Bangka, INC,. — Panggung Gebyar HUT ke-53 KNPI di Stadion OROM Sungailiat, 6-7 Agustus 2026, tidak hanya dipenuhi hiburan. Selama dua hari, panggung tersebut berubah menjadi ruang bagi anak-anak muda Kabupaten Bangka untuk menyampaikan gagasan, keresahan, hingga harapan mereka tentang masa depan daerah.
Sebanyak 26 pemuda tampil dalam Lomba Orasi Kepemudaan yang digelar DPD KNPI Bangka. Mereka datang dari latar belakang berbeda, mulai dari pelajar, mahasiswa, organisasi kepemudaan hingga masyarakat umum.
Di hadapan masyarakat yang menyaksikan langsung, para peserta ditantang berbicara selama 5-7 menit tanpa teks. Bukan hanya keberanian berdiri di atas panggung yang diuji, tetapi juga kemampuan menyusun gagasan, menyampaikan solusi dan meyakinkan audiens.
Bagi Ketua DPD KNPI Bangka, Adi Putra, keberanian anak muda untuk berbicara dan menyampaikan gagasan merupakan bagian penting dalam membangun generasi yang mandiri, modern dan berdaya saing.
“Tema yang diangkat adalah Pemuda Bangka Mandiri, Modern, Berdaya Saing,” ujar Adi.
Peserta dapat memilih sejumlah persoalan yang dekat dengan kehidupan masyarakat, seperti pendidikan, kesehatan, lingkungan hidup, sosial kemasyarakatan hingga transformasi teknologi.
Dengan begitu, panggung orasi tidak berhenti sebagai arena kompetisi. Persoalan yang dibawa para peserta menjadi gambaran bagaimana generasi muda melihat kondisi di sekeliling mereka dan bagaimana mereka menawarkan jalan keluar.
Antusiasme terhadap kegiatan ini juga cukup tinggi. Dari lebih dari 60 pemuda yang mendaftar, 26 peserta berhasil masuk babak penyisihan. Dari jumlah tersebut, enam peserta kemudian melaju ke grand final.
Koordinator Lomba Orasi Kepemudaan, Arinda Unigraha, mengatakan peserta dinilai dari berbagai aspek, mulai dari intonasi, artikulasi, penyajian, relevansi tema, solusi yang ditawarkan hingga respons audiens.
Artinya, peserta tidak cukup hanya pandai berbicara. Mereka juga dituntut memahami persoalan dan mampu mengubah gagasan menjadi pesan yang dapat diterima masyarakat.
Pesan serupa disampaikan Sekretaris KNPI Bangka, Rizal Mustaktim. Menurutnya, generasi muda membutuhkan ruang untuk berkembang, bukan sekadar diminta menjadi penonton dalam proses pembangunan.
“Anak muda harus sering diberi ruang untuk berkembang, difasilitasi dan diarahkan, agar memiliki daya saing yang tinggi dan dapat berkompetisi di berbagai tingkatan dan sektor,” katanya.
Dari panggung itulah, tiga nama akhirnya keluar sebagai pemenang. Aulia Humaira dari SMA Negeri 1 Pemali meraih juara pertama, disusul Metta Angelica dari SMK Negeri 1 Sungailiat sebagai juara kedua, dan M. Aizzal Fathri dari Pemuda Remaja Masjid Agung Sungailiat sebagai juara ketiga.
Di tengah berbagai kegiatan HUT KNPI ke-53, mulai dari bazar UMKM, hiburan band hingga donor darah, lomba orasi menjadi salah satu pesan penting: pemuda tidak hanya membutuhkan ruang untuk berkumpul dan berekspresi, tetapi juga ruang untuk didengar.
Sebab dari keberanian berbicara, gagasan tumbuh. Dan dari gagasan anak muda, masa depan daerah bisa mulai dibicarakan.












