Edi Nasapta Kritik Target Pertumbuhan Ekonomi

- Redaksi

Jumat, 25 Juli 2025 - 17:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Babel,inewsnusantara.com,-Wakil Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Edi Nasapta, mengkritisi rentang target pertumbuhan ekonomi yang tercantum dalam dokumen Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) tahun anggaran mendatang. Menurutnya, target yang dipatok terlalu lebar dan tidak menunjukkan arah pembangunan yang jelas.

Dalam dokumen yang disusun Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), target pertumbuhan ekonomi daerah ditetapkan pada kisaran 2,69% hingga 4,46%. Edi menilai, rentang tersebut tidak dapat dipertanggungjawabkan secara teknokratik maupun administratif.

“Ini bukan sekadar soal angka. Ini soal arah pembangunan dan tolak ukur keberhasilan. Target segamblang itu, 2,69 sampai 4,46 persen, terlalu longgar. Sulit dievaluasi, membingungkan publik, dan membuka ruang klaim keberhasilan semu,” ujarnya usai rapat pembahasan bersama TAPD di DPRD Babel, Jumat (25/7/2025).

Baca Juga :  Selama di Bulan Januari 2026, Satreskrim Polres Banyuasin Ungkap 10 Kasus Tindak Kejahatan

Ia menegaskan, bahwa DPRD memiliki tanggung jawab memastikan setiap indikator dalam dokumen perencanaan dan penganggaran disusun secara rasional dan berbasis data sektoral konkret.

Edi pun meminta TAPD—yang terdiri dari Sekda, Kepala Bappeda, dan jajaran OPD terkait agar menyampaikan proyeksi sektoral Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) secara terbuka, termasuk dari sektor pertambangan, perdagangan, industri, pertanian, hingga pariwisata.

“Masyarakat menunggu perbaikan ekonomi. Kita tidak bisa menyajikan proyeksi dengan angka mengambang tanpa kejelasan dasar. Ini menyangkut kredibilitas Pemprov, dan kami di DPRD tidak ingin mendiamkan hal yang prinsipil seperti ini,” tegasnya.

Baca Juga :  Ketua DPRD OI : Honorer PPPK OI Tak lulus Seleksi Masuk Daftar Tunggu Diangkat

Edi menyarankan, agar rentang target pertumbuhan ekonomi dipersempit menjadi selisih yang lebih rasional, maksimal 0,4 hingga 0,5 poin persen, sehingga indikator tersebut dapat digunakan sebagai ukuran kinerja yang akurat dan dapat dievaluasi.

“Kalau tidak ada kejelasan, lebih baik ditarik dulu untuk diperbaiki. Kami tidak ingin APBD ke depan dibangun di atas proyeksi makro yang lemah dan tidak profesional,” tutupnya.

Berita Terkait

Demokrat Pangkalpinang Gelar Aksi Nyata, Bersihkan Lingkungan dan Bagikan 1 Ton Beras
Boy Lantik Andrian Samallo sebagai Ketua PWI Bangka Tengah Periode 2026–2029
LAZISMU Babel dan BEM Pertiba Ketuk Hati Warga, Galang Dana untuk Korban Bencana
Imam Wahyudi Tegaskan, Wakil Rakyat Harus Turun ke Masyarakat, Serap dan Perjuangkan Aspirasi Warga
Reses Bukan Sekadar Serap Aspirasi, Eri Gustian Janji Kawal Keluhan Warga Rambang hingga ke Pemerintah Daerah
Reses DPRD Bangka, Marianto Kawal Aspirasi Warga hingga Insentif Guru TK/TPA
Kebakaran Hutan dan Lahan Melanda Area Perkebunan Sawit PT. Swadaya Bhakti NegaraMas (PT Indofood) di Desa Pulai Gading
8 Pejabat BRI Jalani Sidang Dugaan Kredit Bermasalah

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 13:10 WIB

Demokrat Pangkalpinang Gelar Aksi Nyata, Bersihkan Lingkungan dan Bagikan 1 Ton Beras

Kamis, 27 Agustus 2026 - 13:57 WIB

Boy Lantik Andrian Samallo sebagai Ketua PWI Bangka Tengah Periode 2026–2029

Selasa, 25 Agustus 2026 - 12:33 WIB

LAZISMU Babel dan BEM Pertiba Ketuk Hati Warga, Galang Dana untuk Korban Bencana

Senin, 24 Agustus 2026 - 12:46 WIB

Imam Wahyudi Tegaskan, Wakil Rakyat Harus Turun ke Masyarakat, Serap dan Perjuangkan Aspirasi Warga

Senin, 24 Agustus 2026 - 12:43 WIB

Reses Bukan Sekadar Serap Aspirasi, Eri Gustian Janji Kawal Keluhan Warga Rambang hingga ke Pemerintah Daerah

Berita Terbaru