Ogan Ilir, Inewsnusantara.com,- Pabrik Gula Cinta Manis PT.SGN baru saja lauching buka giling namun ironis seiring dengan itu kebakaran lahan perkebunan tebu pun mulai terjadi sehingga hal itu menjadi bahan pertanyaan publik.
Seperti halnya kebakaran lahan terjadi di kawasan perkebunan tebu milik perusahaan PT Sinergi Gula Nusantara Cinta Manis Ogan Ilir, Sumatera Selatan pada Rabu sore (8/7/2026), tepatnya di rayon 5.
” Benar sore ini baru saja terjadi kebakaran lahan diperkebunan tebu milik perusahaan PT SGN , ” kata Rozak warga yang melintas di jalan lahan tersebut kepada media ini.
Ironisnya saat kebakaran dilahan tebu tersebut terjadi, tidak ada satupun petugas ataupun kendaraan pemadam dari pihak perusahaan sehingga api semakin merambat kelahan sekitar.
Informasi yang dihimpun bahwa api sudah membakar lahan disekitar arah Desa Seri Bandung.
Warga menyebut lahan milik PT SGN setiap tahun memang berulang kali jadi langganan kebakaran lahan, tetapi belum ada solusi dari pihak perusahaan untuk mengatasi permasalahan tersebut.
Yang menjadi pertanyaan ujar sumber, mengapa kebakaran lahan ini selalu terjadi saat pabrik sedang buka giling, seakan-seakan disengaja.
“Kalau belum buka giling tidak ada tuh kebakaran tapi kalau sudah giling pasti terbakar dimana-mana? Kan aneh? “, ujar Rozak.
Kalau petugas dari BPBD kabupaten Ogan Ilir memang sulit untuk masuk kelokasi mungkin lantaran lahan konsesi tersebut milik perusahaan. Kita juga kawatir takut kebakaran merambat kepemukiman warga.
Sementara itu terkait kebakaran lahan tebu tersebut Abdul Latif dari Pihak Perusahaan saat dihubungi awak media mengatakan, Kebakaran di kebun tebu memang sampai saat ini masih terjadi kebakaran, manajemen PT. SGN tidak ada kebijakan membakar atau panen tebu bakar.
“Kita merupakan korban akibat tebu terbakar ini oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Banyak kerugian akibat tebu terbakar ini, pertama rendemen tebu jadi , tebu yg umurnya blm siap panen harus dikorbankan karena umurnya belum siap panen”, Kata Abdul Latif saat dikonfirmasi via pesan Whatsap.
Ia berdalih bahwa pihak perusahaan sudah mengantisipasi kebakaran lahan dikawasan perusahaan dan mensiagakan personil gabungan dilokasi selama 24 jam, meski kenyataan dilapangan masih ada titik lokasi yang tidak ada petugasnya.
“Dan tidak ada pembiaran lahan tebu terbakar semuanya sudah kami antisipasi baik peralatan, personil yg siaga 24 jam dan melibatkan TNI dan POLRI sebagai Tim Karhutlah di lapangan untuk mencegah terjadinya kebakaran” Tukasnya (Novan)












