OGAN ILIR ,inewsnusantara.com– Polisi meringkus empat pelaku begal yang dilaporkan menganiaya karyawan Bank Permodalan Nasional Madani (PNM) di Ogan Ilir.
Informasi dari polisi, pembegalan tersebut terjadi di wilayah Lubuk Keliat, Ogan Ilir, pada Jumat (20/12/2024) malam sekira pukul 19.30.
Kasi Humas Polres Ogan Ilir AKP Herman Ansori menerangkan, peristiwa tersebut berawal saat dua orang perempuan karyawan bank mengendarai sepeda motor, melintas di wilayah Lubuk Keliat.
Kedua orang tersebut diadang beberapa orang remaja, di mana salah seorang diantaranya memukul pengendara motor hingga terjatuh.
“Saat melintas di jalan yang sepi, kedua karyawan tersebut dipukul hingga terjatuh dari kendaraan. Para pelaku lalu mengambil sepeda motor dan handphone milik korban,” kata Herman kepada TribunSumsel.com dan Sripoku.com, Rabu (1/1/2025).
Perkara ini pun ditangani aparat Polsek Tanjung Batu yang juga membawahi wilayah hukum Kecamatan Lubuk Keliat.
Setelah melakukan penyelidikan selama beberapa hari, polisi mengidentifikasi keberadaan para pelaku.
Herman mengungkapkan, total lima orang yang terlibat dalam kejahatan tersebut, namun ada empat orang yang diamankan polisi.
“Saat diamankan, ternyata para pelaku masih berusia belasan tahun,” ungkap Herman.
Keempatnya berinisial AD (17 tahun), SA (16 tahun), MA (15 Tahun) dan AS (19 tahun).
Sedangkan satu pelaku lagi masih buron, namun polisi sudah mengetahui identitasnya.
“Para pelaku ditangkap hari Selasa (31/12/2024) dinihari. Mulai kemarin diamankan di Mapolsek Tanjung Batu,” kata Herman.
Dari tangan pelaku, polisi mengamankan barang bukti hasil kejahatan berupa tiga unit handphone dan sepeda motor matic milik korban.
Hasil pemeriksaan polisi, para pelaku sempat menjual handphone curian untuk bermain judi online.
“Uang dari hasil kejahatan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, ada yang dipakai main judi slot,” ungkap Herman.
Polisi berjanji akan mengusut tuntas perkara ini dan segera mengamankan satu pelaku lainnya.
Di sisi lain, masyarakat diimbau untuk waspada dan tak beraktivitas di lokasi serta jam-jam rawan kejahatan.
“Sebisa mungkin, jika tidak mendesak, kiranya agar tidak beraktivitas di waktu rawan kejahatan. Apalagi perempuan, biasanya jadi sasaran kejahatan jalanan,” pesan Herman.(Mat)













