Pengusaha Mineral Ikutan Bangka Keluhkan Intimidasi Oknum LSM, Satgas dan Wartawan Bodong

- Redaksi

Sabtu, 14 Maret 2026 - 21:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Babel, INC,. — Paguyuban Pengusaha Mineral Ikutan Lokal Bangka mengeluhkan maraknya praktik intimidasi, pemerasan, dan teror yang diduga dilakukan oleh sejumlah oknum LSM, Satgas, serta pihak yang mengaku sebagai wartawan. Kondisi ini dinilai mengancam keberlangsungan usaha pasir zirkon yang selama ini menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat lokal.

Para pengusaha menyebut tindakan tersebut, kerap dilakukan dengan dalih pengawasan atau inspeksi mendadak. Namun dalam praktiknya, mereka mengaku sering menghadapi pemeriksaan tanpa dasar hukum yang jelas, tanpa surat tugas maupun surat perintah resmi.

Baca Juga :  Persit Sriwijaya Dorong Kemandirian UMKM Lewat Pameran "Persit Bisa" Ke-2

Menurut perwakilan paguyuban, sejumlah oknum bahkan melakukan penyitaan sepihak dan tekanan terhadap aktivitas usaha. Situasi tersebut membuat pelaku usaha merasa terintimidasi dan khawatir menjalankan operasional.

Selain itu, muncul pula fenomena wartawan yang dinilai tidak menjalankan praktik jurnalistik sesuai kode etik. Mereka disebut memproduksi pemberitaan bernada negatif tanpa konfirmasi yang berimbang sehingga merusak reputasi pelaku usaha di ruang publik.

Para pengusaha menilai, kondisi tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas industri mineral ikutan. Beberapa perusahaan disebut mulai mengurangi operasional karena tekanan di lapangan, yang berpotensi memutus rantai pasok serta mengganggu penghasilan masyarakat yang bergantung pada sektor tersebut.

Baca Juga :  Gelar Musdesus, Pemdes Sedang Tetapkan KPM BLT DD 2025

Paguyuban Pengusaha Mineral Ikutan Lokal Bangka, meminta pemerintah dan aparat penegak hukuma memberikan kepastian dan perlindungan hukum bagi pelaku usaha yang beroperasi sesuai aturan.

Mereka juga mendesak adanya, evaluasi terhadap aktivitas oknum-oknum yang mengatasnamakan pengawasan, agar tidak menimbulkan keresahan dan mengganggu stabilitas ekonomi daerah. (I20/INC)

Berita Terkait

Pagar SDN 1 Tanjung Laga Memprihatinkan, Kepala Sekolah Harapkan Bantuan Perbaikan
Hotspot OKI Capai 570 dan Karhutla Capai 1.682 Ha
Terjadi 16 Kali Kebakaran, Kapolsek Gerunggang Iptu Ivan Donny Tegaskan Ini!
Ini Kronologi Mengerikan Hilangnya Rani dan Ayuhana Selama Lima Tahun
Tak Sekadar Layanan Akademik, Salut Mega Cendekia Bentuk Dewan Mahasiswa UT
*Polres OKI Musnahkan 994 Pil Ekstasi, Cegah Narkoba Beredar*
Bank Sumsel Babel Cabang Indralaya Bagikan 1.000 Masker kepada Warga dan Pengguna Jalan
Konsisten Jadi Penggerak Ekonomi Kerakyatan, BRI Bukukan Laba Rp31,2 Triliun Pada Triwulan II 2026

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 21:43 WIB

Pagar SDN 1 Tanjung Laga Memprihatinkan, Kepala Sekolah Harapkan Bantuan Perbaikan

Selasa, 15 September 2026 - 15:57 WIB

Hotspot OKI Capai 570 dan Karhutla Capai 1.682 Ha

Selasa, 8 September 2026 - 18:32 WIB

Terjadi 16 Kali Kebakaran, Kapolsek Gerunggang Iptu Ivan Donny Tegaskan Ini!

Selasa, 8 September 2026 - 13:37 WIB

Ini Kronologi Mengerikan Hilangnya Rani dan Ayuhana Selama Lima Tahun

Senin, 7 September 2026 - 12:20 WIB

Tak Sekadar Layanan Akademik, Salut Mega Cendekia Bentuk Dewan Mahasiswa UT

Berita Terbaru

Daerah

Puskesmas Celikah Ajak Masyarakat Terapkan PHBS

Rabu, 16 Sep 2026 - 10:49 WIB

Daerah

Hotspot OKI Capai 570 dan Karhutla Capai 1.682 Ha

Selasa, 15 Sep 2026 - 15:57 WIB