Babel, INC,. — Paguyuban Pengusaha Mineral Ikutan Lokal Bangka mengeluhkan maraknya praktik intimidasi, pemerasan, dan teror yang diduga dilakukan oleh sejumlah oknum LSM, Satgas, serta pihak yang mengaku sebagai wartawan. Kondisi ini dinilai mengancam keberlangsungan usaha pasir zirkon yang selama ini menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat lokal.
Para pengusaha menyebut tindakan tersebut, kerap dilakukan dengan dalih pengawasan atau inspeksi mendadak. Namun dalam praktiknya, mereka mengaku sering menghadapi pemeriksaan tanpa dasar hukum yang jelas, tanpa surat tugas maupun surat perintah resmi.
Menurut perwakilan paguyuban, sejumlah oknum bahkan melakukan penyitaan sepihak dan tekanan terhadap aktivitas usaha. Situasi tersebut membuat pelaku usaha merasa terintimidasi dan khawatir menjalankan operasional.
Selain itu, muncul pula fenomena wartawan yang dinilai tidak menjalankan praktik jurnalistik sesuai kode etik. Mereka disebut memproduksi pemberitaan bernada negatif tanpa konfirmasi yang berimbang sehingga merusak reputasi pelaku usaha di ruang publik.
Para pengusaha menilai, kondisi tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas industri mineral ikutan. Beberapa perusahaan disebut mulai mengurangi operasional karena tekanan di lapangan, yang berpotensi memutus rantai pasok serta mengganggu penghasilan masyarakat yang bergantung pada sektor tersebut.
Paguyuban Pengusaha Mineral Ikutan Lokal Bangka, meminta pemerintah dan aparat penegak hukuma memberikan kepastian dan perlindungan hukum bagi pelaku usaha yang beroperasi sesuai aturan.
Mereka juga mendesak adanya, evaluasi terhadap aktivitas oknum-oknum yang mengatasnamakan pengawasan, agar tidak menimbulkan keresahan dan mengganggu stabilitas ekonomi daerah. (I20/INC)













