BANGKA TENGAH, inewsnusantara.com-KPU Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) menggelar Focus Group Discussion (FGD) penyusunan laporan evaluasi Pilkada 2024, bertempat di Hotel Santika Bangka, Kecamatan Pangkalanbaru, Bateng, Kamis (20/02/2025).
Dalam FGD tersebut, dihadiri Ketua dan Komisioner KPU Bateng, Forkopimda, OPD, Kejari, Polres Bateng, Bawaslu, Ketua dan pengurus Parpol, media massa, serta undangan lainnya.
Ketua KPU Bateng, Supendi Saputra menyampaikan, kegiatan FGD ini merupakan bentuk evaluasi dalam tahapan Pemilu-Pilkada kedepan lebih baik lagi dari sebelumnya.
“Jadi dalam pelaksanaan FGD ini, dibagi dalam dua kelas. Kita melakukan evaluasi mulai dari tahapan Pemilu 2024, koordinasi ke beberapa lembaga, hukum, pelaksanaan, hingga logistik dan lainnya,” katanya.
Harapannya, melalui evaluasi ini, sebagai bahan perbaikan dalam merancang pelaksanaan Pemilu-Pilkada atau Pemilihan Serentak lebih baik lagi ke depan.
Sementara itu, anggota Komisioner KPU Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Restu menyampaikan, KPU RI saat ini membuat evaluasi dengan kerangka lebih sistematis, dengan harapan kedepan penyelenggaraan Pemilihan Serentak bisa lebih baik.
“Selain itu, melalui kegiatan FGD ini, dapat membahas berbagai isu strategis dan mengevaluasi penyelenggaraan Pemilihan Serentak 2024 lalu dan lebih mendongkrak partisipasi pemilih di Bateng yang hanya di 59 persen,” katanya.
Ia juga berharap, agar peserta FGD lebih aktif dan penuh semangat mengikuti acara ini, sampaikan gagasan-gagasan apapun itu terkait Pemilu atau Pilkada.
“Tentunya, 59 persen partisipasi pemilih di Bateng pada pemilihan serentak 2024, banyak isu strategis yang bisa dibahas, mulai dari faktor sosialisasi?, apakah karena TPS yang jauh?, hingga kemungkinan faktor kejenuhan masyarakat karena Pemilu dan Pilkada serentak 2024 yang berdekatan jaraknya. Semoga ini menjadi bahan evaluasi Pemilihan serentak ke depan,” kata Restu.
Acara FGD tersebut, dilanjutkan dengan pembagian peserta FGD dalam dua kelas, yakni di Kelas 1 dengan Fasilitator Edi Setiawan SP MSi, membahas tema evaluasi tahapan dan kelembagaan.
Adapun di kelas 2, mengangkat tema evaluasi non tahapan dan faktor eksternalitas, dengan fasilitator DR Novendra Hidayat SIP MSi.
Terpantau banyak hal dan isu dikemukakan dalam pembahasan, diantaranya penyelenggara pemilu di tingkat PPS, KPPS, PTPS, hingga anggota PPK di setiap penyelenggaraan Pemilu masih banyak petugas yang itu-itu saja atau istilahnya “Lo Lagi, Lo Lagi!”, diharapkan kedepan dilakukan regenerasi SDM, karena kalau hanya pertimbangan saat rekruitmen karena pengalaman, bukankan ada porsi anggaran dalam penyelenggaraan Bimtek. Hingga, pembahasan isu pencalonan perseorangan. (Riski)













