Bangka Belitung, INC,. – PT TIMAH Tbk terus menunjukkan komitmennya dalam pengelolaan lingkungan berkelanjutan di seluruh wilayah operasional perusahaan, Salah satu upaya konkret tersebut dilakukan oleh Division Processing & Refinery melalui pelaksanaan program pengurangan sampah plastik berbasis Eco Brick.
Program Eco Brick, menjadi langkah nyata PT TIMAH Tbk dalam menekan volume limbah plastik yang dihasilkan dari aktivitas produksi. Inisiatif ini diawali dengan pembenahan sistem pemilahan sampah sejak dari sumbernya, yakni dengan menyediakan tempat sampah terpilah dalam lima kategori.
Fasilitas tersebut disiapkan, untuk memudahkan karyawan dalam memilah limbah sesuai jenisnya, mulai dari sampah plastik, kertas, hingga jenis sampah lainnya yang dapat didaur ulang.
Departement Head Corporate Communication PT TIMAH Tbk, Anggi Siahaan, menyampaikan bahwa perusahaan secara konsisten mendorong keterlibatan seluruh karyawan dalam mendukung program pengurangan sampah plastik tersebut.
“Program Eco Brick ini dilaksanakan di Division Processing & Refinery PT TIMAH Tbk sebagai langkah nyata perusahaan dalam mengurangi sampah plastik. Program ini diawali dengan pemilahan sampah lima jenis. Sampah plastik dimasukkan ke tempat sampah guna ulang, sedangkan sampah kertas ke tempat daur ulang. Fasilitas ini sudah disiapkan di beberapa titik,” ujar Anggi.
Selain menyediakan sarana pendukung, perusahaan juga terus mengedukasi dan mengajak karyawan agar tertib dalam memilah sampah sesuai warna dan kategorinya. Hal ini menjadi bagian dari upaya membangun budaya peduli lingkungan di internal perusahaan.
“Setiap karyawan kami dorong untuk membuang sampah sesuai warna dan kategorinya. Ini menjadi bagian penting dari budaya peduli lingkungan di internal perusahaan,” jelasnya.
Sampah plastik yang telah dipilah kemudian dikelola oleh Tim K3LH dan disimpan di Tempat Penampungan Sementara (TPS) domestik di sekitar area kantor. Setelah terkumpul, limbah plastik tersebut selanjutnya diolah menjadi eco brick.
Eco brick merupakan bata ramah lingkungan berbahan dasar plastik yang dapat dimanfaatkan kembali sebagai material bangunan, sehingga mampu mengurangi jumlah limbah plastik yang berakhir di lingkungan.
“Eco brick ini semacam batu bata yang disusun menjadi sebuah bangunan, tetapi berbahan plastik yang ramah lingkungan dan dapat didaur ulang. Inilah bentuk nyata pengurangan sampah plastik yang dilakukan perusahaan,” tambahnya.
Anggi juga menuturkan bahwa pelaksanaan program ini sejalan dengan kampanye nasional Kementerian Lingkungan Hidup yang mengusung tema pengurangan sampah plastik.
“Kampanye yang kami lakukan sejalan dengan tema nasional ‘No Plastic’. Karena itu, program ini kami namakan sebagai kegiatan pengurangan plastik,” tutupnya.
Selain menjalankan program internal, PT TIMAH Tbk juga mendukung keberadaan Bank Sampah Tanjung Elok Bersahabat yang berlokasi di Kelurahan Tanjung, Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat sebagai bentuk dukungan terhadap pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat.
Melalui Program Eco Brick ini, PT TIMAH Tbk menegaskan komitmennya untuk tidak hanya berfokus pada aktivitas operasional pertambangan, tetapi juga bertanggung jawab terhadap pelestarian lingkungan serta mendorong perubahan perilaku ramah lingkungan di kalangan karyawan dan masyarakat sekitar.
*Sumber : PT Timah Tbk.













