Bukan Sekadar Belajar Membuat Tempe, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Bangun Kepercayaan Diri Warga Binaan Lapas

- Redaksi

Senin, 13 Juli 2026 - 18:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Palembang, INC,-13 Juli 2026 – Bagi Nidia, hari-hari di Lapas Perempuan Palembang kini diisi dengan harapan baru. Bersama dua rekannya, ia belajar memproduksi tempe, keterampilan sederhana yang kini menjadi bekal untuk masa depan. Setiap hari, mereka mampu menghasilkan hingga 25 kilogram tempe yang tidak hanya memenuhi kebutuhan 510 warga binaan, tetapi juga mulai dipasarkan ke luar dengan harga Rp12.000 per kilogram dan Rp5.000 per balok.

“Dulu kami sering gagal, tempe tidak jadi atau baunya tidak enak. Sekarang sudah jauh lebih baik. Kami jadi percaya diri, karena punya bekal untuk nanti setelah keluar,” ujar Nidia.

Perubahan ini terwujud melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang dijalankan Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) sejak 2025. Sebelumnya, proses produksi tempe dilakukan secara manual dengan peralatan seadanya, sering gagal hingga 15 kilogram akibat cuaca dan perendaman yang tidak optimal. Dukungan peralatan seperti mesin penggiling, rak fermentasi, dan sealer plastik, serta pelatihan yang diberikan membuat proses produksi lebih higienis, teratur, dan konsisten.

Baca Juga :  Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Tutup Bulan K3 Nasional 2026, Tegaskan Komitmen Budaya Keselamatan

Lebih dari itu, warga binaan mulai merasakan kembali rasa percaya diri dan harapan untuk memulai hidup baru. Keterampilan yang diperoleh juga membuka peluang ekonomi. Tiga warga binaan yang terlibat langsung dalam produksi kini mulai mendapatkan penghasilan dari penjualan tempe. Meski tidak besar, hal ini menjadi langkah awal menuju kemandirian sekaligus cara untuk tetap membantu keluarga.

“Kami bisa kirim sedikit untuk anak di rumah. Rasanya senang, meski dari sini tetap bisa berarti. Nanti kalau sudah bebas, saya ingin buka usaha tempe sendiri,” ungkap Nidia.

Selain produksi tempe, program pemberdayaan di Lapas Perempuan Palembang juga mencakup hidroponik dengan 2.000 pot tanaman, unit _bakery_, dan kerajinan songket dengan sembilan alat tenun aktif. Sebanyak 69 warga binaan telah mengikuti pelatihan bersertifikat. Ke depan, program akan terus dikembangkan dengan peningkatan kapasitas produksi tempe dan bakery untuk memperluas akses pasar, termasuk mendukung kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Baca Juga :  PUPR OKI Turunkan Alat Berat, Bersihkan Gulma di Jembatan Belanti

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, menegaskan bahwa upaya ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan perusahaan.

“Melalui TJSL, kami tidak hanya mendukung kebutuhan di dalam lapas, tetapi juga membekali warga binaan dengan keterampilan bernilai ekonomi sebagai bekal untuk hidup mandiri. Kami percaya setiap orang berhak mendapatkan kesempatan kedua,” jelas Rusminto.

Program pemberdayaan ini sejalan dengan _Sustainable Development Goals_ (SDGs), khususnya Tujuan 5 (Kesetaraan Gender) dan Tujuan 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), melalui penguatan kemandirian ekonomi perempuan. Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel berkomitmen untuk terus memberikan pemberdayaan yang nyata dan berdampak jangka panjang bagi masyarakat, termasuk mereka yang sedang menjalani masa pembinaan.

 

Berita Terkait

Bio Solar Langka, SPBU Palem Raya Diduga Sarang Mafia BBM Subsidi
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Kembangkan UMKM Berbasis Upcycling di Desa Banu Ayu
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Raih Penghargaan Terbaik Untuk Pengelolaan Sumber Daya Air Berkelanjutan
PWI Bateng Ingatkan Pertamina: Rakyat Menunggu Aksi, Bukan Sekadar Pernyataan
Dari Keresahan Lahir Ruang Seni, Seiring Art Space Bersama Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Hidupkan Budaya Bengkulu
Pertalite Tembus Rp14 Ribu per Liter di Kulur, Warga Menjerit: SPBU Diduga Dikuasai Pengerit Bertangki Modifikasi
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Sulap Potensi Kelor dan Rosella Jadi Peluang Ekonomi Masyarakat
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Hadirkan Produk UMKM Lokal di Festival Kuliner Kota Gajah 2026

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 20:15 WIB

Bio Solar Langka, SPBU Palem Raya Diduga Sarang Mafia BBM Subsidi

Senin, 13 Juli 2026 - 18:11 WIB

Bukan Sekadar Belajar Membuat Tempe, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Bangun Kepercayaan Diri Warga Binaan Lapas

Sabtu, 11 Juli 2026 - 18:05 WIB

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Kembangkan UMKM Berbasis Upcycling di Desa Banu Ayu

Kamis, 9 Juli 2026 - 17:34 WIB

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Raih Penghargaan Terbaik Untuk Pengelolaan Sumber Daya Air Berkelanjutan

Minggu, 5 Juli 2026 - 07:57 WIB

PWI Bateng Ingatkan Pertamina: Rakyat Menunggu Aksi, Bukan Sekadar Pernyataan

Berita Terbaru

Palembang

Warga Mangsang Desak Mabes Polri

Senin, 27 Jul 2026 - 18:38 WIB

Banyuasin

Galang Kekuatan Pertahanan Rakyat, Babinsa Aktifkan Linmas Desa

Kamis, 23 Jul 2026 - 12:50 WIB