Ogan Komering Ilir, inewsnusantara.com– Kebakaran melanda bangunan di SMP Negeri 6 Desa Kuala Sungai Pasir Kecamatan Cengal Kabupaten Ogan Komering Ilir kamis malam (9/7/2026).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kebakaran tersebut terjadi sejak pukul 23.00 wib malam dan api berhasil dipadamkan sekitar pukul 01.00 dini hari dengan bantuan masyarakat setempat yang menggunakan alat seadanya.

Sumber api yang diduga disebabkan oleh korseleting arus pendek listrik itu diketahui pertamakali muncul dari salah satu bangunan ruang kelas.
“Untuk sementara kita belum bisa menyimpulkan secara pasti penyebab kebakaran, tapi diperkirakan api berasal dari korseleting listrik” , Kata Kabid SMP Dinas Pendidikan OKI Hery saat dikonfirmasi pada Jumat (10/7/2026).
Akibat kebakaran tersebut 2 lokal bangunan SMPN 6 Cengal beserta sejumlah barang-barang didalamnya ludes terbakar.
” Ad
apun yang terbakar yakni 2 local bangunan yang terdiri dari 4 kelas, 80 set mobiler kursi meja dan seperangkat alat soundsystem Desa yang dititip diruang kelas kosong juga turut terbakar ” terang Kabid SMP Diknas OKI
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun kerugian ditafsir mencapai 700 juta rupiah.
” Data Kejadian ini yang kita terima dari Camat Cengal ini sudah kita teruskan kepada bapak Bupati, dan selanjutnya akan segera dilakukan peninjauan dilokasi untuk diatasi agar nanti proses belajar mengajar bisa tetap berjalan ” tukasnya.
Disinggung bagaimana kegiatan belajar mengajar mengingat akan siswa akan kembali lagi masuk sekolah usai libur, Herianto mengatakan, untuk kegiatan Senin, MPLS kelas 7 masih dilaksanakan di sekolah.
Sedangkan kelas 8 dan 9 masuk sekolah tanggal 20 Juli mendatang.
Adapun rincian ruang belajar SMPN 6 cengal, yakni memiliki rombel sebanyak 4 rombel (7, 8,9.a, b).
Untuk ruang belajar ada tujuh ruangan diantaranya 4 kelas di pakai untuk belajar, dimana 2 kelas diantaranya terbakar.
Lalu 2 kelas kosong, yang rencananya akan digunakan untuk tempat tinggal guru yang terbakar serta untuk ruang guru (rusak ringan).
Jadi jumlah semuanya 7 ruang belajar, empat terbakar habis, satu rusak ringan.












