WPR dan IPR Jawab Tantangan SDA Timah Mendatang

- Redaksi

Selasa, 19 November 2024 - 17:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Babel, inewsnusantara.COM – Kehadiran Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) dan Izin Pertambangan Rakyat (IPR) di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) merupakan instrumen penting dalam menjawab tantangan pengelolaan sumber daya alam (SDA) timah di masa yang akan datang.

 

Karena kehadiran dari dua hal tersebut dapat memberikan kepastian hukum dan keadilan bagi masyarakat yang memang menggantungkan hidupnya dari sektor pertambangan.

 

Demikian hal ini disampaikan oleh Calon Wakil Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Yuri Kemal kepada awak media, Selasa (19/11/2024).

 

“Ini merupakan dua instrumen penting dalam pengelolaan sumber daya mineral yang bertujuan memberikan kepastian hukum dan keadilan bagi masyarakat yang ingin melakukan aktivitas penambangan, khususnya komoditas seperti timah,” jelas Yuri.

 

“Langkah ini memungkinkan masyarakat untuk menambang secara legal, aman, dan sesuai dengan peraturan yang berlaku,” sambung dia.

 

Disamping itu, Yuri juga memaparkan fungsi dan manfaat dari kehadiran IPR dan WPR di tengah-tengah masyarakat, antara lain :

 

Baca Juga :  Turnamen Bola Volley Bumi Meranti Cup Resmi Dibuka

1. Legalitas Penambangan;

IPR adalah izin resmi yang diberikan kepada individu atau kelompok masyarakat untuk melakukan penambangan di WPR yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Dengan memiliki IPR, masyarakat dapat menambang tanpa khawatir dianggap sebagai pelaku tambang ilegal.

 

2. Keberlanjutan dan Pengawasan;

Dengan WPR, pemerintah dapat menetapkan wilayah yang sesuai untuk aktivitas penambangan rakyat, sehingga operasi tambang lebih terkendali, ramah lingkungan, dan tidak merusak ekosistem.

 

3. Pemberdayaan Ekonomi Lokal;

Penetapan WPR dan pemberian IPR membuka akses masyarakat untuk memanfaatkan sumber daya alam secara legal, yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan mereka.

 

4. Pengurangan Konflik;

WPR dan IPR membantu mengurangi konflik antara penambang rakyat dengan pihak lain, seperti perusahaan tambang besar atau pemerintah, karena adanya aturan yang jelas mengenai area penambangan.

 

“Untuk mengimplementasikan hal dimaksud juga ada beberapa tantangan yang bakal dihadapi yakni penetapan wilayah, proses perizinan, pengawasan dan kepatuhan, dan pemberantasan tambang ilegal,” ungkap Yuri.

Baca Juga :  Sat Samapta Polres Banyuasin Gelar Patroli Preventif dan Patroli Bersama Harkamtibmas Antisipasi Premanisme

 

Terkhusus soal proses perizinan, dikatakan dia, memang sering dianggap rumit oleh masyarakat karena memerlukan berbagai persyaratan administratif. Selain itu, setelah IPR diberikan, perlu ada pengawasan yang ketat juga untuk memastikan penambangan sesuai dengan ketentuan teknis dan lingkungan.

 

“Di wilayah tanpa IPR ini juga, tambang ilegal masih menjadi tantangan yang harus diatasi agar tidak merugikan negara maupun lingkungan,” imbuh dia.

 

Oleh karna itu, dirinya merekomendasikan agar Pemerintah dapat memberikan edukasi kepada masyarakat tentang proses dan manfaat IPR ini serta melakukan perbaikan terhadap regulasi sehingga penyederhanaan proses dan pengelolaan WPR ini lebih inklusif bagi masyarakat kecil.

 

Begitu pula dengan penerapan pengawasan berbasis komunitas sehingga dapat melibatkan masyarakat lokal dalam pengawasan WPR untuk meningkatkan akuntabilitas.

 

“Dengan IPR dan WPR yang dikelola dengan baik, masyarakat dapat menambang timah dengan tenang, produktif, dan berkontribusi terhadap perekonomian tanpa melanggar hukum atau merusak lingkungan,” pungkas Yuri. (Ril/RB)

Berita Terkait

Lapas Tanjung Raja Gelar Aksi Bersih Lingkungan Satker dalam Rangka Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62
Istri Oknum Sekretaris Disdik OKI Diduga Manfaatkan Jabatan Suami, Tipu Hingga Milyaran
Lapas Tanjung Raja Gelar Razia Gabungan dan Tes Urine dalam Rangka Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62
Antisipasi Karhutla, Polres OKI Pastikan Kesiapan Kendaraan dan Peralatan
Gaspol Kawal Pemda! FKPPI Bateng Kirim Sinyal Keras Dukung Penuh Program Algafry
Kantor Bupati Muba Akan Digeruduk Massa
Pengawasan Terpadu Ops Ketupat Musi 2026 Dipusatkan di Polres OKI
Kejari OKI Terima Penghargaan Dari BPJS Ketenagakerjaan

Berita Terkait

Kamis, 9 April 2026 - 12:23 WIB

Lapas Tanjung Raja Gelar Aksi Bersih Lingkungan Satker dalam Rangka Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62

Senin, 6 April 2026 - 20:49 WIB

Istri Oknum Sekretaris Disdik OKI Diduga Manfaatkan Jabatan Suami, Tipu Hingga Milyaran

Senin, 6 April 2026 - 20:17 WIB

Lapas Tanjung Raja Gelar Razia Gabungan dan Tes Urine dalam Rangka Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62

Senin, 6 April 2026 - 20:14 WIB

Antisipasi Karhutla, Polres OKI Pastikan Kesiapan Kendaraan dan Peralatan

Selasa, 31 Maret 2026 - 19:06 WIB

Gaspol Kawal Pemda! FKPPI Bateng Kirim Sinyal Keras Dukung Penuh Program Algafry

Berita Terbaru

Banyuasin

Pererat Silaturahmi dan Kekompakan, Babinsa Keliling Desa

Sabtu, 18 Apr 2026 - 19:13 WIB