Warga Babel Desak Penambahan Kuota dan Jam Operasional SPBU

- Redaksi

Selasa, 27 Oktober 2026 - 15:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Babel, INC. — Antrean panjang kendaraan, di sejumlah SPBU hingga meluber ke pinggir jalan memicu keresahan masyarakat Bangka Belitung. Kondisi ini tak hanya menyulitkan warga mendapatkan BBM, tetapi juga mulai mengganggu aktivitas ekonomi sopir lintas, pedagang, nelayan hingga petani.

Keluhan tersebut, disampaikan masyarakat dalam audiensi bersama DPRD Babel, Selasa (27/10/2026). Warga menyoroti keterbatasan kuota, jauhnya akses SPBU, hingga harga BBM eceran yang mencapai Rp17.000 per liter di wilayah Tempilang.

Baca Juga :  Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Dukung Operasi Pasar Murah Pemprov Sumsel untuk Jaga Kestabilan Harga Pangan

Dampaknya, sopir lintas yang sebelumnya mampu melakukan hingga lima perjalanan kini hanya sekitar dua perjalanan. Sementara pedagang harus menanggung kenaikan biaya pengiriman barang akibat sulitnya memperoleh BBM.

Masyarakat mendesak adanya penambahan kuota, perpanjangan jam operasional SPBU, serta jalur khusus bagi nelayan dan petani agar distribusi BBM bersubsidi lebih tepat sasaran.

Menanggapi keluhan tersebut, Ketua DPRD Babel Didit Srigusjaya mengakui kondisi antrean BBM sudah menjadi persoalan yang perlu segera dicarikan jalan keluar. Ia mengingatkan, jika terus dibiarkan, persoalan tersebut berpotensi berkembang menjadi masalah sosial.

Baca Juga :  LAZISMU Bangka Belitung, Kembali Raih Opini WTP Atas Laporan Keuangan 2024

“Ini menurut kita sudah di luar batas kewajaran. Kalau ini dibiarkan, saya khawatir ini akan menjadi masalah sosial di Bangka Belitung,” tegas Didit.

Sebagai tindak lanjut, DPRD Babel menjadwalkan pertemuan lanjutan bersama pihak terkait pada Kamis (29/10/2026) untuk membahas langkah penyelesaian persoalan distribusi dan ketersediaan BBM di Bangka Belitung.

Berita Terkait

Tak Disangka! Kulit Pisang Ambon Diolah Jadi Permen, Begini Inovasi Pengendalian Hipertensi di Pangkalpinang
Tak Disangka! Kulit Pisang Ambon Diolah Jadi Permen, Begini Inovasi Pengendalian Hipertensi di Pangkalpinang
Tak Disangka! Kulit Pisang Ambon Diolah Jadi Permen, Begini Inovasi Pengendalian Hipertensi di Pangkalpinang
Tak Disangka! Kulit Pisang Ambon Diolah Jadi Permen, Begini Inovasi Pengendalian Hipertensi di Pangkalpinang
Poltekkes Kemenkes Latih Kader Posyandu Air Mesu Timur, Olah Jahe-Serai Jadi Sirup Herbal
Antrean BBM Bikin Resah, DPRD Babel Siapkan 3 Langkah Pembenahan SPBU
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Dukung Penanganan Karhutla di Taman Nasional Way Kambas
Cegah Kemacetan Pagi, Kapolsek Gerunggang Kerahkan Personel di Dua Titik Strategis

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 21:48 WIB

Tak Disangka! Kulit Pisang Ambon Diolah Jadi Permen, Begini Inovasi Pengendalian Hipertensi di Pangkalpinang

Selasa, 3 November 2026 - 20:55 WIB

Tak Disangka! Kulit Pisang Ambon Diolah Jadi Permen, Begini Inovasi Pengendalian Hipertensi di Pangkalpinang

Selasa, 3 November 2026 - 20:55 WIB

Tak Disangka! Kulit Pisang Ambon Diolah Jadi Permen, Begini Inovasi Pengendalian Hipertensi di Pangkalpinang

Senin, 2 November 2026 - 22:56 WIB

Poltekkes Kemenkes Latih Kader Posyandu Air Mesu Timur, Olah Jahe-Serai Jadi Sirup Herbal

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:48 WIB

Antrean BBM Bikin Resah, DPRD Babel Siapkan 3 Langkah Pembenahan SPBU

Berita Terbaru