Pangkalpinang, INC,. — Harga sejumlah komoditas pangan di pasar tradisional Pangkalpinang mengalami kenaikan, terutama ayam potong, cabai merah, dan cabai rawit hijau. Kenaikan ini dikeluhkan warga jelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Untuk komoditas ayam, peningkatan harga dipicu oleh naiknya biaya pakan seperti jagung dan bungkil kedelai. Faktor cuaca ekstrem yang berdampak pada produktivitas peternak serta tingginya permintaan di akhir tahun turut mendorong harga naik.
Sementara itu, kenaikan harga cabai merah dan cabai rawit hijau terjadi akibat berkurangnya pasokan dari daerah penghasil. Kondisi cuaca dan gagal panen membuat suplai menurun sehingga memicu kenaikan harga di tingkat pasar.
Hal ini dibenarkan oleh Kadiskopdag, Andika Saputra, mengatakan penyebab utama melonjaknya harga cabai adalah gagal panen dari daerah pemasok.
Menanggapi kondisi ini, Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan (Diskopdag) Kota Pangkalpinang memastikan kesiapan menghadapi Nataru. Diskopdag telah menggelar rapat koordinasi untuk membahas langkah pengendalian inflasi, termasuk rencana sidak harga serta pengecekan stok bahan pokok di pasar dan distributor.
Sejumlah komoditas yang dipantau antara lain cabai rawit, cabai merah, bawang merah, gula pasir, dan telur ayam ras. Diskopdag juga melakukan monitoring harian terhadap pergerakan harga dan meminta distributor menambah stok untuk mengantisipasi lonjakan permintaan.
Di sisi lain, Dinas Pangan dan Pertanian akan menyalurkan cadangan pangan pemerintah berupa beras untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM), sekaligus menggalakkan gerakan menanam di masyarakat. Bulog pun menyiapkan stabilisasi pasokan beras medium dan premium di pasar guna menjaga keterjangkauan harga.
Kebijakan terintegrasi dari pemerintah daerah, diharapkan mampu menjaga stabilitas pangan dan mencegah lonjakan harga menjelang Nataru.













