Ustadz Zuhri : Titang Tue Doa Sekampong di Bintet, Tradisi Pemersatu Kebersamaan dan Keimanan

- Redaksi

Minggu, 19 April 2026 - 17:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bangka, INC,. – Kegiatan adat Titang Tue Doa Sekampung di Desa Bintet, Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka, mendapat apresiasi dari Anggota DPD RI dapil Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Ustadz Zuhri M. Syazali. Apresiasi tersebut disampaikan saat menghadiri kegiatan yang berlangsung di Kantor Desa Bintet, Minggu (19/04/2026). Ia menilai tradisi tersebut bukan sekadar seremoni budaya, tetapi mengandung nilai spiritual, kebersamaan, dan kepedulian terhadap alam yang sangat kuat.

Menurut Ustadz Zuhri, masyarakat Desa Bintet menunjukkan kekompakan luar biasa dalam menjaga tradisi leluhur. Ia menjelaskan, sejak dahulu kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar masyarakat saat memulai proses bercocok tanam, sebagai bentuk doa dan harapan agar usaha yang dilakukan mendapat keberkahan dari Allah SWT.

Baca Juga :  Kayu Agung Rawan Maling, Warga Harap Waspada

“Mereka tidak hanya berusaha secara lahiriah, tetapi juga menyadari adanya kekuatan yang lebih tinggi. Doa yang dipanjatkan adalah bentuk ketundukan, memohon kesempurnaan hasil dan keberkahan dari setiap usaha,” ujarnya.

Lebih dari itu, ia menyoroti kuatnya nilai toleransi dalam kegiatan tersebut. Tradisi ini tidak hanya dihadiri satu kelompok, melainkan melibatkan berbagai suku yang hidup berdampingan di Desa Bintet.

“Inilah wajah kebersamaan yang sesungguhnya. Perbedaan tidak menjadi penghalang, justru dirayakan dalam satu ruang yang sama. Nilai seperti ini yang perlu terus dirawat,” katanya.

Baca Juga :  Rekrutmen PT ISS di Disorot, Dua Peserta Tembus Tahap Akhir Tanpa Seleksi Awal

Ustadz Zuhri juga menilai tradisi ini selaras dengan upaya menjaga lingkungan. Menurutnya, kesadaran masyarakat dalam merawat alam menjadi kunci keberhasilan pertanian yang mereka jalani.

Ia menambahkan, pemerintah saat ini tengah mendorong program berbasis lingkungan dan pelestarian budaya, sehingga tradisi seperti Titang Tue Doa Sekampung memiliki peluang besar untuk dikembangkan.

“Dengan adanya perhatian dari pemerintah pusat, termasuk melalui Kementerian Kebudayaan, tradisi lokal seperti ini punya potensi untuk dilindungi dan dilestarikan. Ini bukan hanya warisan budaya, tapi juga identitas yang harus dijaga bersama,” tutupnya. (I20)

Berita Terkait

Densus 88 Perkuat Mahasiswa IAIN SAS Babel Tangkal Radikalisme Digital
915 Warga Gerunggang Terima Bantuan Pangan, Setiap KPM Dapat 20 Kg Beras dan 4 Liter Minyak Goreng
915 Warga Gerunggang Terima Bantuan Pangan, Setiap KPM Dapat 20 Kg Beras dan 4 Liter Minyak Goreng
Belajar Dari DKI, DPRD Babel Bidik Reformasi Parkir Cegah Kebocoran PAD
Didit Srigusjaya Beri Ultimatum PT GML, Tuntutan Masyarakat 9 Desa Harus Diselesaikan dalam Sebulan
Melalui Patroli Poskamling, Babinsa Bina Silaturahmi Dengan Warga
Pansus Perkebunan DPRD Sumsel Dorong BPK RI Prioritaskan Audit Komprehensif Dana Replanting Perkebunan
Salurkan 2 Sapi dan 33 Ekor Kambing Kurban tiap Tahun, ADR Agro Wajib Dicontoh

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 22:28 WIB

Densus 88 Perkuat Mahasiswa IAIN SAS Babel Tangkal Radikalisme Digital

Jumat, 5 Juni 2026 - 20:01 WIB

915 Warga Gerunggang Terima Bantuan Pangan, Setiap KPM Dapat 20 Kg Beras dan 4 Liter Minyak Goreng

Jumat, 5 Juni 2026 - 18:53 WIB

915 Warga Gerunggang Terima Bantuan Pangan, Setiap KPM Dapat 20 Kg Beras dan 4 Liter Minyak Goreng

Kamis, 4 Juni 2026 - 11:13 WIB

Belajar Dari DKI, DPRD Babel Bidik Reformasi Parkir Cegah Kebocoran PAD

Rabu, 3 Juni 2026 - 20:31 WIB

Didit Srigusjaya Beri Ultimatum PT GML, Tuntutan Masyarakat 9 Desa Harus Diselesaikan dalam Sebulan

Berita Terbaru

Daerah

HAMASS Desak Kejati Sumsel Usut Korupsi Sektor Perbankan

Jumat, 5 Jun 2026 - 18:36 WIB