Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Kembangkan UMKM Berbasis Upcycling di Desa Banu Ayu

- Redaksi

Sabtu, 11 Juli 2026 - 18:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Palembang, INC,-11 Juli 2026 – Bagi sebagian orang, wearpack bekas mungkin hanya berakhir sebagai limbah. Namun di Desa Banu Ayu, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), bahan yang tak lagi terpakai itu justru menjadi awal lahirnya peluang usaha bagi delapan ibu rumah tangga. Di tangan mereka, wearpack bekas disulap menjadi berbagai produk yang bermanfaat sekaligus bernilai ekonomi pada Sabtu (4/7).

Melalui Program Gelora Banu Ayu, Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) melalui Fuel Terminal (FT) Baturaja mendampingi Kelompok Konveksi Bumi Ayu untuk mengolah wearpack operasional yang sudah tidak digunakan, kain perca, dan sisa bahan konveksi menjadi berbagai produk seperti keset, celemek, bantal kursi, lap anti panas, tatakan wajan, hingga bantal tidur. Pendekatan yang digunakan adalah _upcycling_, yaitu mengolah material bekas menjadi produk baru dengan nilai guna dan nilai jual yang lebih tinggi.

Kelompok yang diresmikan pada 11 Mei 2026 ini beranggotakan delapan ibu rumah tangga yang sebelumnya hanya menerima jasa jahit dalam skala kecil atau belum memiliki pekerjaan tetap. Selama proses pendampingan, mereka mengikuti enam kali pelatihan yang mencakup teknik menjahit, pembuatan pola, desain produk, quality control, branding, pembukuan, hingga manajemen usaha sederhana.

Baca Juga :  Mengenal 5R, Budaya Kilang Pertamina Plaju Wujudkan Keandalan & Keselamatan Dalam Bekerja

Kini, sekitar 300 produk telah dihasilkan dan dipasarkan melalui WhatsApp, promosi dari mulut ke mulut, serta berbagai bazar UMKM di Kabupaten OKU. Produk yang paling diminati masyarakat antara lain keset, celemek, bantal kursi, dan lap anti panas karena fungsional dan terjangkau.

Ketua Kelompok Konveksi Bumi Ayu, Evi Widia, mengatakan program tersebut mengubah cara pandang anggotanya terhadap barang bekas.

“Dulu kami menganggap wearpack bekas tidak lagi berguna. Sekarang kami tahu, dengan kreativitas dan kemauan belajar, limbah bisa menjadi produk yang diminati sekaligus menambah penghasilan keluarga,” ujar Evi.

Dalam dua bulan terakhir, kelompok berhasil memanfaatkan sekitar 30 kilogram limbah tekstil, terdiri atas 10,3 kilogram wearpack bekas dan 18–20 kilogram kain perca yang sebelumnya berpotensi menjadi sampah. Dari hasil produksi tersebut, kelompok membukukan omzet lebih dari Rp10 juta dengan rata-rata pendapatan anggota sekitar Rp1,5 juta.

Baca Juga :  Pertamina Patra Niaga Hadirkan Program Jambi Hijau, Perkuat Lingkungan Bantaran Sungai Batanghari

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, mengatakan Program Gelora Banu Ayu menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat dapat berjalan seiring dengan upaya menjaga lingkungan.

“Kami ingin masyarakat melihat bahwa barang yang tidak lagi digunakan masih memiliki nilai ketika diolah dengan kreativitas. Melalui program ini, kami tidak hanya membuka peluang usaha bagi perempuan, tetapi juga mendorong tumbuhnya praktik ekonomi sirkular yang memberi manfaat bagi masyarakat dan lingkungan,” ujar Rusminto.

Program ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjalankan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 5 (Kesetaraan Gender), Tujuan 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), dan Tujuan 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab).

 

Berita Terkait

Bio Solar Langka, SPBU Palem Raya Diduga Sarang Mafia BBM Subsidi
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Perluas Akses Layanan Terapi bagi Disabilitas dan Lansia di Jambi
Bukan Sekadar Belajar Membuat Tempe, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Bangun Kepercayaan Diri Warga Binaan Lapas
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Raih Penghargaan Terbaik Untuk Pengelolaan Sumber Daya Air Berkelanjutan
PWI Bateng Ingatkan Pertamina: Rakyat Menunggu Aksi, Bukan Sekadar Pernyataan
Dari Keresahan Lahir Ruang Seni, Seiring Art Space Bersama Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Hidupkan Budaya Bengkulu
Pertalite Tembus Rp14 Ribu per Liter di Kulur, Warga Menjerit: SPBU Diduga Dikuasai Pengerit Bertangki Modifikasi
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Sulap Potensi Kelor dan Rosella Jadi Peluang Ekonomi Masyarakat

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 20:15 WIB

Bio Solar Langka, SPBU Palem Raya Diduga Sarang Mafia BBM Subsidi

Kamis, 16 Juli 2026 - 19:25 WIB

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Perluas Akses Layanan Terapi bagi Disabilitas dan Lansia di Jambi

Senin, 13 Juli 2026 - 18:11 WIB

Bukan Sekadar Belajar Membuat Tempe, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Bangun Kepercayaan Diri Warga Binaan Lapas

Sabtu, 11 Juli 2026 - 18:05 WIB

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Kembangkan UMKM Berbasis Upcycling di Desa Banu Ayu

Kamis, 9 Juli 2026 - 17:34 WIB

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Raih Penghargaan Terbaik Untuk Pengelolaan Sumber Daya Air Berkelanjutan

Berita Terbaru

Palembang

Warga Mangsang Desak Mabes Polri

Senin, 27 Jul 2026 - 18:38 WIB