#Kinerja Ir. H. Asmar Wijaya Dipertanyakan
OKI, Inewsnusantara.com-Saat Kabupaten OKI dibawah pimpinan Pj Bupati, Ir. H. Asmar Wijaya keuangan di Bumi Bende Seguguk itu semakin membengkak.
Bahkan Kab. OKI mengalami defisit hingga mencapai Rp. 362, 9 Milyar di tahun 2024.
Angka tersebut meningkat tajam 93 persen dari tahun sebelumnya.

Mirisnya lagi dari Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) perwakilan Sumsel dinyatakan jika belum adanya upaya pembayaran defisit kepada pihak ketiga ( kontraktor-red) hingga Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2025.
Berdasarkan LHP BPK jika total defisit anggaran OKI dari 2021 hingga 2024 terus melonjak dengan nilai kumulatif yang fantastis. Data BPK RI Perwakilan Sumsel menunjukkan tren defisit yang meroket dengan rincian
* Tahun 2021: Rp99.104.728.440
* Tahun 2022: Rp159.564.702.754
(Naik 61,01%)
* Tahun 2023: Rp308.308.196.251
* Tahun 2024: Rp362.979.500.951
(Naik 93,22% dari 2021)

Dari data tersebut terlihat jelas jika defisit pada tahun 2024, sebesar Rp362,9 miliar, menambah beban utang secara signifikan, yang terjadi tepat dalam periode satu tahun penuh Ir. H. Asmar Wijaya menjabat sebagai Pj. Bupati (15 Januari 2024 – 20 Februari 2025).
Tentu hal itu menuai sorotan publik mengapa saat Pj Ir. H. Asmar Wijaya defisit OKI justru semakin membengkak, mengapa hal itu bisa terjadi.
Selain itu, usai jabatannya berakhir dan kembali menjabat sebagai Sekda dan Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dirinya juga belum mampu menganggarkan upaya pembayaran defisit kepada pihak ketiga hingga APBD 2025.
Akibatnya para kontraktor pun resah karena tidak adanya kepastian kapan pembayaran utang dari Pemkab OKI kepada meraka.
Kontraktor merasa dirugikan dan berniat akan menuntut ke jalur hukum.
Parahnya lagi kenaikan defisit ini pada APBD Perubahan tahun 2025, Pemkab OKI justru mencatat adanya penambahan signifikan pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan pendapatan transfer.
Dari data Badan Anggaran (Banggar) dan Paripurna DPRD OKI, total APBD OKI mengalami peningkatan dari Rp2.588.929.723.736 pada APBD Induk menjadi Rp3.109.937.460.037 pada APBD Perubahan.
Itu artinya ada surplus pendapatan tambahan sebesar Rp521.007.736.301 dengan rincian,
PAD sebesar Rp210.812.507.473 dan Pendapatan Transfer sebesar Rp324.246.894.304
Namun yang menjadi pertanyaan mengapa saat Ir. H. Asmar Wijaya menjabat Pj Bupati OKI justru Kab. OKI malah mengalami defisit keuangan yang begitu besar. Apa mungkin dirinya tidak sunguh-sungguh dalam bekerja atau memang ada dugaan unsur kesengajaan untuk mencari keuntungan pribadi.
Sayangnya hingga kini, Ir. H. Asmar Wijaya, M.Si, belum berhasil dikonfirmasi.













