Lewat Ecobrick dan Ecofurniture, Warga Panjang Utara bersama Pertamina Patra Niaga Sumbagsel Ubah Sampah Jadi Sumber Penghasilan

- Redaksi

Kamis, 16 April 2026 - 20:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

_Siaran Pers_

 

Lampung, INC,-16 April 2026 — Sebelumnya, sampah menjadi persoalan lingkungan yang kerap dihadapi dalam keseharian warga Kelurahan Panjang Utara, Kota Bandar Lampung. Tumpukan sampah di pinggir jalan serta selokan yang tersumbat sering memicu genangan saat hujan. Di sisi lain, keterbatasan pengetahuan membuat sebagian warga memilih membakar sampah sebagai solusi praktis.

 

Kini, kondisi tersebut perlahan berubah. Bersama Kelompok Ecobrick Kampung Baru Tiga (Kabarti) yang digerakkan oleh Nur Rachmad, warga mulai mengolah sampah plastik menjadi ecobrick yang kemudian dikembangkan menjadi berbagai produk ecofurniture seperti kursi, meja, pot bunga, hingga ornamen.

 

Produk-produk tersebut memiliki nilai jual mulai dari Rp150 ribu hingga Rp1 juta. Dari aktivitas ini, anggota kelompok mampu memperoleh tambahan penghasilan sekitar Rp1 juta hingga Rp2 juta per bulan, dengan omzet kelompok yang mencapai Rp500 ribu hingga Rp3 juta per bulan.

 

Baca Juga :  Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Tutup Bulan K3 Nasional 2026, Tegaskan Komitmen Budaya Keselamatan

“Sekarang lingkungan kami lebih bersih, tertata, dan terasa lebih sejuk. Kami juga punya kegiatan produktif dari pengolahan sampah,” ujar Nur Rachmad.

 

Dengan Program SIGAP, Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) melalui Integrated Terminal Panjang memberikan pendampingan kepada masyarakat, mulai dari edukasi pengelolaan sampah, pelatihan pembuatan ecobrick dan produk turunan, hingga penguatan kapasitas kelompok agar mampu mengembangkan nilai ekonomi dari limbah.

 

Dampak program tidak hanya dirasakan dari sisi ekonomi, tetapi juga lingkungan dan kesiapsiagaan bencana. Saluran air yang lebih bersih membuat risiko genangan dan banjir dapat ditekan, sementara masyarakat juga mendapatkan pembekalan untuk menghadapi kondisi darurat.

 

Kesadaran menjaga lingkungan pun mulai ditanamkan sejak dini. Melalui edukasi di sekolah-sekolah sekitar, anak-anak diajak memahami pentingnya memilah dan mengelola sampah menjadi produk sederhana yang bernilai guna.

 

Atas upaya tersebut, Program SIGAP berhasil meraih penghargaan Program Kampung Iklim (Proklim) kategori Utama. Capaian ini menjadi bukti bahwa perubahan yang dimulai dari lingkungan kecil dapat memberikan dampak yang lebih luas dan berkelanjutan.

Baca Juga :  Diharapkan Keberlanjutan Program Ketahanan Pangan Bergizi Dapat Terus Ditingkatkan

 

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, menyampaikan bahwa program ini menunjukkan peran aktif masyarakat sebagai penggerak utama perubahan.

 

“Melalui Program SIGAP, masyarakat tidak hanya berhasil menciptakan lingkungan yang lebih bersih, tetapi juga mampu mengembangkan nilai ekonomi dari pengelolaan sampah. Dengan pendampingan yang tepat, inisiatif berbasis komunitas seperti ini dapat tumbuh mandiri, berkelanjutan, dan berpotensi direplikasi di wilayah lainnya,” ujar Rusminto.

 

Program SIGAP sejalan dengan komitmen pencapaian _Sustainable Development Goals_ (SDGs), khususnya Tujuan 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), Tujuan 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), Tujuan 11 (Kota dan Komunitas Berkelanjutan), serta Tujuan 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab).

 

Berita Terkait

PWI Bateng Ingatkan Pertamina: Rakyat Menunggu Aksi, Bukan Sekadar Pernyataan
Pertalite Tembus Rp14 Ribu per Liter di Kulur, Warga Menjerit: SPBU Diduga Dikuasai Pengerit Bertangki Modifikasi
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Sulap Potensi Kelor dan Rosella Jadi Peluang Ekonomi Masyarakat
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Hadirkan Produk UMKM Lokal di Festival Kuliner Kota Gajah 2026
SPBU Nibung Diduga Layani Pengerit BBM Subsidi
Ombudsman Babel: Pungutan Berkedok Paguyuban di Sekolah Negeri Tetap Melanggar
Dari Fasilitas hingga Penguatan Kapasitas, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Perkuat TPA Ramah Anak di Jambi
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel dan P4S Lembah Suhita Kampanyekan Konservasi Lebah melalui World Bee Day 2026

Berita Terkait

Minggu, 5 Juli 2026 - 07:57 WIB

PWI Bateng Ingatkan Pertamina: Rakyat Menunggu Aksi, Bukan Sekadar Pernyataan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 11:02 WIB

Pertalite Tembus Rp14 Ribu per Liter di Kulur, Warga Menjerit: SPBU Diduga Dikuasai Pengerit Bertangki Modifikasi

Kamis, 2 Juli 2026 - 13:52 WIB

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Sulap Potensi Kelor dan Rosella Jadi Peluang Ekonomi Masyarakat

Rabu, 1 Juli 2026 - 13:46 WIB

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Hadirkan Produk UMKM Lokal di Festival Kuliner Kota Gajah 2026

Rabu, 1 Juli 2026 - 09:38 WIB

SPBU Nibung Diduga Layani Pengerit BBM Subsidi

Berita Terbaru

Banyuasin

Pantang Menyerah Akhirnya Anak Petani Ini Lulus Casis TNI AD

Sabtu, 11 Jul 2026 - 20:35 WIB