INDRALAYA , Inewsnusantara.com– Seorang warga Desa Sejangko di Kecamatan Rantau Panjang, Ogan Ilir, mengalami sakit keras sehingga harus terbaring di tempat tidur.
Warga diketahui bernama Romzi usia 70 tahun disebut mengalami sakit keras yakni penyakit paru-paru.
Menantu Romzi, Supardi menuturkan, ayah mertuanya itu sudah beberapa tahun terakhir mengalami sakit.
“Macam-macam penyakitnya karena memang sudah tua. Tapi masalahnya keluarga tidak punya biaya untuk berobat,” kata Supardi kepada wartawan, Rabu (8/1/2025).
Penyakit yang dialami Romzi belakangan ini semakin parah, namun keluarga hanya bisa pasrah.
Menurut Supardi, keluarga hanya mampu memenuhi kebutuhan makan sehari-hari ala kadarnya.
“Anak-anak bapak ada tiga, semuanya bahu-membahu memenuhi kebutuhan untuk makan. Tapi untuk berobat, kami kesulitan,” ujar Supardi.
Romzi dan istrinya tinggal di sebuah rumah panggung kayu berukuran panjang 8 meter dan lebar 4 meter.
Bagian dapur rumah tersebut ambruk karena material bangunan berupa kayu sudah lapuk.
Sehari-hari, Romzi dirawat di ruang depan rumah dan hanya bisa makan jika anak-anaknya mendapat upah kerja sebagai buruh.
“Kalau kondisi bapak, badannya itu seperti tulang dibalut kulit karena kurus sekali,” ungkap Supardi.
Baru-baru ini, Romzi mendapat bantuan dari donatur sebesar Rp 3 juta dan uang tersebut dipergunakan untuk berobat di RSUD Ogan Ilir.
“Hari Selasa kemarin sudah dibawa ke rumah sakit. Kami berharap agar bapak bisa sembuh,” ucap Supardi.
Terpisah, Kepala Desa Sejangko, Heri Liadi mengungkapkan bahwa Romzi dan keluarga termasuk penerima manfaat bantuan sosial.
“Pak Romzi dapat BLT (Bantuan Langsung Tunai) sebesar Rp 900 ribu yang dibayarkan setiap tiga bulan,” terang Heri.
Pada 2014 silam, kediaman Romzi juga diprenovasi berkat bantuan program Rumah Tak Layak Huni (RTLH).
“Dulu, rumah yang sekarang dapurmya ambruk itu pernah direnovasi. Mungkin material kayu pada bangunan sudah lapuk,” kata Heri.(Mat)













