Pangkalpinang, INC,. — Upaya mencegah penyalahgunaan narkoba tidak hanya bergantung pada penegakan hukum, tetapi juga pada penguatan pengetahuan dan karakter anak sejak dini. Berangkat dari pemahaman tersebut, para dosen Program Studi Keperawatan Poltekkes Kemenkes Pangkal Pinang melaksanakan Pengabdian kepada Masyarakat (Pengabmas) bertema “Penyuluhan Bahaya Narkoba bagi Generasi Muda” di SMPN 4 Pangkal Pinang.
Kegiatan ini tidak hanya memberi informasi mengenai narkoba dan efeknya bagi kesehatan fisik maupun mental, tetapi juga mengajak siswa untuk membaca masa depan mereka sendiri — masa depan yang terancam jika terjerumus ke dalam penyalahgunaan zat terlarang. Penyuluhan ini menjadi ruang dialog yang penting, khususnya bagi remaja yang berada pada fase rentan mencoba hal baru dan mudah terpengaruh lingkungan.
Para dosen yang terlibat, yakni Ns. Tajudin, S.Kep., Christine Handayani Siburian, S.Kep., Ns., M.Kep., Nurhayati, SKM., M.Kes., Akhiat, SKM., M.Si., serta Erni Chaerani, MKM, hadir bukan sebagai pemberi materi semata, namun sebagai pendamping yang ingin membuka cara pandang siswa dalam memahami bahaya narkoba. Mereka juga menggandeng mahasiswa—Adinda, Cinta Laura, dan Yasa Apriansah—sebagai representasi generasi muda yang telah lebih dulu memilih jalur positif melalui pendidikan.
Pihak sekolah menyampaikan apresiasi atas penyuluhan ini dan berharap kolaborasi serupa terus berlanjut. Baginya, mencegah jauh lebih berharga daripada memulihkan, terutama ketika menyangkut masa depan pelajar.
Melalui Pengabmas ini, Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang tidak hanya menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, tetapi turut mengambil peran nyata dalam membentuk benteng moral bagi generasi muda. Edukasi seperti ini menjadi investasi jangka panjang — menyiapkan remaja bukan hanya untuk cerdas secara akademik, namun juga kuat dalam menghadapi tekanan pergaulan.
Mereka bukan hanya diberi pengetahuan, tetapi juga diberi pilihan.
Dan hari ini, pilihan itu adalah: masa depan tanpa narkoba.













