KAYUAGUNG, inewsnusantara.com— Kedekatan antara kepolisian dan masyarakat tidak hanya dibangun melalui penegakan hukum, tetapi juga melalui silaturahmi dan kepedulian terhadap persoalan lingkungan dan sosial. Hal itu diwujudkan Kapolres Ogan Komering Ilir (OKI) AKBP Agung Adhitya Prananta melalui kegiatan Jumat Keliling di Masjid Mat Ba’ul Jannah, Kayuagung, Jumat (23/10/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Kapolres OKI melaksanakan sholat Jumat bersama masyarakat di Masjid Mat Ba’ul Jannah, Jalan KH A Rahman Tauhid, Lingkungan 1, Kelurahan Kayuagung, Kecamatan Kayuagung, Kabupaten OKI.
Seusai pelaksanaan ibadah, Kapolres menyampaikan sejumlah imbauan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Pesan tersebut mencakup pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), pemberantasan penyalahgunaan narkoba, serta kewaspadaan terhadap praktik judi online yang dapat merugikan masyarakat.
Kapolres OKI AKBP Agung Adhitya Prananta mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga lingkungan dan tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Karhutla tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga dapat mengancam kesehatan dan keselamatan masyarakat. Karena itu, pencegahan harus menjadi tanggung jawab kita bersama,” ujar nya
Selain persoalan karhutla, Kapolres mengingatkan masyarakat agar menjauhi penyalahgunaan narkoba. Menurut dia, narkoba dapat merusak masa depan generasi muda, mengganggu kehidupan keluarga, dan menimbulkan persoalan sosial yang lebih luas.
Ia mengajak orangtua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, memperkuat komunikasi dalam keluarga, serta membangun kepedulian terhadap lingkungan pergaulan.
“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama mencegah peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Jika mengetahui adanya aktivitas yang mencurigakan terkait narkoba, segera laporkan kepada kepolisian. Peran keluarga dan masyarakat sangat penting untuk melindungi generasi muda dari bahaya narkoba,” katanya.
Kapolres juga mengingatkan warga agar tidak mudah tergiur judi online yang menjanjikan keuntungan instan. Praktik tersebut berisiko menimbulkan kerugian finansial, memicu masalah keluarga, dan mengganggu stabilitas kehidupan sosial.
“Masyarakat hendaknya tidak terjerumus dalam judi online. Jangan mudah percaya pada iming-iming keuntungan besar karena dampaknya bisa merugikan diri sendiri dan keluarga. Mari kita gunakan teknologi secara bijak dan mengisi waktu dengan kegiatan yang positif,” ujarnya
Menurutnya, upaya menjaga keamanan dan ketertiban tidak dapat hanya mengandalkan kepolisian. Kesadaran masyarakat untuk menaati hukum, menjaga lingkungan, dan melaporkan potensi gangguan keamanan menjadi bagian penting dalam menciptakan situasi yang kondusif.
Melalui kegiatan Jumat Keliling, Polres OKI berupaya memperkuat komunikasi dengan masyarakat sekaligus menyampaikan pesan-pesan kamtibmas secara langsung. Masjid menjadi salah satu ruang untuk membangun silaturahmi, menyerap aspirasi, dan menumbuhkan kepedulian bersama terhadap berbagai persoalan di lingkungan masyarakat.
Bagi Polres OKI, kehadiran polisi di tengah masyarakat bukan semata-mata untuk menjalankan tugas penegakan hukum, melainkan juga mendorong tumbuhnya kesadaran bersama. Pencegahan karhutla, pemberantasan narkoba, dan penanggulangan judi online membutuhkan keterlibatan keluarga, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan agar lingkungan tetap aman, sehat, dan kondusif.












