjaya Beri Ultimatum PT GML, Tuntutan Masyarakat 9 Desa Harus Diselesaikan dalam Sebulan

Berita Terbaru

Daerah

HAMASS Desak Kejati Sumsel Usut Korupsi Sektor Perbankan

Jumat, 5 Jun 2026 - 18:36 WIB