Tak Disangka! Kulit Pisang Ambon Diolah Jadi Permen, Begini Inovasi Pengendalian Hipertensi di Pangkalpinang

- Redaksi

Selasa, 3 November 2026 - 20:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pangkalpinang, INC. — Siapa sangka kulit pisang ambon yang selama ini kerap dianggap sebagai limbah, ternyata dapat dimanfaatkan menjadi produk pangan berupa permen soft candy.

Inovasi ini diperkenalkan melalui, kegiatan pelatihan yang menyasar tenaga kesehatan dan kader posyandu sebagai salah satu upaya mendukung edukasi pencegahan dan pengendalian hipertensi di Kota Pangkalpinang.

Kegiatan pelatihan pembuatan permen soft candy, dari ekstrak kulit pisang Ambon tersebut dilaksanakan pada Jumat (30/10/2026), bertempat di Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang. Pesertanya meliputi pemegang program Penyakit Tidak Menular (PTM) atau hipertensi Dinas Kesehatan, pemegang program PTM dari seluruh puskesmas, serta kader kesehatan se-Kota Pangkalpinang.

Ketua tim pengabdi, Eva Dewi Rosmawati Purba, M.Kes., dalam sambutan pembuka menyampaikan harapannya agar pelatihan tersebut berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi seluruh peserta.

Kegiatan ini menjadi salah satu langkah memperkenalkan pemanfaatan bahan alam, yang berpotensi mendukung pengendalian tekanan darah. Pasalnya, kulit pisang Ambon masih mengandung kalium yang menjadi salah satu zat gizi penting bagi tubuh.

Berdasarkan penelitian Marianawati Saragih dkk. tahun 2024 berjudul _Nutrient Content of Banana Peel Candy to Reduce Blood Pressure in Patients with Mild Hypertension_ , permen kulit pisang Ambon diketahui mengandung kalium sebesar 27,3 miligram per 100 gram.

Baca Juga :  Hardi: Aspirasi Air Bersih dan Drainase Warga Akan Kami Perjuangkan

Rangkaian kegiatan, diawali dengan pre-test untuk mengukur pengetahuan awal peserta mengenai hipertensi dan pemanfaatan kulit pisang Ambon.

Selanjutnya, peserta mendapatkan materi seputar pengenalan hipertensi, faktor risiko, langkah pencegahan, hingga pentingnya pengendalian tekanan darah secara berkelanjutan.

Tidak hanya mendapatkan materi, peserta juga menyaksikan demonstrasi langsung proses pembuatan permen soft candy dari ekstrak kulit pisang Ambon.

Melalui praktik tersebut, tenaga kesehatan dan kader diperkenalkan pada cara mengolah bahan yang selama ini kerap terbuang menjadi produk pangan alternatif yang dapat dikembangkan sebagai media edukasi kesehatan masyarakat.

Setelah seluruh rangkaian materi dan demonstrasi selesai, peserta kembali mengikuti post-test untuk mengevaluasi perubahan pengetahuan setelah mendapatkan pelatihan.

Menariknya, kegiatan ini tidak berhenti pada pelatihan semata. Tim pengabdi turut memberikan bahan dan peralatan pembuatan permen soft candy, kepada tim Puskesmas Pasir Putih agar dapat dipraktikkan secara mandiri di wilayah Kelurahan Pasir Putih.

Baca Juga :  Wali Kota Palembang dan Sekda Ikuti Zoom Meeting Bersama Kapolri, Bahas Arus Balik Lebaran dan Pengamanan Wisata

Dukungan tersebut diharapkan, menjadi langkah awal agar keterampilan yang diperoleh dapat diteruskan kepada masyarakat, khususnya penderita hipertensi, melalui demonstrasi dan edukasi yang dilakukan oleh pihak puskesmas bersama kader kesehatan.

Tim pengabdi yang diketuai Eva Dewi Rosmawati Purba, M.Kes., juga melibatkan Emilia, SST., M.Gizi dan Hamdani Syahputra Ginting, MPH, serta tiga mahasiswa, yakni Azera Nofita, Eka Putri Nurcahayani, dan Meliza Mutmainnah.

Melalui kolaborasi Dinas Kesehatan, puskesmas, dan kader kesehatan, pelatihan ini diharapkan tidak hanya menambah pengetahuan dan keterampilan peserta, tetapi juga memperluas edukasi mengenai hipertensi serta pemanfaatan bahan alam sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif di tengah masyarakat.

Dengan demikian, inovasi pengolahan kulit pisang Ambon menjadi permen soft candy diharapkan, dapat menjadi salah satu alternatif sarana edukasi kesehatan.

Sekaligus mendorong peran aktif kader, dalam mendukung pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular di Kota Pangkalpinang.

Berita Terkait

Tak Disangka! Kulit Pisang Ambon Diolah Jadi Permen, Begini Inovasi Pengendalian Hipertensi di Pangkalpinang
Poltekkes Kemenkes Latih Kader Posyandu Air Mesu Timur, Olah Jahe-Serai Jadi Sirup Herbal
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Dukung Penanganan Karhutla di Taman Nasional Way Kambas
Cegah Kemacetan Pagi, Kapolsek Gerunggang Kerahkan Personel di Dua Titik Strategis
102 Pelaku Ekraf Pangkalpinang Dilatih Bikin Konten Digital, Prof Udin Apresiasi Kementerian Ekraf
Pangkalpinang Siapkan Gema Ekraf 2027, Yan Rizana Dorong UMKM Naik Kelas
Targetkan 800 Pasien, Rudianto Tjen Buka Peluang Warga Babel Ikuti Operasi Katarak Gratis
Keaktifan Posyandu Capai 100 Persen, Wali Kota Pangkalpinang Fokus Benahi Sarpras

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 20:55 WIB

Tak Disangka! Kulit Pisang Ambon Diolah Jadi Permen, Begini Inovasi Pengendalian Hipertensi di Pangkalpinang

Selasa, 3 November 2026 - 20:02 WIB

Tak Disangka! Kulit Pisang Ambon Diolah Jadi Permen, Begini Inovasi Pengendalian Hipertensi di Pangkalpinang

Senin, 2 November 2026 - 22:56 WIB

Poltekkes Kemenkes Latih Kader Posyandu Air Mesu Timur, Olah Jahe-Serai Jadi Sirup Herbal

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:05 WIB

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Dukung Penanganan Karhutla di Taman Nasional Way Kambas

Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:25 WIB

Cegah Kemacetan Pagi, Kapolsek Gerunggang Kerahkan Personel di Dua Titik Strategis

Berita Terbaru