Bangka, INC. — Kegiatan reses anggota DPRD Kabupaten Bangka, Eri Gustian, S.H., di tengah masyarakat Rambang menjadi ruang bagi warga untuk menyampaikan langsung berbagai persoalan yang masih mereka hadapi, khususnya kebutuhan penerangan jalan yang dinilai penting untuk menunjang keamanan dan aktivitas masyarakat.
Dalam reses yang dilaksanakan pada 24 Agustus 2026 tersebut, Eri menegaskan bahwa kegiatan turun ke masyarakat bukan sekadar agenda kelembagaan DPRD, melainkan bagian dari tanggung jawab wakil rakyat untuk mendengar, melihat dan memperjuangkan kebutuhan masyarakat.
“Melalui reses ini, kami menyerap aspirasi masyarakat. Apa yang menjadi keluhan, kebutuhan maupun usulan masyarakat akan kami sampaikan kepada pemerintah daerah untuk kemudian dibahas bersama dan diupayakan agar dapat direalisasikan,” ujar Eri Gustian.
Menurut Eri, aspirasi yang disampaikan masyarakat tidak akan berhenti pada forum reses. Ia memastikan pihaknya akan kembali turun ke lapangan untuk melihat secara langsung kondisi serta kebutuhan warga sebelum menentukan langkah tindak lanjut.
Ia juga mengakui bahwa, tidak seluruh aspirasi masyarakat dapat direalisasikan dalam waktu bersamaan. Keterbatasan kemampuan anggaran pemerintah daerah menjadi salah satu tantangan yang harus dipertimbangkan dalam menentukan skala prioritas pembangunan.
“Yang menjadi kebutuhan dan prioritas masyarakat akan tetap kami perjuangkan. Dengan silaturahmi dan komunikasi yang baik, mudah-mudahan aspirasi masyarakat bisa benar-benar diperjuangkan dan mendapatkan solusi,” katanya.
Salah satu persoalan yang kembali mencuat dalam reses tersebut yakni penerangan jalan. Eri menyebut, pada periode sebelumnya masyarakat Rambang telah mengusulkan sekitar 10 titik pemasangan lampu penerangan jalan.
Namun, kebutuhan tersebut belum seluruhnya dapat direalisasikan pada tahun ini. Kondisi itu, kata Eri, tidak terlepas dari keterbatasan keuangan daerah serta kebijakan efisiensi anggaran yang berdampak terhadap kemampuan pemerintah dalam memenuhi berbagai usulan pembangunan.
“Mudah-mudahan pada tahun 2027, kondisi keuangan daerah semakin membaik sehingga kebutuhan-kebutuhan masyarakat yang sifatnya prioritas, termasuk penerangan jalan, dapat kita akomodir dan perjuangkan,” jelasnya.
Selain menyerap aspirasi, kegiatan tersebut juga diisi dengan bakti sosial sebagai bentuk kepedulian kader PDI Perjuangan kepada masyarakat. Eri bersama Sekretaris DPD PDI Perjuangan Provinsi Bangka Belitung, Imam Wahyudi, turut menyisihkan sebagian rezeki untuk dibagikan kepada masyarakat.
Eri menegaskan, kepedulian kepada masyarakat tidak semestinya hanya muncul ketika momentum politik berlangsung. Menurutnya, keberadaan wakil rakyat harus dapat dirasakan masyarakat dalam berbagai kondisi.
“Kami ingin, masyarakat mengetahui bahwa kepedulian kami bukan hanya pada saat pemilu. Setiap saat, ketika kami diberikan rezeki dan ada kesempatan, kami akan berusaha berbagi kepada masyarakat,” ujarnya.
Eri juga menyampaikan, bahwa dirinya bersama kader PDI Perjuangan terus diarahkan untuk turun langsung ke tengah masyarakat, mendengarkan keluhan dan melihat kondisi secara nyata.
Bagi Eri, menjadi wakil rakyat bukan hanya persoalan menjalankan fungsi politik, tetapi juga menjalankan amanat yang diberikan masyarakat.
“Ini bukan hanya sekadar kegiatan politik. Ini adalah amanat, sekaligus mandat dari rakyat yang harus kami jalankan dengan sebaik-baiknya,” pungkasnya.












