BANGKA TENGAH, INC,. – Sejumlah indikator program kesehatan di Kabupaten Bangka Tengah sepanjang 2025 masih belum mencapai target yang ditetapkan. Kondisi ini menjadi perhatian serius Wakil Bupati Bangka Tengah, Efrianda.
Ia mengungkapkan, beberapa capaian yang masih rendah meliputi skrining usia produktif, skrining HIV, penemuan serta pengobatan tuberkulosis (TBC), hingga cakupan imunisasi. Menurutnya, hal tersebut harus segera dievaluasi agar tidak berdampak luas terhadap kualitas kesehatan masyarakat.
Efrianda menegaskan bahwa pembangunan kesehatan tidak hanya berbicara soal layanan, tetapi juga menyangkut kesadaran dan peran aktif masyarakat dalam menjaga kesehatan.
“Pembangunan kesehatan harus mampu meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan masyarakat untuk hidup sehat, sehingga derajat kesehatan dapat terus meningkat,” ujarnya, Kamis (16/4/2026).
Ia menilai belum optimalnya capaian program menjadi sinyal bahwa sistem kesehatan daerah masih perlu diperkuat secara menyeluruh. Integrasi antara pelayanan kesehatan, pembiayaan, sumber daya manusia, hingga pemberdayaan masyarakat dinilai menjadi kunci.
Dalam hal ini, Efrianda menekankan pentingnya penguatan program Pencegahan dan Pengendalian Penyakit sebagai garda terdepan. Upaya tersebut mencakup imunisasi, deteksi dini, edukasi perilaku hidup sehat, serta pengendalian penyebaran penyakit.
Langkah ini dinilai krusial untuk menekan penyakit menular seperti TBC, HIV/AIDS, dan kusta, sekaligus mengendalikan penyakit tidak menular seperti diabetes dan hipertensi.
Selain itu, ia juga mendorong penguatan di tingkat daerah melalui advokasi, komunikasi publik, serta mobilisasi masyarakat agar pelaksanaan program kesehatan lebih efektif. Termasuk di dalamnya optimalisasi penanganan penyakit di seluruh fasilitas layanan kesehatan serta penguatan surveilans epidemiologi.
Di tengah tantangan tersebut, sejumlah puskesmas di Bangka Tengah tetap menunjukkan kinerja yang cukup menggembirakan.
Berdasarkan capaian Standar Pelayanan Minimal 2025, Puskesmas Sungaiselan mencatatkan hasil tertinggi dengan 113,8 persen, diikuti Puskesmas Lubuk Besar 111,08 persen, serta Puskesmas Pangkalanbaru 103,51 persen.
Sementara itu, pada capaian program Cek Kesehatan Gratis 2025, Puskesmas Lubuk Besar menempati posisi teratas dengan 41,33 persen, disusul Puskesmas Namang 39,19 persen, dan Puskesmas Simpang Katis 38,49 persen.
Efrianda berharap evaluasi menyeluruh dan penguatan program di lapangan dapat segera dilakukan, sehingga pelayanan kesehatan di Bangka Tengah semakin merata dan mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat.













