Palembang,inewsnusantara,-Statement pengamat politik Sumsel menganggap debat terakhir Pilgub Sumsel mengatakan salah satu paslon memarginalkan wakil dianggap sebagai upaya devide et impera yang tak bermakna.
Kepala Bakomstra Partai Demokrat Sumsel Junjati Patra ketika dimintai tanggapan tak mau tunjuk hidung, kecuali normatif.
“Dari dulu juga begitu, kalau orang tidak setuju ya macam-macam mencari sesuatu yang tak penting?” Ujar Mang Jun sapaan akrabnya ketika dimintai pendapatnya.
Menurut mantan jurnalis yang juga team media center HDCU ini, cara seperti itu tak fair.
“Mau jadi pelawak ya sekalian melawak, jangan hanya cari perhatian nanti ujungnya minta bargaining? Mending partisan sekalian, agar tidak abu-abu,” katanya.
Ditambahkan Junjati, sebelum adanya pilgub juga sudah begitu sikapnya, mending abaikan saja.
“Buat apa menanggapinya, kafillah berlalu kalau mau ikut mengawal ayo,” katanya sambil tertawa.(min)













