Bangka Belitung, INC,. – Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (LAZISMU) Wilayah Kepulauan Bangka Belitung kembali menorehkan capaian positif dengan meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas laporan keuangan tahun 2024.
Capaian ini melanjutkan keberhasilan serupa yang sebelumnya diraih pada tahun 2023, sekaligus mempertegas konsistensi LAZISMU Bangka Belitung dalam menjaga tata kelola keuangan yang transparan dan akuntabel.
Opini WTP tersebut diberikan oleh auditor Registered Public Accountant Jojo Sunarjo & Rekan, setelah melakukan proses audit menyeluruh terhadap laporan keuangan serta sistem pengelolaan dana lembaga. Berdasarkan hasil audit, laporan keuangan LAZISMU Wilayah Kepulauan Bangka Belitung dinyatakan telah disajikan secara wajar dalam semua hal yang material, sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku di Indonesia.
Ketua Badan Pengurus LAZISMU Wilayah Kepulauan Bangka Belitung, Heru Kurniawan, S.T., menyampaikan bahwa raihan opini WTP yang diperoleh secara berkelanjutan merupakan bukti nyata komitmen lembaga dalam mengelola dana umat secara profesional dan amanah.
Menurutnya, pencapaian tersebut bukan sekadar prestasi administratif, melainkan bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat, khususnya para muzaki, atas kepercayaan yang telah diberikan kepada LAZISMU.
“Opini WTP ini menjadi motivasi bagi kami, untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan serta pendistribusian dana zakat, infak, dan sedekah agar semakin tepat sasaran dan memberikan manfaat luas bagi umat,” ujar Heru.
Audit keuangan mencakup seluruh aspek penghimpunan dan penyaluran dana, termasuk pelaksanaan berbagai program di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial, dan kemanusiaan yang dijalankan sepanjang tahun 2024 di wilayah Kepulauan Bangka Belitung.
Dengan kembali diraihnya opini WTP, LAZISMU Kepulauan Bangka Belitung semakin mengukuhkan posisinya sebagai lembaga filantropi Islam yang terpercaya dan profesional di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Ke depan, LAZISMU Bangka Belitung berkomitmen untuk terus memperkuat sistem tata kelola, meningkatkan penghimpunan dana, menghadirkan inovasi program pemberdayaan, serta memperluas jangkauan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.












