Bangka, INC,. – Anggota DPD RI asal Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Ustadz Zuhri, mengajak generasi muda memahami peran penting pemerintah dan rakyat dalam mewujudkan cita-cita bangsa menuju Indonesia Emas 2045. Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan diskusi kebangsaan yang berlangsung di Rumah Dinas Camat Belinyu, Kabupaten Bangka.
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 50 peserta yang mayoritas merupakan pelajar SMA dan SMK di Kecamatan Belinyu. Dalam kesempatan itu, Ustadz Zuhri menekankan pentingnya pemahaman generasi muda terhadap makna kemerdekaan serta tujuan negara sebagaimana tertuang dalam Pembukaan UUD 1945.
Menurutnya, Indonesia saat ini masih memiliki waktu sekitar 19 tahun untuk mempersiapkan generasi emas menuju 100 tahun kemerdekaan pada 2045. Oleh karena itu, generasi muda harus mulai memahami peran dan tanggung jawab masing-masing dalam membangun bangsa.
Ia menjelaskan bahwa tujuan utama negara yang tertulis dalam alinea Pembukaan UUD 1945 mencakup empat hal penting, yaitu melindungi segenap bangsa Indonesia, mensejahterakan rakyat, mencerdaskan kehidupan bangsa, serta ikut melaksanakan ketertiban dunia.
“Empat hal ini menjadi cita-cita besar bangsa sejak Indonesia merdeka. Namun pertanyaannya, mengapa setelah hampir 80 tahun merdeka cita-cita itu belum sepenuhnya terwujud. Di sinilah pentingnya pemahaman kita semua,” ujarnya.
Dalam penjelasannya kepada para pelajar, Ustadz Zuhri menegaskan bahwa tugas untuk melindungi, mensejahterakan, dan mencerdaskan rakyat merupakan tanggung jawab pemerintah. Sementara rakyat memiliki peran penting dalam memilih pemimpin yang tepat melalui proses demokrasi.
Ia juga menjelaskan bahwa yang dimaksud pemerintah adalah lembaga-lembaga negara yang dipilih oleh rakyat, seperti presiden, anggota DPR, DPD, DPRD, gubernur, bupati, dan wali kota. Mereka memiliki kewenangan untuk membuat kebijakan serta mengelola sumber daya negara demi kepentingan masyarakat.
“Pemerintah itu mereka yang dipilih oleh rakyat. Mereka yang menjalankan amanah untuk melindungi, mensejahterakan, dan mencerdaskan rakyat,” katanya.
Menurut Zuhri, generasi muda perlu memahami konsep tersebut agar tidak salah dalam melihat peran antara pemerintah dan masyarakat. Dengan pemahaman yang benar, masyarakat dapat mengawasi jalannya pemerintahan sekaligus berpartisipasi aktif dalam pembangunan.
Ia juga mengingatkan para pelajar bahwa di masa depan mereka akan menjadi bagian dari pemerintahan maupun masyarakat yang berperan dalam menentukan arah bangsa.
“Di antara kalian nanti ada yang menjadi pemimpin, ada yang menjadi bagian dari pemerintah. Karena itu sejak sekarang harus memahami tanggung jawab itu,” ujarnya.
Melalui kegiatan tersebut, Zuhri berharap generasi muda di Bangka Belitung memiliki kesadaran kebangsaan yang kuat serta mampu berkontribusi dalam mewujudkan cita-cita Indonesia sebagai bangsa besar di masa depan. (I20/INC)













