JAKARTA,Inewsnusantara.com-alikota dan Wakil Walikota terpilih Kota Prabumulih Sumatera Selatan H. Arlan dan Franky bersama dengan 481 kepala daerah yang terpilih dalam Pilkada Serentak 2024, mengikuti gladi kotor yang digelar oleh Kementerian Dalam Negeri RI. Acara ini berlangsung di kawasan Monas, Jakarta Pusat, menjelang pelantikan yang akan diadakan pada Kamis, 20 Februari 2025.
Gladi kotor ini merupakan rangkaian persiapan untuk pelantikan kepala daerah yang terpilih. Para kepala daerah berkumpul dan mengikuti pengarahan yang diberikan oleh panitia. Mereka dibagi ke dalam beberapa peleton, dengan tujuan untuk melatih kesiapan dan kelancaran saat upacara pelantikan berlangsung.
Dalam latihan tersebut, peserta tampak berbaris rapi dan mengikuti instruksi dengan disiplin, dengan pengawasan dan komando dari jajaran kepolisian yang ditugaskan untuk memastikan kelancaran latihan.
Selain untuk memastikan kelancaran pelantikan, gladi kotor ini juga bertujuan untuk memperkenalkan prosedur yang akan diikuti pada hari pelantikan. Dalam kegiatan tersebut, para kepala daerah terpilih dilatih dalam baris-berbaris serta tata cara upacara agar proses pelantikan dapat berjalan dengan lancar dan sesuai protokoler yang direncanakan.
Pelantikan kepala daerah yang akan digelar pada 20 Februari 2025 diharapkan menjadi momentum penting bagi seluruh kepala daerah terpilih, termasuk Walikota dan Wakil Walikota Prabumulih, dalam memulai tugas dan tanggung jawab mereka untuk memimpin daerah masing-masing.
Kepala Dinas Kominfo Kota Prabumulih Mulyadi Musa kepada awak media mengungkapkan bahwa gladi kotor ini sangat penting untuk mempersiapkan seluruh kepala daerah terpilih agar upacara pelantikan pada Kamis, 20 Februari 2025, dapat berjalan dengan lancar dan sesuai dengan protokol yang telah ditentukan, terkhusus Walikota dan Wawalikota Prabumulih terpilih H Arlan-Fanky, kami akan melayani semaksimal mungkin, kata Mulyadi selasa (18-2-2025).
“Gladi kotor ini memberikan kesempatan untuk lebih mengenal tata cara dan prosedur pelantikan yang akan dilaksanakan. Ini sangat perlu agar kepala daerah yang baru terpilih dapat mengikuti setiap tahap pelantikan dengan tepat dan penuh rasa hormat sesuai yang di rencanakan”, katanya. (mdy)













