Bangka Belitung, INC,. – Suasana hangat penuh keakraban terasa dalam kegiatan silaturahmi dan buka puasa bersama yang digelar GESID bersama anak-anak dan generasi muda. Kegiatan yang dikemas dalam tema NGOPI (Ngobrol Penuh Inspirasi) ini menjadi ruang diskusi terbuka lintas usia, mulai dari anak-anak, remaja hingga dewasa, untuk bertukar pikiran tentang masa depan Indonesia.
Anggota DPD RI, Bahar Buasan, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut mengapresiasi semangat generasi muda yang hadir hampir mencapai 100 orang. Menurutnya, NGOPI bukan sekadar ajang berkumpul, melainkan wadah membangun pola pikir dan alur pikir generasi penerus bangsa dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.
“Di sini saya melihat anak-anak muda dengan gaya dan inspirasi mereka masing-masing. Yang masih kecil, remaja hingga dewasa, semua berdiskusi dan bertukar pikiran. Ini menjadi modal besar untuk mengisi pembangunan Indonesia ke depan,” ujar Bahar.
Ia menilai, GESID telah memulai langkah konkret dengan membekali anak muda melalui kegiatan produktif seperti UMKM, ternak ayam, produksi gula aren, hingga ternak maggot. Kegiatan tersebut bukan hanya mengisi waktu luang, tetapi juga menanamkan keterampilan, pengetahuan, dan pengalaman.
“UMKM membutuhkan skill, keahlian, dan pengalaman. Itu adalah bagian dari siklus manajemen. GESID sudah memulai itu, tidak sekadar berkomunitas, tetapi menerapkan siklus manajemen dengan membangun pola pikir yang terarah,” jelasnya.
Menurut Bahar, pembinaan seperti ini sangat penting agar generasi muda tidak hanya bermain, tetapi juga tumbuh dengan bekal kemampuan yang jelas dan terarah. Ia menekankan pentingnya dukungan orang tua dan lingkungan agar anak-anak muda tetap bergerak di jalur positif.
“Saya melihat wajah-wajah penuh harapan. Pendidikan mereka membawa optimisme untuk Indonesia yang lebih hebat. Asal kita mau disiplin, mau bekerja keras, dan sebagai orang tua ikut mendukung, mereka akan bergerak positif menuju Indonesia Emas 2045,” tutupnya.
Kegiatan NGOPI ini menjadi, bukti bahwa ruang diskusi yang sederhana namun terarah mampu melahirkan gagasan besar. Dari obrolan santai, lahir semangat membangun negeri.













