Peninjauan Karhutla di Area Konsesi PBPH PT TPJ, FKPKMB Cek Langsung Kondisi Lapangan

- Redaksi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 06:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MUSI BANYUASIN —INC, -Ketua Forum Komunikasi Pemuda Kepayang Merang Bersatu (F-KPKMB) Isbandi dan  Ketua DKS Garda Prabowo Kecamatan Bayung Lencir Muhammad Fahmi melakukan peninjauan terhadap lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berada di area konsesi Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) PT TPJ, Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, Senin 5 Oktober 2026.

Peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi areal yang terdampak karhutla sekaligus mengetahui langkah penanganan dan pencegahan yang dilakukan di lapangan.

Ketua Forum Komunikasi Pemuda Kepayang Merang Bersatu (F-KPKMB), **Isbandi**, bersama tim melakukan pengecekan ke sejumlah titik yang terdampak kebakaran di dalam kawasan konsesi.

Dalam peninjauan tersebut, tim melihat kondisi lahan, lokasi terdampak, akses menuju titik karhutla, serta upaya pemadaman dan pencegahan agar api tidak kembali meluas.

Menurut Isbandi, pengecekan langsung ke lapangan penting dilakukan untuk mengetahui kondisi sebenarnya di lokasi dan memastikan penanganan karhutla berjalan dengan baik.

Isbandi, Ketua F-KPKMB, mengatakan bahwa pihaknya turun langsung untuk melihat kondisi titik-titik yang terdampak serta memastikan upaya penanganan dan pencegahan karhutla dilakukan di lapangan.**

Baca Juga :  Sekda Banyuasin Terima Entry Meeting BPKP Perwakilan Provinsi Sumsel

“Kami melakukan peninjauan langsung untuk melihat kondisi di lapangan, terutama titik-titik yang terdampak karhutla. Kami juga melihat bagaimana akses menuju lokasi serta langkah penanganan yang dilakukan agar kebakaran tidak semakin meluas,” ujar Isbandi.

Bayung Lencir merupakan salah satu wilayah di Kabupaten Musi Banyuasin yang memiliki potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan, khususnya ketika memasuki periode cuaca kering.

Karena itu, penanganan karhutla dinilai membutuhkan koordinasi dan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pengelola kawasan konsesi, pemerintah daerah, aparat terkait hingga masyarakat yang berada di sekitar wilayah rawan kebakaran.

Isbandi menambahkan, upaya pencegahan harus dilakukan secara berkelanjutan, tidak hanya ketika kebakaran telah terjadi. Pemantauan terhadap titik-titik rawan serta kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi kebakaran menjadi bagian penting untuk mencegah api meluas.

“Yang paling penting adalah bagaimana penanganan di lapangan bisa dilakukan dengan cepat dan koordinasi antar-pihak terus diperkuat. Pencegahan juga harus menjadi perhatian supaya kejadian karhutla tidak kembali meluas dan berdampak kepada masyarakat maupun lingkungan” kata Isbandi.

Baca Juga :  Antisipasi Tawuran Selama Perayaan Idul Adha, Polsek Sungsang Gelar Patroli Gabungan

F-KPKMB berharap hasil peninjauan tersebut dapat menjadi bagian dari upaya mendorong penanganan karhutla yang lebih optimal di wilayah Kecamatan Bayung Lencir.

Selain penanganan terhadap titik yang telah terdampak, langkah pencegahan dan pengawasan secara berkelanjutan juga dinilai penting untuk mengantisipasi munculnya titik api baru, terutama saat kondisi cuaca kembali kering.

Sementara itu Ketua Garda Prabowo Kecamatan Bayung Lencir Muhammad Fahmi mengatakan akan terus memantau situasi karhurla di Kecamatan Bayung Lencir Kabupaten Musi Banyuasin.

“Kami terus memantau situasi karhutla dan kondisi hutan konsesi di Kecamatan Bayung Lencir untuk menjaga kelestarian hutan serta kekayaan hayati didalamnya” ujar M Fahmi.

Dengan adanya sinergi antara pengelola konsesi, pemerintah, aparat dan masyarakat, potensi meluasnya kebakaran hutan dan lahan di wilayah Bayung Lencir diharapkan dapat ditekan.

Berita Terkait

Api Membakar Lahan di Perigi, Polres OKI dan Warga Berjibaku Cegah Karhutla Meluas
Inspektur Inspektorat OKI Diduga Bawa Pulang Aset Kantor
Tomas Ogan Ilir Minta Kepala Daerah Evaluasi Pola Penanganan Karhutla
Gebyar Pajak Kota Pangkalpinang, Prof Saparudin Siapkan 4 Motor untuk Wajib Pajak
Mantan Direktur PDAM Tirta Betuah Banyuasin dan 3 Lainnya Jadi Tersangka Korupsi Rp3,94 Miliar
Reses di Baturusa, dr. Zarril Serap Aspirasi PJU dan Pelebaran Jalan
Komisi IV DPRD OKI Bersinergi dengan Pemda Bahas APBD Perubahan 2026
Didit: DPRD Babel Kawal Plasma Hingga Tuntas

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 19:46 WIB

Api Membakar Lahan di Perigi, Polres OKI dan Warga Berjibaku Cegah Karhutla Meluas

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 15:48 WIB

Inspektur Inspektorat OKI Diduga Bawa Pulang Aset Kantor

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Tomas Ogan Ilir Minta Kepala Daerah Evaluasi Pola Penanganan Karhutla

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:12 WIB

Gebyar Pajak Kota Pangkalpinang, Prof Saparudin Siapkan 4 Motor untuk Wajib Pajak

Kamis, 8 Oktober 2026 - 06:55 WIB

Peninjauan Karhutla di Area Konsesi PBPH PT TPJ, FKPKMB Cek Langsung Kondisi Lapangan

Berita Terbaru

Daerah

Inspektur Inspektorat OKI Diduga Bawa Pulang Aset Kantor

Sabtu, 10 Okt 2026 - 15:48 WIB