Pangkalpinang, INC.— Aksi pencurian terjadi di Mifta Swalayan, Jalan Kerisi, RT 004/RW 002, Kelurahan Lontong Pancur, Kecamatan Pangkal Balam, Kota Pangkalpinang, Rabu (23/9/2026) dini hari.
Sebanyak 46 tabung gas LPG 3 kilogram raib digondol pelaku. Kerugian akibat kejadian tersebut ditaksir mencapai Rp10,8 juta.
Pencurian diperkirakan terjadi sekitar pukul 02.10 WIB. Peristiwa itu baru diketahui sekitar pukul 08.00 WIB setelah pihak keluarga mengecek kondisi toko.

Saat diperiksa, kondisi toko sudah berantakan. Pintu rolling door sebelah kiri dalam keadaan terbuka setengah setelah diduga dirusak dengan cara menghancurkan gembok. Meja kasir berhamburan, sementara tabung-tabung gas yang sebelumnya berada di area depan hingga bagian ujung toko telah hilang.
Tidak hanya itu, sejumlah pintu kamar di bagian dalam toko juga ditemukan mengalami kerusakan akibat diduga dibuka secara paksa.
Yang membuat kasus ini menjadi perhatian, pelaku diduga terlebih dahulu mematikan listrik atau NCB sehingga kamera CCTV toko ikut berhenti merekam.
Meski demikian, rekaman CCTV sempat menangkap sekilas aktivitas pelaku dari jarak jauh. Dari rekaman yang ada, pelaku diduga menggunakan sepeda motor yang dilengkapi semacam keranjang atau rak serta mengenakan helm dan senter kepala.

Keterangan lain datang dari seorang marbot masjid bernama Romli yang berada di seberang toko. Saat kejadian berlangsung, saksi sempat melihat seseorang membawa tabung gas dari arah toko.
Saksi bahkan sempat memanggil orang tersebut. Pelaku kemudian menjawab, “Iya, Pak Rom.”
Karena kondisi malam dan jarak yang cukup jauh, saksi tidak dapat memastikan identitas pelaku. Saksi kemudian mengira orang tersebut merupakan pemilik toko dan melanjutkan aktivitasnya di masjid.
Selain rekaman CCTV, pihak keluarga juga menemukan beberapa sarung tangan yang diduga tertinggal di lantai toko dan kini dapat menjadi bagian dari petunjuk dalam proses penyelidikan.
Pihak keluarga korban kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Polresta Pangkalpinang. Tim kepolisian juga telah datang ke lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) pada Rabu (23/9/2026).
Sejumlah bagian toko diperiksa, mulai dari pintu rolling door, area kasir, lokasi penyimpanan tabung gas LPG hingga ruang CCTV.
Keluarga berharap laporan tersebut segera ditindaklanjuti secara serius. Terlebih, terdapat sejumlah petunjuk yang dapat membantu penyelidikan, mulai dari kerusakan gembok dan pintu, rekaman CCTV, keterangan saksi, hingga temuan sarung tangan yang diduga digunakan pelaku.
Pihak keluarga juga berharap polisi dapat menelusuri kemungkinan adanya rekaman CCTV dari rumah atau bangunan lain di sekitar lokasi yang mengarah ke akses jalan yang dilalui pelaku.
“Harapan kami pelaku segera ditemukan. Barang yang hilang cukup banyak dan kerugiannya juga besar. Kami berharap semua petunjuk di TKP bisa ditindaklanjuti polisi,” ujar pihak keluarga.
Saat kejadian, pemilik toko disebut sedang tidak berada di lokasi karena sebelumnya harus menuju UGD untuk mendapatkan perawatan dan mengambil obat.
Hingga berita ini ditayangkan, identitas pelaku belum diketahui. Polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap pelaku serta kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam aksi pencurian tersebut.












